SHOLAT MENGHADAP KE API

May 3, 2014 at 10:47 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM SHOLAT MENGHADAP KE API

 

Asy-Syaikh Robii’ bin Hadi pernah ditanya dengan pertanyaan berikut :

Soal : benarkah ucapan ini : ‘sholat menghadap ke api, dimana api tersebut dijadikan sutroh oleh orang yang sholat tersebut, tidak mengapa, selama orang tersebut tidak berkeyakinan dengannya, maka ketika itu batil. Dalilnya adalah Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah ditampakkan surga dan neraka dihadapannya, sedangkan Beliau dalam keadaan sholat?

Jawab :

Saya tidak hapal hadits tentang larangan sholat menghadap ke api, namun hal ini terdapat dalam ucapan para ahli fikih. Mungkin mereka memiliki hadits lemah, adapun saya tidak bisa menyebutkannya sekarang, namun saya akan menyebutkan ucapan ulama bahwa didalamnya terdapat tasyabuh dengan para penyembah api, sedangkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang kita untuk tasyabuh dengan orang-orang kafir, Beliau sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk didalamnya”.

Maka alasan ini sangat bagus, yakni sholat menghadap ke api masuk dalam keumuman hadits ini, saya tidak mengetahui nash yang tegas tentang hal ini, kecuali jika ada yang mau menyebutkan dalilnya, maka silahkan Barokallahu fiikum.

Adapun batilnya orang yang sholat menghadap ke api, maka kami tidak mampu untuk mengatakan batilnya sholat tadi.

Sumber : fatawa munawiah, ini teks aslinya :

السؤال: ما صحة هذا القول: الصلاة إلى النار بحيث تكون سترة للمصلي لا بأس بها ما لم يصحبها اعتقاد فإنها باطلة، ودليله أن النبي عليه الصلاة والسلام عُرِضت عليه الجنة والنار وهو في صلاته؟

الجواب: أنا لا أحفظ حديثا ينهى عن الصلاة إلى النار؛ لكن ورد في كلام الفقهاء

وقد يكون لهم حديث ضعيف، أما أنا فلا أذكره الآن، لكن مما أذكره من كلام العلماء أن فيه تشبها بعبدة النار، والرسول صلى الله عليه وسلم نهانا عن التشبه بالكفار فقال: (من تشبه بقوم فهو منهم)

فهذه العلّة جيدة، وإلا من النص فإنها؛ يعني الصلاة إلى النار تدخل في عموم هذا الحديث، ما أعرف نصا يعني واضحا في هذا إلا إذا كان واحد يذكر هذا فليتفضل بارك الله فيكم. أما البطلان، فلا نقدر أن نقول ببطلان الصلاة.

Kemungkinan sholat menghadap ke api adalah ketika sedang sholat pada malam hari dan kebetulan sedang terjadi pemadaman listrik atau ada kerusakan instalasi listrik, maka ada salah satu fatwa dari Imam Ibnu Utsaimin tentang hal ini :

Soal : terdapat masalah diantara sebagian orang yang sholat di masjid ketika terjadi pemadaman listrik. (api/lilin) diletakkan dihadapan orang yang sedang sholat, apakah ini haram? Atau makruh yang harus dijauhi atau tidak mengapa? Dan apakah sholat didepan api diharamkan atau makruh? Berikan kami faedah kepada kami, Jazakumullah khoir agar orang-orang yang sholat yang membaca (fatwa ini) dapat hilang isykal yang ada pada mereka. Wassalamu alaikum wa rokhmatullahi wa barokatuhu.

Jawab :

Alaikum salam wa rokhmatullahi wa barokatuhu.

Para ulama berselisih pendapat tentang sholat menghadap api, diantara mereka ada yang memakruhkannya dan diantara mereka ada yang tidak memakruhkannya. Ulama yang memakruhkannya beralasan bahwa hal tersebut menyerupai penyembah api, dan ma’ruf bahwa penyembah api mereka beribadah ketika api dinyalakan, adapun apa yang tidak menyala, maka ini menghapus ilat hukum, sehingga tidak dimakruhkan sholat menghadap kepadanya.

Kemudian manusia butuh kepada api ini pada waktu gelap untuk penerangan, jika mereka menempatkannya di belakang, maka manfaat cahayannya akan luput atau sedikit, jika ditempatkan disamping kanan atau kiri, juga sedikit manfaat cahayanya, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali harus menempatkannya didepannya.

Kaedah yang ma’ruf menurut ulama bahwa sesuatu yang makruh diperbolehkan ketika ada hajat, kemudian api ini umumnya tidak ditempatkan  dihadapan imam, namun didepan makmun, maka lebih ringan perkaranya, karena imam adalah pemimpim ketika itu dan sutrohnya adalah sutroh makmum. Wallahu A’lam.

Teks aslinya :

سئل فضيلة الشيخ: وقع مشكلة بين بعض المصلين في المساجد حول الدفايات الكهربائية، ووضعها أمام المصلين هل هذا حرام؟ أو مكروه يتنزه عنه، أو لا بأس به؟ وهل الصلاة أمام النار محرمة أو مكروهة؟ أفيدونا جزاكم الله خيراً بالجواب المحرر لكي يقرأ على المصلين ويزول الإشكال، والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

فأجاب فضيلته بقوله: وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

اختلف العلماء – رحمهم الله تعالى – في الصلاة إلى النار:

فمنهم من كرهها، ومنهم من لم يكرهها، والذين كرهوها عللوا ذلك بمشابهة عباد النار. والمعروف أن عبدة النار يعبدون النار ذات اللهب، أما ما ليس لها لهب فإن مقتضى التعليل أن لا تكره الصلاة إليها.

ثم إن الناس في حاجة إلى هذه الدفايات في أيام الشتاء للتدفئة، فإن جعلوها خلفهم فاتت الفائدة منها أو قلت، وإن جعلوها عن أيمانهم، أو شمائلهم لم ينتفع بها إلا القليل منهم، وهم الذي يلونها، فلم يبق إلا أن تكون أمامهم ليتم انتفاعهم بها، والقاعدة المعروفة عند أهل العلم أن المكروه تبيحه الحاجة.

ثم إن هذه الدفايات في الغالب لا تكون أمام الإمام وإنما تكون أمام المأمومين وهذا يخفف أمرها؛ لأن الإمام هو القدوة ولهذا كانت سترته سترة للمأموم. والله أعلم. كتبه محمد الصالح العثيمين في 22/6/1409هـ.

Alangkah cerdasnya Imam Bukhori, ketika menyebutkan pembahasan dalam masalah ini, beliau membuat satu judul bab dalam kitab shahihnya yaitu bab :

باب مَنْ صَلَّى وَقُدَّامَهُ تَنُّورٌ أَوْ نَارٌ أَوْ شَىْءٌ مِمَّا يُعْبَدُ ، فَأَرَادَ بِهِ اللَّهَ

“Bab orang yang sholat dan didepannya ada tungku atau api atau sesuatu yang biasa disembah, namun ia tetap dengan sholatnya tersebut menghadap kepada Allah”.

Kemudian Imam Bukhori menurunkan dua buah hadits, satu mu’alaq dari az-Zuhriy, Anas rodhiyallahu anhu telah mengabariku, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

عُرِضَتْ عَلَىَّ النَّارُ وَأَنَا أُصَلِّى

“ditampakkan dihadapanku api neraka, sedangkan waktu itu saya sedang sholat”.

Dan satu hadits lagi dengan sanad yang bersambung sampai kepada Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhumaa, beliau berkata :

انْخَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ « أُرِيتُ النَّارَ ، فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ »

“telah terjadi gerhana matahari, lalu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pun sholat gerhana, kemudian Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “aku diperlihatkan api neraka, aku belum pernah melihatnya sama sekali, seperti pada hari ini”.

Imam Ibnu Bathool dalam “Syarah Bukhori” berkata :

الصلاة جائزة إلى كل شىء إذا لم يقصد الصلاة إليه وقصد بها الله، تعالى، والسجود لوجهه خالصًا، ولا يضره استقبال شىء من المعبودات وغيرها كما لم يضر الرسول ما رآه فى قبلته من النار.

“sholat boleh menghadap apa saja, selama tidak dimaksudkan sholat menghadap kepadanya, namun ia tetap memaksudkan kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa dan sujud mengharap wajah-Nya dengan ikhlas. Tidak masalah menghadap sesuatu yang disembah dan selaiannya, sebagaimana Rasulullah sholallahu alaihi wa salam tidak masalah ketika melihat didepan kiblatnya ada api neraka”.

Berdasarkan penjelasan dari Imam Bukhori bahwa pendapat yang rajih adalah tidak mengapa sholat menghadap ke api, selama ia memaksudkan dengan sholatnya tadi ikhlas kepada Allah. Namun demi keluar dari perselisihan ulama, hendaknya dihindari sholat dengan menjadikan sutroh didepannya api atau sesuatu yang biasa disembah orang Musyrik seperti keris, salib, pohon keramat dan semisalnya. Begitu juga ketika terjadi pemadaman listrik, sebisa mungkin jangan menggunakan lilin atau ceplik (jawa), namun bisa menggunakan lampu emergency atau memasang genset, untuk stand by jika aliran listrik dari pemerintah mati. Wallahu A’lam.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: