MENAFKAHI KELUARGA DAPAT BERPAHALA

May 10, 2014 at 1:55 pm | Posted in Taliq Riyadhus Shoolihin | Leave a comment

Menafkahi Keluarga dengan Niat Mengharapkan Wajah Allah Azza wa Jalla akan Mendapatkan Pahala

 

Hadits No. 6

وعن أبي إسحاقَ سَعدِ بنِ أبي وَقَّاصٍ مالِكِ بنِ أُهَيْب بنِ عبدِ منافِ بنِ زُهرَةَ بنِ كلابِ بنِ مُرَّةَ بنِ كعبِ بنِ لُؤيٍّ القُرشِيِّ الزُّهريِّ – رضي الله عنه – ، أَحَدِ العَشَرَةِ ) المشهودِ لهم بالجنةِ – رضي الله عنهم – ، قَالَ : جاءنِي رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعُودُنِي عَامَ حَجَّةِ الوَدَاعِ مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ بي ، فقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، إنِّي قَدْ بَلَغَ بي مِنَ الوَجَعِ مَا تَرَى ، وَأَنَا ذُو مالٍ وَلا يَرِثُني إلا ابْنَةٌ لي ، أفأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَيْ مَالِي ؟ قَالَ : (( لا )) ، قُلْتُ : فالشَّطْرُ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ فقَالَ : (( لا )) ، قُلْتُ : فالثُّلُثُ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : (( الثُّلُثُ والثُّلُثُ كَثيرٌ – أَوْ كبيرٌ – إنَّكَ إنْ تَذَرْ وَرَثَتَكَ أغنِيَاءَ خيرٌ مِنْ أنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يتكفَّفُونَ النَّاسَ ، وَإنَّكَ لَنْ تُنفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغي بِهَا وَجهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ في فِيِّ امْرَأَتِكَ )) ، قَالَ : فَقُلتُ : يَا رسولَ اللهِ ، أُخلَّفُ بعدَ أصْحَابي ؟ قَالَ : (( إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعملَ عَمَلاً تَبتَغي بِهِ وَجْهَ اللهِ إلاَّ ازْدَدتَ بِهِ دَرَجةً ورِفعَةً ، وَلَعلَّكَ أنْ تُخَلَّفَ حَتّى يَنتَفِعَ بِكَ أقْوَامٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخرونَ . اللَّهُمَّ أَمْضِ لأصْحَابي هِجْرَتَهُمْ ولاَ تَرُدَّهُمْ عَلَى أعقَابهمْ ، لكنِ البَائِسُ سَعدُ بْنُ خَوْلَةَ )) يَرْثي لَهُ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أنْ ماتَ بمَكَّة . مُتَّفَقٌ عليهِ .

“dari  Abu Ishaq Sa’ad bin Abi Waqqoosh Maalik nin Uhaib bin Abdi Manaaf bin Zuhroh bin Kilaab bin Murroh bin Ka’ab bin Luai al-Qurosyi az-Zuhriy Rodhiyallahu ‘anhu –salah satu sahabat yang dijamin masuk surga-, beliau berkata : “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengunjungiki pada tahun haji wada’ pada saat saya sakit keras, aku berkata : “wahai Rasulullah, saya sedang menderita sakit keras, sebagaimana engkau lihat, sedangkan aku memiliki harta dan tidak ada yang mewarisiku, kecuali 1 anak perempuan. Bolehkah aku bersedekah dua pertiga hartaku kepadanya?”. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “tidak boleh”. Lanjutku : “kalau setengahnya?”. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “tidak boleh”. Lanjutku : “jika sepertiga, wahai Rasulullah?”. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “ya sepertiga, sepertiga itu banyak –atau besar-, sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan. Lebih baik daripada engkau meninggalkannya dalam kefakiran yang menjadi beban manusia. Tidaklah engkau menafkahkan hartamu dengan mengharao Wajah Allah, kecuali engkau akan diberi pahala, sampai pun apa yang engkau suapkan ke mulut istrimu”. Lanjutku lagi : “wahai Rasulullah, apakah aku akan dtinggalkan setelah (kepulangan) sahabat-sahabatku?”. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “engkau tidak akan ditinggalkan, maka tidaklah engkau beramal dengan suatu amalan yang engkau harapkan dengannya Wajah Allah, melainkan akan meninggikan derajat dan kemulianmu, mungkin engkau akan (meninggal dunia) lebih akhir, hingga suatu kaum akan merasakan manfaat darimu dan kaum lainnya (orang kafir) akan mendapatkan mudhorot karenamu. Ya Allah kokohkanlah para sahabatku karena hijrah mereka dan jangan kembalikan mereka kepada kekafiran, namun yang rugi adalah Sa’ad bin Khoulah”.

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam menyayangkan Sa’ad bin Khoulah yang wafat di Mekkah.

Disepakati keshahihannya oleh ImamBukhori dan Imam Muslim.

Faedah :

  1. Nafkah kepada keluarga yang memang itu adalah kewajiban seorang suami atau Bapak kepada anak-istrinya, jika memang diniatkan untuk mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’alaa, akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’alaa.
  2. Wasiat tidak boleh melebihi sepertiga harta pewaris.
  3. Amalan sholih yang ikhlas dan sesuai petunjuk Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam akan mengangkat derajat pelakunya disisi Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman :

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya ” (QS. Al An’aam : 132)

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: