SHOLAT QOBLIYYAH ATAU TAHIYYAT KETIKA WAKTUNYA HANYA CUKUP UNTUK SATU SHOLAT SAJA

May 25, 2014 at 12:35 am | Posted in fiqih | 7 Comments

SHOLAT QOBLIYYAH ATAU SHOLAT TAHIYATUL MASJID JIKA WAKTU YANG TERSEDIA HANYA CUKUP UNTUK SALAH SATU SHOLAT SAJA

 

Qodarullah ketika kita datang ke masjid setelah adzan dan mendapati waktu yang tersisa adalah cukup hanya melaksanakan satu sholat sunnah saja, apakah kita akan mengerjakan sholat qobliyyah atau sholat tahiyatul masjid?, mengingat Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إذا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika kalian masuk masjid, janganlah duduk sampai kalian sholat 2 rakaat terlebih dahulu” (Muttafaqun alaih).

Jawabannya, Alhamdulillah para ulama telah menjelaskan cukup bagi kita mengerjakan sholat sunnah qobliyyah, karena itu dapat mencakup sholat tahiyatul masjid, maksudnya sholat tahiyatul masjid adalah sholat 2 rakaat yang dianjurkan ketika masuk masjid, sebelum duduk, maka ketika seorang hanya cukup waktunya untuk mengerjakan qobliyyah misalnya, dengan melaksanakannya sebanyak 2 rakaat, maka sholat sunnah qobliyyahnya tadi dapat dihitung sebagai sholat tahiyyatul masjid, dengan keumuman sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam diatas. Jadi orang tersebut tetap mendapatkan dua pahala yakni pahala sholat sunnah qobliyyah dan sholat tahiyyatul masjid.

Imam Nawawi dalam “al-Majmu Syarah al-Muhadzab” (4/52-cet. Daarul Fikr) berkata :

قَالَ أَصْحَابُنَا وَلَا يُشْتَرَطُ أَنْ يَنْوِيَ بِالرَّكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ بَلْ إذَا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ بِنِيَّةِ الصَّلَاةِ مُطْلَقًا أَوْ نَوَى رَكْعَتَيْنِ نَافِلَةً رَاتِبَةً أَوْ غَيْرَ رَاتِبَةٍ أَوْ صَلَاةَ فَرِيضَةٍ مُؤَدَّاةٍ أَوْ مَقْضِيَّةٍ أَوْ مَنْذُورَةٍ أَجْزَأَهُ ذَلِكَ وَحَصَلَ لَهُ مَا نَوَى وَحَصَلَتْ تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ ضِمْنًا وَلَا خِلَافَ فِي هَذَا قَالَ أَصْحَابُنَا وَكَذَا

لَوْ نَوَى الْفَرِيضَةَ وَتَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ أَوْ الرَّاتِبَةَ وَتَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ حَصَلَا جَمِيعًا بِلَا خِلَافٍ

“para ashab Syafi’iyyah berkata : ‘tidak dipersyaratkan untuk berniat 2 rakaat sholat tahiyatul masjid, namun jika ia sholat 2 rakaat dengan niat sholat mutlak atau niat 2 rakaat nafilah rowatib atau bukan rowatib atau sholat wajib yang ada’an (dikerjakan pada waktunya) atau sholat wajib qodho atau karena bernadzar, maka hal tersebut mencakup sholat yang ia niatkan dan sholat tahiyyatul masjid’.

Tidak ada perselisihan dalam madzhab Syafi’i tentang pendapat diatas, demikian juga seandainya ia meniatkan sholat wajib dan tahiyyatul masjid atau sholat rowatib dan tahiyyatuk masjid maka semuanya akan mendapatkan pahala. Tidak ada perselisihan tentang hal tersebut (dalam madzhab kami)”.

Hal senada juga dikatakan oleh Imam ar-Roofi’iy (w. 623 H) dalam “Fathul Aziiz bisyarhil Wajiiz” (4/259-cet. Daarul Fikr), kata beliau :

ولو صلي الداخل فريضة أو وردا أو سنة ونوى التحية ايضا حصلا كما لو كبر وقصد اعلام الناس ولو لم ينو التحية حصلت ايضا كذلك ذكره صاحب التهذيب وغيره

“seandainya seorang yang masuk masjid melakukan sholat wajid atau sunnah dan meniatkannya juga dengan sholat tahiyyat, maka akan mendapatkan kedua pahala sholat tersebut, sebagaimana juga ketika ia bertakbir dan bermaksud memberitahu manusia (bahwa ia sedang sholat), sekalipun tanpa berniat tahiyyatul masjid, tetap akan mendapatkan pahala tahiyyat, sebagaimana disebutkan oleh penulis at-Tahdziib dan selainnya”.

Jadi seorang yang ketika masuk masjid lalu ia melakukan sholat sunnah atau wajib tanpa duduk terlebih dahulu, ia tetap mendapatkan pahala tahiyyatul masjid, baik ia niatkan ataupun tidak diniatkan, demikian ucapan Aimah madzhab Syafi’iyyah dan selainnya. Karena maksud dari sholat tahiyyatul masjid adalah seorang bersegera melakukan sholat 2 rakaat, sebelum ia duduk di masjid menunggu ditegakkannya sholat fardhu 5 waktu. Tim penulis kitab “al-Fiqh al-Manhajiy ‘alaa madzhabi al-Imam asy-Syafi’i” (1/215-cet. Daarul Qolam, Damaskus) berkata :

وتحصل التحية بالفرض، أو بأي نفل آخر، لأن المقصود أن لا يبادر الإنسان الجلوس في المسجد بغير صلاة.

“pahala sholat tahiyyatul masjid tetap didapatkan dengan mengejakan sholat wajib atau sholat nafilah lainnya, karena maksud tahiyyatul masjid adalah seorang agar tidak langsung duduk di masjid, tanpa terlebih dahulu mengerjakan sholat”.

 

Advertisements

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.
    Sebelumnya saya doakan semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah subhaAllahu wa ta’ala beserta keluarga.
    Terima kasih ustadz jawabannya, semoga Allah membalas dengan yang lebih baik.
    Bagaimana dengan amalan berdasarkan niatnya ustadz?
    Lebih tinggi mana kedudukan hukum shalat tahiyatul masjid dengan qabliyah subuh?
    Mana lebih besar pahalanya?
    Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.

    Like

  2. Wa alaikum salam wa rokhmatullahi wa barokatuhu,

    semoga Bapak dan sekeluarga juga dalam lindungan Allah Taalaa -Amiin-.
    untuk masalah niat, para ulama menyebutkan bahwa maksud dari sholat tahiyyatul masjid adalah seorang melaksanakan sholat ketika masuk masjid sebelum duduk. maka ketika seorang misalnya melakukan sholat qobliyyah subuh, maka sholat tahiyyatul masjid sudah tercakup didalamnya. namun tidak ada salahnya ketika kita melakukan sholat qobliyyah Subuh kita niatkan juga untuk tahiyyatul masjid. terlebih lagi jika waktunya cukup luang untuk kita melakukan kedua sholat tersebut.
    masalah hukum sholat tahiyyatul masjid, maka saya telah menuliskan artikel terkait hal itu dalam tulisan terbaru.
    adapun besarnya pahala, maka -fiimaa naklam- yang disebutkan hanya sholat qobliyah Subuh yakni kebaikannya melebihi dunia dan seisinya, sebagaimana dalam hadits Ummul Mukminin Aisyah Rhodiyallahu anha yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Wallahu Aklam.

    Like

  3. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.
    Sebelumnya saya doakan semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah subhaAllahu wa ta’ala beserta keluarga.
    Terima kasih banyak ustadz atas doa dan jawabnya semoga Allah membalas dengan berlipat ganda.
    Ustadz bolehkah saya minta alamai email pribadi, agar bisa lebih leluasa mudzakarahnya. Kirim ke : agung_swasana@outlook.co.id .Jazzakallahu khairan.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.

    Like

  4. email saya abu.said2309@gmail.com

    Like

  5. assalamualaikum… Ustadz saya pingin nanya, bolehkah hanya mengerjakan salah satu shalat rawatib (Qobliyah atau Ba’diyah) saja? Terima Kasih.

    Like

  6. Saat Dzuhur/ Isya

    Like

  7. boleh karena hukum sholat rawatib adalah sunnah

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: