MELIHAT ALLAH DALAM MIMPI

May 11, 2014 at 1:58 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

MELIHAT ALLAH DALAM MIMPI 

Soal : apakah mungkin seorang melihat Rabbnya atau mendengar suara-Nya dalam mimpi?

Jawab :

Adapun dilihatnya Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa dalam mimpi, ini adalah perkara yang luas, karena kejadiannya serupa dengan khayalan. Sebab Allah, sebagaimana dikatakan Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam hadits tentang Dajjaal, ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam mensifatinya, Beliau bersabda : “Dajjaal itu picek (sebelah matanya), sedangkan Rabb kalian tidak picek”.

Dalam Shahih Muslim, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sesungguhnya kalian tidak akan melihat Rabbnya, sampai kalian meninggal dunia terlebih dulu”.

Adapun mimpi, maka ini adalah khayalan, dinisbatkan kepada Imam Ahmad bahwa beliau bermimpi melihat Rabbnya berapa kali –wallahu a’lam kebenarannya-, adapun mendengar suara-Nya, maka ini juga mustahil, keculai jika itu terjadi dalam khayalannya juga.

Pembawa acara : hadits : “Rabbku mendatangiku dalam bentuk yang paling baik”.

Asy-Syaikh : hadits ini shahih, namun hal tersebut dalam mimpi.

Pembawa acara : ya, dalam mimpi, oleh karenanya benarlah melihat Allah dalam mimpi

Asy-Syaikh : namun pertanyaanmu adalah umum, tidak mengatakan pengkhususan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam

Pembawa acara : yakni hal ini khusus kepada Rasulullah?

Asy-Syaikh : betul

Pembawa acara : Ibnu Taimiyyah mengatakan bolehnya ini yakni seorang melihat Rabbnya dalam mimpi, berdalil dengan hadits ini dan Imam Ahmad melihat Rabbnya dalam mimpi.

Asy-Syaikh : saya menjawabnya juga seperti itu, namun saya menyelisihi apa yang dinukil dari Ibnu Taimiyyah. Kami katakan, berdalil dengan hadits ini tidak benar, karena ini bukanlah umum, namun merupakan kekhususan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, tapi dilihat dari khayalan yang tidak memiliki batas, maka melihat Allah dalam mimpi adalah perkara yang mungkin.

 

Dinukil dari : Maushu’ah Al Albani fiil Aqidah (7/771-772) karya Syaikh Syaadiy bin Muhammad bin Saalim Alu Nu’maan.

Teks aslinya :

سؤال: هل يمكن للإنسان أن يرى ربه أو يسمع صوته في المنام؟

الشيخ: أما أن يُرى في المنام فالأمر واسع؛ لأن القضية أشبه ما يكون بالخيال؛ لأن الله كما قال عليه السلام في الحديث في رواية من روايات حديث الدجال لما وصفه عليه الصلاة والسلام قال: «إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور» قال في رواية في صحيح مسلم: «وإن أحدكم لن يرى ربه حتى يموت».

أما الرؤية المنامية فهي رؤية خيالية، وتنسب رواية إلى الإمام أحمد بأنه رأى ربه كذا مرة والله أعلم بصحتها، أما أن يسمع الصوت فهذا يستحيل إلا أن يكون رآه في الخيال أيضاً.

مداخلة: حديث: «أتاني ربي بأحسن صورة».

الشيخ: حديث صحيح هذا، لكن هذا في المنام.

مداخلة: نعم، في المنام فهو إذاً يُثْبِتُ الرؤية في المنام.

الشيخ: لكن هو سؤالك كان عامًّا لم يقل بخصوص الرسول عليه السلام.

مداخلة: يعني هو خاص بالرسول؟

الشيخ: طبعًا.

مداخلة: ابن تيمية يقول بجواز هذا أن يرى الإنسان ربه في المنام، استدل بهذا الحديث وأن الإمام أحمد رأى ربه في المنام.

الشيخ: أنا أجبت نحو هذا، لكن أنا أختلف عما تنقله عن ابن تيمية، نقول:

الاستدلال بالحديث لا يصح؛ لأن هذا ليس فيه عموم وإنما هو خصوصية للرسول عليه السلام، لكن من حيث الإمكان الخيالي الذي لا حدود له، هذا أمر ممكن …

“الهدى والنور” (87/:00:25:39)

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: