TAKLIQ RIYADHUS SHOLIHIN – BAB NIAT (EDISI LENGKAP)

May 31, 2014 at 6:23 am | Posted in Taliq Riyadhus Shoolihin | Leave a comment

ini adalah seri lengkap takliq Riyadhus Sholihin Bab Niat

Taliq Riyadhus Sholihih Bab Niat

semoga bermanfaat

SHOLAT TAHIYYATUL MASJID

May 31, 2014 at 2:56 am | Posted in fiqih | Leave a comment

SHOLAT TAHIYYATUL MASJID

 

Definisinya

Imam Abul Hasan ibnu al-Muhaalimiy asy-Syafi’i –Rahimahullah- (w. 415 H) dalam “al-Lubaab fii al-Fiqhi asy-Syafi’i” (hal. 144-cet. Daarul Bukhori, Madinah al-Munawaroh) berkata :

والمستحب لكل من دخل المسجد أن يصلّي ركعتين قبل أن يقعد في أي وقت كان، وهذا لمن كان دخوله المسجد أحيان.

فأما من يتواتر دخوله المسجد في الساعة الواحدة مرارا، فإن لم يصلّ التحيّة كل مرة رجوت أن يُجزئه

“dianjurkan bagi setiap orang yang masuk masjid untuk sholat 2 rakaat sebelum ia duduk pada waktu apapun. Ini bagi orang yang masuk masjid pada waktu itu. Adapun orang yang bolak-balik masuk masjid pada satu waktu, jika ia tidak sholat tahiyyat setiap kali ia masuk masjid, maka (sholat tahiyyat yang pertama-pent.) mencukupi”.

Penulis memandang apa yang dikatakan Imam al-Muhaalimy mencukupi dalam mendefinisikan apa yang disebut dengan sholat tahiyyatul masjid. Silakan bagi pembaca mendefinisikannya dengan lafadz sendiri bersumber dari perkataan Imamunaa diatas.

Sebenarnya penamaan sholat ini dengan Tahiyyatul Masjid tidak memiliki asal secara leterlek dalam bahasa Syar’i, ini hanyalah penamaan yang diberikan oleh ulama kita. Imam Ibnu Utsaimin dalam “liqooaatul Baabil Maftuuh” pernah menjawab pertanyaan berikut :

السؤال: تسمية تحية المسجد بهذا الاسم هل ورد على ذلك في الشرع دليل؟ Continue Reading SHOLAT TAHIYYATUL MASJID…

HUKUM MENGUCAPKAN SALAM PADA SAAT BERTANYA

May 31, 2014 at 2:49 am | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM MENGUCAPKAN SALAM PADA SAAT BERTANYA

 

Sebelumnya saya telah memposting fatwa dari Imam Ibnu Utsaimin berkaitan dengan mengucapkan salam pada saat bertanya, berikut teks fatwanya :

السؤال: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، ما حكم ركعتي تحية المسجد، مع ذكر الدليل؟ وما هو دليل المخالف للرد عليه؟ وهل يلزم القائلين بوجوب ركعتي تحية المسجد عند دخولهم المسجد في وقت النهي ركعتين أم لا؟ أفيدونا مأجورين!

الجواب: نعم! بارك الله فيك! أولاً: السلام عند إلقاء السؤال ليس من السنة، ونبَّهنا على هذا كثيراً، لأن الصحابة كانوا مع الرسول عليه الصلاة والسلام يجلسون ولا يسلمون إذا أرادوا السؤال، لو قدم الإنسان على الحلقة وسلم فهذا لا بأس

Soal : Assalamu ‘alaikum wa rokhmatullahi wa barokaatuhu, apa hukum sholat 2 rakaat tahiyyatul masjid –sebutkan juga dalillnya-? Dan apa dalil orang yang membantahnya? Apakah mengharuskan bagi orang yang berpendapat wajibnya sholat 2 rakaat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid pada waktu larangan untuk sholat 2 rakaat atau tidak? Berikan faedah kepada kami.

Jawab : iya, Barokallahu Fiik. Pertama, salam ketika melontarkan pertanyaan bukan termasuk sunnah, penjelasan tentang ini sangat banyak. Karena sahabat mereka senantiasa bermajelis dengan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, mareka tidak pernah mengucapkan salam ketika hendak bertanya. Seandainya seorang baru datang di sebuah halaqoh, lalu mengucapkan salam, maka ini tidak mengapa…

Demikian fatwa dari Imam Ibnu Utsaimin yang mengatakan bahwa kebiasan mengucapkan salam sebelum bertanya, bukan termasuk sunnah atau dengan bahasa lain bukan adab-adab dalam bertanya.

Continue Reading HUKUM MENGUCAPKAN SALAM PADA SAAT BERTANYA…

SHOLAT TAHIYATUL MASJID DULU ATAU MENJAWAB ADZAN KETIKA SHOLAT JUM’AT

May 25, 2014 at 3:58 am | Posted in fiqih | Leave a comment

 

SHOLAT TAHIYATUL MASJID DULU ATAU MENJAWAB ADZAN KETIKA SHOLAT JUM’AT

 

Soal : Apakah mengerjakan sholat tahiyyatul masjid ketika adzan boleh?

Jawab :

Kapan kita mampu untuk mengerjakan seluruh ketaatan kepada Allah, maka itu bagus, namun jika waktunya tebatas (artinya hanya mampu melaksanakan satu ketaatan dari beberapa pilihan-pent.), maka seseorang mengerjakan yang lebih tinggi (hukumnya) dan meninggalkan yang lebih rendah.

Continue Reading SHOLAT TAHIYATUL MASJID DULU ATAU MENJAWAB ADZAN KETIKA SHOLAT JUM’AT…

SEMUA ORANG AKAN MASUK NERAKA

May 25, 2014 at 2:30 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

SEMUA ORANG AKAN MASUK NERAKA

TAFSIR SURAT MARYAM AYAT 71

 

Saya akan membawakan kepada anda penjelasan tentang ayat ini dari Imam Al-Albani yang dikutip dalam kitab yang berjudul “Maushu’ah al-Albani fiil Aqidah” (9/414-cet. Markaz an-Nu’maan), sebuah karya dari Syaikh Syaadiy bin Muhammad alu Nu’man, dimana beliau mengumpulkan ucapan-ucapan Imam Al Albani yang tersebar dalam ceramah dan buku-bukunya berkaiatan dengan aqidah Islam. Berikut penjelasan sebagaimana yang tertera dalam judul artikel :

Seorang penanya berkata tentang makna sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam hadits yang terdahulu :

لن تمسه النار إلا تحلة القسم

“tidaklah ia disentuk neraka, kecuali seperti berlalunya sumpah”.

Hadits ini mengisyaratkan kepada firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

{وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا} (مريم:71)

“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (QS. Maryam : 71).

Para ulama baik dahulu maupun sekarang berbeda pendapat tentang makna ‘mendatangi neraka’,dalam hadits/ayat tersebut, menjadi 3 pendapat : (yang pertama), mereka mendatangi tepi neraka, sebagaimana Unta yang mendatangi tepi telaga. (pendapat kedua) melewati as-Siroth yang ada diatas neraka. (pendapat ketiga) hal ini tidak menafikan pendapat yang kedua, yaitu maknanya masuk kedalam neraka, karena melewati Siroth itu juga masuk kedalam neraka. Maka Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :  “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu”.  Yaitu masuk kedalamnya dan tidak ada perbedaan antara mukmin dan kafir, semuanya masuk baik manusia maupun jin. Namun setelah terealisasi sumpah Ilahiy ini dengan masuknya mereka kedalam neraka, kemudian segera terbedakan antara orang sholih dengan orang tholih (jelek), yang sholih masuk kedalam surga dan yang tholih masuk kedalam neraka.

Continue Reading SEMUA ORANG AKAN MASUK NERAKA…

Amal Sholih yang Ikhlas dapat Digunakan untuk Bertawasul kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa

May 25, 2014 at 1:05 am | Posted in Taliq Riyadhus Shoolihin | Leave a comment

Amal Sholih yang Ikhlas dapat Digunakan untuk Bertawasul kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa

 

Hadits No. 12

وعن أبي عبد الرحمان عبدِ الله بنِ عمرَ بن الخطابِ رضيَ اللهُ عنهما ، قَالَ :سمعتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – ، يقول : (( انطَلَقَ ثَلاثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى آوَاهُمُ المَبيتُ إِلى غَارٍ فَدَخلُوهُ، فانْحَدرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمُ الغَارَ ، فَقالُوا : إِنَّهُ لاَ يُنْجِيكُمْ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أنْ تَدْعُوا اللهَ بصَالِحِ أعْمَالِكُمْ .

قَالَ رجلٌ مِنْهُمْ : اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوانِ شَيْخَانِ كبيرانِ ، وكُنْتُ لا أغْبِقُ قَبْلَهُمَا أهْلاً ولاَ مالاً ، فَنَأَى بِي طَلَب الشَّجَرِ يَوْماً فلم أَرِحْ عَلَيْهمَا حَتَّى نَامَا ، فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُما نَائِمَينِ ، فَكَرِهْتُ أنْ أُوقِظَهُمَا وَأَنْ أغْبِقَ قَبْلَهُمَا أهْلاً أو مالاً ، فَلَبَثْتُ – والْقَدَحُ عَلَى يَدِي – أنتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُما حَتَّى بَرِقَ الفَجْرُ والصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَميَّ ، فاسْتَيْقَظَا فَشَرِبا غَبُوقَهُما . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاء وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ ، فانْفَرَجَتْ شَيْئاً لا يَسْتَطيعُونَ الخُروجَ مِنْهُ .

قَالَ الآخر : اللَّهُمَّ إنَّهُ كانَتْ لِيَ ابْنَةُ عَمّ ، كَانَتْ أَحَبَّ النّاسِ إليَّ – وفي رواية : كُنْتُ أُحِبُّها كأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النساءَ – فأَرَدْتُهَا عَلَى نَفْسِهَا فامْتَنَعَتْ منِّي حَتَّى أَلَمَّتْ بها سَنَةٌ مِنَ السِّنِينَ فَجَاءتْنِي فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمئةَ دينَارٍ عَلَى أنْ تُخَلِّيَ بَيْني وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفعَلَتْ ، حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا – وفي رواية : فَلَمَّا قَعَدْتُ بَينَ رِجْلَيْهَا ، قالتْ : اتَّقِ اللهَ وَلاَ تَفُضَّ الخَاتَمَ إلاّ بِحَقِّهِ ، فَانصَرَفْتُ عَنْهَا وَهيَ أَحَبُّ النَّاسِ إليَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِي أعْطَيتُها . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فيهِ ، فانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ ، غَيْرَ أَنَّهُمْ لا يَسْتَطِيعُونَ الخُرُوجَ مِنْهَا .

وَقَالَ الثَّالِثُ : اللَّهُمَّ اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ وأَعْطَيْتُهُمْ أجْرَهُمْ غيرَ رَجُل واحدٍ تَرَكَ الَّذِي لَهُ وَذَهبَ، فَثمَّرْتُ أجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنهُ الأمْوَالُ، فَجَاءنِي بَعدَ حِينٍ ، فَقالَ : يَا عبدَ اللهِ ، أَدِّ إِلَيَّ أجْرِي ، فَقُلْتُ : كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أجْرِكَ : مِنَ الإبلِ وَالبَقَرِ والْغَنَمِ والرَّقيقِ ، فقالَ : يَا عبدَ اللهِ ، لاَ تَسْتَهْزِىءْ بي ! فَقُلْتُ : لاَ أسْتَهْزِئ بِكَ ، فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فاسْتَاقَهُ فَلَمْ يتْرُكْ مِنهُ شَيئاً . الَّلهُمَّ إنْ كُنتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحنُ فِيهِ ، فانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا يَمْشُونَ )) مُتَّفَقٌ عليهِ .

“dari Abu Abdir Rokhman Abdullah bin Umar bin al-Khothoob rodhiyallahu anhumaa ia berkata, aku mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “ada 3 orang dari umat sebelum kalian yang sedang bepergian, hingga mereka kemalaman lalu akhirnya menginap di sebuah goa. Tiba-tiba sebuah batu dari atas gunung jatuh dan menutupi pintu goa. Mereka berkata : ‘kita tidak akan selamat di tengah padang pasir ini, kecuali jika kalian berdoa kepada Allah dengan amal-amal sholih kalian’.

Continue Reading Amal Sholih yang Ikhlas dapat Digunakan untuk Bertawasul kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa…

SHOLAT QOBLIYYAH ATAU TAHIYYAT KETIKA WAKTUNYA HANYA CUKUP UNTUK SATU SHOLAT SAJA

May 25, 2014 at 12:35 am | Posted in fiqih | 7 Comments

SHOLAT QOBLIYYAH ATAU SHOLAT TAHIYATUL MASJID JIKA WAKTU YANG TERSEDIA HANYA CUKUP UNTUK SALAH SATU SHOLAT SAJA

 

Qodarullah ketika kita datang ke masjid setelah adzan dan mendapati waktu yang tersisa adalah cukup hanya melaksanakan satu sholat sunnah saja, apakah kita akan mengerjakan sholat qobliyyah atau sholat tahiyatul masjid?, mengingat Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إذا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika kalian masuk masjid, janganlah duduk sampai kalian sholat 2 rakaat terlebih dahulu” (Muttafaqun alaih).

Jawabannya, Alhamdulillah para ulama telah menjelaskan cukup bagi kita mengerjakan sholat sunnah qobliyyah, karena itu dapat mencakup sholat tahiyatul masjid, maksudnya sholat tahiyatul masjid adalah sholat 2 rakaat yang dianjurkan ketika masuk masjid, sebelum duduk, maka ketika seorang hanya cukup waktunya untuk mengerjakan qobliyyah misalnya, dengan melaksanakannya sebanyak 2 rakaat, maka sholat sunnah qobliyyahnya tadi dapat dihitung sebagai sholat tahiyyatul masjid, dengan keumuman sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam diatas. Jadi orang tersebut tetap mendapatkan dua pahala yakni pahala sholat sunnah qobliyyah dan sholat tahiyyatul masjid.

Continue Reading SHOLAT QOBLIYYAH ATAU TAHIYYAT KETIKA WAKTUNYA HANYA CUKUP UNTUK SATU SHOLAT SAJA…

Hukum Perayaan Hari Besar Islam Yang Biasa Dilakukan Masyarakat

May 18, 2014 at 3:12 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

INDONESIA BERTANYA ULAMA MENJAWAB

Hukum Perayaan Hari Besar Islam Yang Biasa Dilakukan Masyarakat

 

Soal : Apa hukum perayaan maulid Nabi dan malam Isra’ Mi’raj dengan tujuan dakwah Islam dan (menampakkan syi’ar Islam), sebagaimana terlihat di Indonesia?

Jawab :

Nabi sholallahu alaihi wa salam telah mendakwahkan islam dengan ucapan, amalan dan jihad fii sabilillah, Beliau adalah orang yang paling mengetahui cara dakwah, menyebarkannya dan menampakkan syiar-syiar Islam. Namun bukan petunjuk Beliau dalam berdakwah dan menampakkan syiar Islam dengan mengadakan acara maulid dan tidak juga perayaan Isra’ Mi’raj. Beliau yang mengetahui ukuran hal tersebut dan Beliau telah menentukan  ukurannya, lalu para sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam berjalan diatas metode tersebut, mereka mengambil petunjuk Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam mendakwahkan Islam dan menyebarkannya, mereka tidak berselisih tentang hal tersebut dan juga pandangannya dari kejadian-kejadian besar.

Continue Reading Hukum Perayaan Hari Besar Islam Yang Biasa Dilakukan Masyarakat…

Hukum Menggati Nama Setelah Berhaji

May 18, 2014 at 3:09 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

INDONESIA BERTANYA ULAMA MENJAWAB

Hukum Menggati Nama Setelah Berhaji

 

Soal : Apa hukum mengganti nama sebagaimana yang biasa dilakukan oleh jemaah haji Indonesia, mereka mengganti namanya di Mekkah atau di Madinah, apakah ini sunah atau tidak?

Jawab :

Nabi sholallahu alaihi wa salam memerintahkan untuk mengganti nama-nama yang jelek dengan nama-nama yang bagus, jika jamaah haji Indonesia mengganti namanya karena hal tersebut, bukan karena setelah haji atau mengunjungi masjid Nabawi, maka hal tersebut boleh, namun jika misalnya, alasannya karena mereka di Mekkah atau di Madinah atau selesai dari berhaji maka itu bid’ah dan bukan sunnah.

Mufti : lembaga ulama Saudi Arabia yang diketuai Imam bin Baz

  Continue Reading Hukum Menggati Nama Setelah Berhaji…

Imam Sholat Berdoa Setelah Membaca Al Fatihah Sebelum Amiin

May 18, 2014 at 3:01 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

INDONESIA BERTANYA ULAMA MENJAWAB

Imam Sholat Berdoa Setelah Membaca Al Fatihah Sebelum Amiin

 

Soal : berikan fatwa kepada kami –Jazakumullah Khoir-, kebiasan sebagian Imam masjid di Jawa, Indonesia, yang mana Imam sholat mengatakan Allahummagh firliy wa waalidayya, setelah membaca Al Fatihah.

–kapan mereka mengucapkanya-?

Ketika ghoiril maghduubi ‘alaihim wa laadhooliiin, Robbigh firliy wa waalidayya, lalu Amiin. Apakah sholatku dibelakang mereka batil? Dan apakah aku berdosa jika tidak mengingatkan mereka tentang apa yang mereka lakukan? Berikan fatwa kepadaku –Jazakumullah khoir-?

Jawab :

Continue Reading Imam Sholat Berdoa Setelah Membaca Al Fatihah Sebelum Amiin…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: