SYARAH

April 27, 2014 at 4:10 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment
Tags: , ,

بَابُ إِذَا جَامَعَ ثُمَّ عَادَ، وَمَنْ دَارَ عَلَى نِسَائِهِ فِي غُسْلٍ وَاحِدٍ

Bab 12Jika Berjima’ lalu Mengulanginya Kembali dan Barangsiapa yang Menggilir Istri-Istrinya

dengan Satu Kali Mandi

 

Penjelasan :

 

Yakni seseorang cukup dengan satu kali mandi junub sekalipun melakukan jima’ secara berulang-ulang atau dengan beberapa istrinya dalam satu waktu. Namun dianjurkan untuk berwudhu, ketika akan mengulangi jima’ atau akan berjima’ dengan istri lainnya lagi, sebagaimana hadits berikut :

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ، ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ، فَلْيَتَوَضَّأْ

“jika kalian mendatangi istri kalian (untuk berjima’-pent.) lalu ingin mengulanginya, maka hendaknya berwudhu” (HR. 6 ahli hadits, kecuali Bukhori).  

Imam Nawawi dalam “Syarah Muslim” setelah menyebutkan beberapa hadits tentang wudhu setelah berjima’, beliau berkata :

حَاصِل الْأَحَادِيث كُلّهَا أَنَّهُ يَجُوز لِلْجُنُبِ أَنْ يَنَام وَيَأْكُل وَيَشْرَب وَيُجَامِع قَبْل الِاغْتِسَال ، وَهَذَا مُجْمَع عَلَيْهِ

“kesimpulan hadits-hadits ini semuanya, bahwa diperbolehkan bagi orang yang junub untuk tidur, makan, minum dan berjima’ lagi, sebelum mandi dan ini adalah perkara yang telah disepakati (ijma ulama)”.    

 

Berkata Imam Bukhori :

267 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ المُنْتَشِرِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: ذَكَرْتُهُ لِعَائِشَةَ فَقَالَتْ: يَرْحَمُ اللَّهُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ «كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ، ثُمَّ يُصْبِحُ مُحْرِمًا يَنْضَخُ طِيبًا»

20). Hadits no. 267

“Haddatsanaa Muhammad bin Basyaar ia berkata, haddatsanaa Ibnu Abi ‘Adiy dan Yahya bin Sa’id dari Syu’bah dari Ibrohim bin Muhmmad ibnul Muntasyir dari Bapaknya ia berkata, aku menyebutkan dihadapan Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, lalu beliau berkata : “semoga Allah merakhmati Abu Abdir Rokhman, aku pernah memakaikan minyak wangi ke Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam, lalu Beliau menggilir istri-istrinya, lalu pada pagi harinya Beliau dalam keadaa ihram sedangkan minyak wangi bertetesan dari tubuh Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam”.

HR. Muslim no. 1192

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, kecuali :

1.  Nama                      : Abu ‘Amr Muhammad bin Ibrohim bin Abi ‘Adiy

Kelahiran                : Wafat 194 H

Negeri tinggal         : Bashroh

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Abu Hatim, Imam Nasa’I dan Imam Ibnu Hibban.

Hubungan Rowi       : Syu’bah  adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

2.  Nama                      : Ibrohim bin Muhammad ibnul Muntasyir

Kelahiran                : –

Negeri tinggal         : Kufah

Komentar ulama      : Tabi’I shoghiir. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Nasa’i , Imam Ibnu Sa’ad, Imam al-‘Ijli, Imam Ya’quub bin Sufyan dan Imam Ibnu Hibban. Imam Abu Hatim menilainya, Shoolih.

Hubungan Rowi       : Bapaknya adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

3.  Nama                      : Abu Abdillah Muhammad ibnul Muntasyir

Kelahiran                : –

Negeri tinggal         : Kufah

Komentar ulama      : Tabi’I wasith. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Sa’ad  dan Imam Ibnu Hibban. Imam Ahmad menilainya, Khoir.

Hubungan Rowi       : Aisyah Rodhiyallahu ‘anha adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

 

 

Berkata Imam Bukhori :

268 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُورُ عَلَى نِسَائِهِ فِي السَّاعَةِ الوَاحِدَةِ، مِنَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَهُنَّ إِحْدَى عَشْرَةَ» قَالَ: قُلْتُ لِأَنَسٍ أَوَكَانَ يُطِيقُهُ؟ قَالَ: كُنَّا نَتَحَدَّثُ «أَنَّهُ أُعْطِيَ قُوَّةَ ثَلاَثِينَ» وَقَالَ سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، إِنَّ أَنَسًا، حَدَّثَهُمْ «تِسْعُ نِسْوَةٍ»

21). Hadits no. 268

“Haddatsanaa Muhammad bin Basyaar ia berkata, haddatsanaa Mu’adz bin Hisyaam ia berkata, haddatsanaa Bapakku dari Qotadah ia berkata, haddatsanaa Anas bin Malik ia berkata : “adalah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menggilir istri-istrinya dalam satu waktu siang dan malam, dan istrinya ada 11 orang”. Aku (Qotadah) bertanya kepada Anas Rodhiyallahu ‘anhu, apakah Beliau mampu?, Anas Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “kami menceritakan bahwa Beliau diberikan kekuatan 30 laki-laki”. Sa’id berkata dari Qotadah, sesungguhnya beliau menceritakan kepada mereka : “9 wanita”.     

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu keterangannya.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Mandi cukup 1 kali, sekalipun untuk beberapa kali jima’. Ini adalah ijma ulama, sebagaimana dikatakan Imam Ibnu Bathol dalam Syarahnya :

لم تختلف العلماء فى جواز وطء جماعة نساء فى غسل واحد

“para ulama tidak berselisih tentang kebolehan menjimai sejumlah wanita dengan satu kali mandi”.

  1. Bolehnya melakukan jima’ lebih dari satu kali dan lebih dari satu istri pada satu waktu.
  2. Imam Ibnu Bathol memberikan faedah kepada kita bahwa mandi junub diperbolehkan untuk menggosok-gosok anggota tubuh dengan keras, karena dalam hadits Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, bekas minyak wangi Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam masih tersisa, seandainya Beliau menggosok-gosok tubuhnya dengan sangat, niscaya bekas minyak wanginya larut bersama air.
  3. Perowi hadist ini yaitu Muhammad ibnul Muntasyir sebelum mendatangi Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, ia telah bertanya kepada Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu tentang seorang yang memakai minyak wangi, padahal keesokan harinya akan berihram, maka jawaban Ibnu Umar sebagaimana dalam Shahih Muslim adalah :

مَا أُحِبُّ أَنْ أُصْبِحَ مُحْرِمًا أَنْضَخُ طِيبًا

“aku tidak suka jika seorang keesokan harinya berihram untuk melurumi badannya dengan minyak wangi”.

Lalu Muhammad ibnul Muntasyir mendatangi Aisyah Rodhiyallahu ‘anha dan menyebutkan fatwa Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu, maka Aisyah Rodhiyallahu ‘anha membantah fatwa tersebut dengan baik dan menjelaskan sebaliknya berdasarkan perbuatan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam.

  1. Pendapat yang menyelisihi sunnah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, wajib kita tinggalkan sekalipun yang mengatakannya adalah para ulama panutan kita.
  2. Bolehnya meminta second opinion kepada ulama lain yang mumpuni, jika didapatkan masih ada ganjalan terhadap fatwa yang diminta.
  3. Hadits adalah hujjah itu sendiri tanpa perlu menunggu adanya qoul dari ulama lain, jika memang hadits tersebut shahih, dengan dalil fatwa Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu yang menyelisihi sunah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, karena ketidak tahuan Beliau, namun ketika didapati bahwa ternyata Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah melumuri tubuhnya dengan minyak wangi padahal keesokan harinya akan berihram, maka kita tinggalkan pendapat Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu, seandainya Aisyah Rodhiyallahu ‘anha tidak memberitahu informasi ini, tentu kita akan berpegang dengan dhohirnya larangan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam untuk memakai minyak wangi ketika Ihram, termasuk H-1 dari pelaksanaannya, dengan tujuan agar minyak wangi tersebut masih ada bekasnya ketika keesokan harinya berihram, sebagaimana yang difatwakan oleh Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: