MENCIPRAT-CIPRATKAN AIR YANG ADA DITANGAN SETELAH MANDI

June 1, 2014 at 2:43 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ نَفْضِ اليَدَيْنِ مِنَ الغُسْلِ عَنِ الجَنَابَةِ

Bab 18 Menciprat-Cipratkan Kedua Tangan

Setelah Mandi Janabah

 

Penjelasan :

 

Yakni maksudnya diperbolehkan bagi seorang setelah mandi janabah atau berwudhu, menciprat-cipratkan air yang ada di tangannya.

 

Berkata Imam Bukhori :

276 – حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو حَمْزَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ الأَعْمَشَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَتْ مَيْمُونَةُ: «وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلًا، فَسَتَرْتُهُ بِثَوْبٍ، وَصَبَّ عَلَى يَدَيْهِ، فَغَسَلَهُمَا، ثُمَّ صَبَّ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ، فَغَسَلَ فَرْجَهُ، فَضَرَبَ بِيَدِهِ الأَرْضَ، فَمَسَحَهَا، ثُمَّ غَسَلَهَا، فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، ثُمَّ صَبَّ عَلَى رَأْسِهِ وَأَفَاضَ عَلَى جَسَدِهِ، ثُمَّ تَنَحَّى، فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ، فَنَاوَلْتُهُ ثَوْبًا فَلَمْ يَأْخُذْهُ، فَانْطَلَقَ وَهُوَ يَنْفُضُ يَدَيْهِ»

29). Hadits no. 276

“Haddatsanaa Abdaan ia berkata, akhbaronaa Abu Hamzah ia berkata, aku mendengar al-A’masy dari Saalim bin Abil Ja’di dari Kuroib dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu ia berkata, Maimunah rodhiyallahu anha berkata : “aku meletakkan air untuk digunakan mandi oleh Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu aku menutupi beliau dengan baju. Nabi sholallahu alaihi wa salam mengguyurkan air di kedua tangannya, lalu mencucinya, lalu mengguyurkan dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya. Kemudian Nabi sholallahu alaihi wa salam memukulkan tangannya ke tanah, lalu menggosok-gosokkanya, lalu mencucinya, lalu Beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, lalu mencuci wajahnya dan kedua sikunya, lalu mengguyur air diatas kepalanya, lalu meratakan air ke seluruh tubuhnya, kemudian Nabi sholallahu alaihi wa salam mentas, lalu mencuci kedua kakinya. Aku memberikan kain untuk beliau (gunakan mengusap bekas air mandinya-pent.), namun Beliau menolaknya, kemudian Beliau beranjak sambil menciprat-cipratkan kedua tangannya”.   

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, kecuali :

1.  Nama                      : Abu Hamzah Muhammad bin Maimun as-Sukriy

Kelahiran                : Wafat 167 atau 168 H

Negeri tinggal         : Marwa

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Nasa’i  dan Imam Ibnu Hibban.  

Hubungan Rowi       : Sulaiman al-A’masy  adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Diperbolehkan seorang yang mandi atau berwudhu untuk tidak membersihkan air bekas mandi atau wudhu dengan handuk atau sejenisnya.
  2. Menciprat-cipratkan air yang ada di kedua tangan adalah mubah.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: