MENYEMPURNAKAN SHOLAT KETIKA SAFAR

May 11, 2014 at 2:18 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MENYEMPURNAKAN SHOLAT KETIKA SAFAR

 

Soal : apakah boleh menyempurnakan sholat pada saat safar?

Jawab :

Menyempurnakan sholat pada saat sedang safar tidak boleh menurut sebagian ulama yang mengatakan wajibnya qoshor, seperti Imam Abu Hanifah. Sedangkan menurut ulama lainnya, diperbolehkan tapi makruh hukumnya dan ini yang lebih dekat kepada kebenaran. Dalilnya adalah para sahabat rodhiyallahu anhum ketika melihat Utsman rodhiyallahu anhu menyempurnakan sholat pada saat bersafar ke Mina, mereka mengingkarinya, namun mereka tetap sholat dibelakang beliau dengan sempurna, seandainya mereka memandang qoshor wajib, tentu mereka tidak akan menyempurnakan sholat bersama beliau, karena berarti menambahi rakaat sholat yang seharusnya dikurangi karena qoshor.

Maka menurutku yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat terakhir bahwa menyempurnakan sholat tidak wajib, namun makruh, selama seorang tidak mendapati seorang Imam sholat yang menyempurnakan sholatnya, maka ketika seperti itu ia tetap menyempurnakan sholatnya, sama saja ia mendapati sholat seluruhnya atau sebagiannya.

Yang bertanya : seandainya seorang yang bersafar menjadi imam dan yang menjadi makmum dibelakangnya adalah orang yang mukim, maka apakah tetap makruh (menyempurnakan sholat)?

Jawab :

iya, sampaipun ketika ia menjadi imam dan dibelakangnya orang yang mukim, maka ia mengqoshor sholatnya dan katakan kepada para makmum yang mukim, kalian sempurnakan sholat, karena saya adalah musafir.

Sehingga dengan ini tampaklah sunnah, karena sunah ini tidak diketahui lagi pada kebanyakan orang dan diingkari oleh orang yang awam, namun jika telah masyhur dan manusia biasa melakukannya, maka jadilah hal ini sebagai pelembut hati manusia dan menjadi ma’ruf, sebagaimana hal ini ma’ruf sesuai syariat.

Hendaknya seorang terlebih lagi penuntut ilmu yang diambil ucapannya untuk menghidupkan sunnah yang mati ini hingga hal yang ma’ruf menjadi mungkar.

 

Sumber : Liqoo baabil Maftuh dengan mufti Imam Ibnu Utsaimin.

Teks asli :

 

السؤال: هل يجوز إتمام الصلاة في السفر؟

___________________________________

الجواب: إتمام الصلاة في السفر غير جائز عند بعض العلماء الذين يقولون بوجوب القصر كأبي حنيفة ، وعند الآخرين جائز لكن مع الكراهة؛ وهذا هو الأقرب، ودليل ذلك: أن الصحابة رضي الله عنهم لما أتمَّ عثمان رضي الله عنه في منى أنكروا عليه الإتمام، ولكنهم كانوا يصلون معه ويتمون، ولو كانوا يرون أن القصر واجب ما أتموا معه؛ لأنهم يزيدون في الصلاة ما ليس منها، فالأقرب عندي أخيراً: أنه ليس بواجب لكنه مكروه، ما لم يصل الإنسان مع إمام يتم فيلزمه الإتمام سواء أدرك الصلاة كلها أو بعضها. السائل: لو كان المسافر إماماً ومن خلفه مقيمون فهل تبقى الكراهة؟ الشيخ: نعم، حتى لو كان إماماً ومن خلفه مقيمون فإنه يقصر، ويقول لهم: أتموا فإنا قوم مسافرون حتى تظهر السنة؛ لأن هذه السنة مجهولة عند كثير من الناس، وينكرها العوام، لكن إذا اشتهرت وفعلها الناس صارت مألوفة عند الناس، وصارت معروفاً كما هي معروف شرعاً، والذي ينبغي للإنسان ولا سيما طالب العلم الذي يؤخذ بقوله، أن يحيي السنة التي أميتت حتى لا يكون المعروف منكراً.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: