SYARAH BUKHORI KITAB GHUSUL – BAB 17 JIKA INGAT SEDANG JUNUB DI MASJID

June 1, 2014 at 1:21 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ إِذَا ذَكَرَ فِي المَسْجِدِ أَنَّهُ جُنُبٌ، يَخْرُجُ كَمَا هُوَ، وَلاَ يَتَيَمَّمُ

Bab 17 Jika Seorang Ingat Waktu di Masjid bahwa Dirinya sedang Junub, maka Ia segera Keluar, sebagaimana Kondisinya yang Masih Junub dan Tidak Cukup dengan hanya Bertayamum Saja

 

Penjelasan :

 

Yakni maksudnya seorang junub dan ia lupa bahwa dirinya sedang junub dan belum mandi janabah, maka ketika ia hendak sholat saat berada di masjid, ia baru ingat bahwa dirinya sedang junub, maka yang dilakukannya ada segera keluar masjid untuk mandi janabah terlebih dahulu.

Kemudian perkataan Imam Bukhori, bahwa orang tersebut tidak bertayamum adalah sebagai bantahan kepada para Tabi’in, sebagaimana dikatakan Imam Ibnu Bathool dalam “Syarah Bukhori” :

من التابعين من يقول: إن الجنب إذا نسى، فدخل المسجد فذكر أنه جنب يتيمم، وكذلك يخرج، وهو قول الثورى، وإسحاق، وهذا الحديث يرد قولهم

“diantara Tabi’in ada yang mengatakan bahwa seorang yang junub jika ia lupa, lalu masuk masjid, kemudian ia baru ingat bahwa dirinya junub, maka ia bertayamum, demikian juga ketika ia keluar. Ini adalah ucapan ats-Tsauriy dan Ishaaq. Hadits ini (yang nanti akan dibawakan oleh Imam Bukhori) adalah sebagai bantahan kepada pendapatnya mereka”.

Berkata Imam Bukhori :

275 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَعُدِّلَتِ الصُّفُوفُ قِيَامًا، فَخَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَامَ فِي مُصَلَّاهُ، ذَكَرَ أَنَّهُ جُنُبٌ، فَقَالَ لَنَا: «مَكَانَكُمْ» ثُمَّ رَجَعَ فَاغْتَسَلَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَيْنَا وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ، فَكَبَّرَ فَصَلَّيْنَا مَعَهُ ” تَابَعَهُ عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَرَوَاهُ الأَوْزَاعِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ

28). Hadits no. 275

“Haddatsanaa Abdullah bin Muhammad ia berkata, haddatsanaa Utsman bin Umar ia berkata, akhbaronaa Yunus dari az-Zuhriy dari Abi Salamah dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu ia berkata : “sholat telah diiqomati, shof pun telah rapi lurus, lalu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam keluar (hendak mengimami sholat), tatkala Nabi sholallahu alaihi wa salam berdiri di tempat Imam, Beliau baru ingat kalau dirinya sedang junub (dan belum mandi janabah-pent.), maka Beliau sholallahu alaihi wa salam berkata kepada kami : “tetaplah di tempat kalian”. Kemudian Beliau keluar untuk mandi (janabah), lalu kembali mengimami kami dan kepala masih menetes air (bekas mandi), lalu Beliau bertakbir dan mengimami sholat kami”.

Abdul A’laa memutabaahi dari Ma’mar dari az-Zuhriy dan al-Auza’iy meriwayatkannya dari Az-Zuhriy.

HR. Muslim no. 605    

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

 

Semua perowinya telah berlalu keterangannya, kecuali :

1.  Nama                      : Abu Muhammad Utsman bin Umar bin Faaris

Kelahiran                : Wafat 209 H

Negeri tinggal         : Bashroh

Komentar ulama      : Ditsiqohkan oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Ma’in dan Imam Ibnu Hibban. Imam Abu Hatim menilainya, shoduq, lalu beliau menukil bahwa Imam Yahya bin Sa’id al-Qohthoon, tidak meridhoinya. Namun Imam Bukhori dalam kitab “Tarikhnya” menyebutkan bahwa Yahya bin Sa’id berhujjah dengan kitabnya Utsman bin Umar.  

Hubungan Rowi       : Yunus adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Bagi orang yang lupa dirinya sedang junub dan belum mandi janabah, maka ketika sudah masuk ke masjid agar segera keluar dan mandi janabah, baru melaksanakan sholat di masjid.
  2. Sebagian ulama seperti sahabat Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan Jaabir rodhiyallahu anhum ajma’in, memberikan keringanan bagi orang yang junub untuk melewati masjid. Bahkan Imam Ahmad membolehkan seorang yang junub untuk duduk di masjid, jika ia telah berwudhu. Demikian penukilan dari Imam Ibnu Bathool dalam Syarah Bukhorinya.
  3. Dalam hadits ini Rasulullah sholallahu alaihi wa salam sebagai Imam sholat lupa kalau dirinya sedang junub dan belum mandi, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam meminta para makmum yang sudah siap sholat untuk tetap tinggal di tempat sholat, menunggu Beliau mandi janabah terlebih dahulu.
  4. Bagaimana jika Imam sholat ingatnya setelah sholat selesai dikerjakan, maka Imam tersebut mengulangi sholatnya adapun sholatnya makmum, maka para ulama berselisih pendapat. Imam Nawawi dalam “al-Majmu Syarah al-Muhadzab” (4/260-261-cet. Daarul Fikr) menyebutkan hal ini, kami akan coba ringkaskan :
  5. Makmum tidak perlu mengulangi sholatnya, ini adalah pendapatnya Umar bin Khothob, Ustman, Ali, Ibnu Umar rodhiyallahu anhum ajma’in , Al Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, an-Nakho’iy, al-Auzaa’iy, Ahmad, Sulaiman bin Harb, Abu Tsaur, al-Muzaniy dan madzhab Syafi’i.
  6. Makmum mengulangi sholatnya juga, ini adalah madzabnya Ali rodhiyallahu anhu juga, Ibnu Siriin, asy-Sya’biy, Abi Hanifah dan ashabnya serta Hammaad bin Abi Sulaiman.
  7. Jika Imam sengaja sholat dalam keadaan tidak suci, maka ia orang fasik yang mengharuskan makmum mengulangi sholatnya lagi, namun jika ia lupa alias tidak sengaja, maka makmum tidak perlu mengulanginya lagi. Ini adalah pendapatnya Imam Malik.
  8. Jika Imamnya junub, maka makmum harus mengulanginya juga, namun jika imamnya hadats kecil, maka makmum mengulanginya jika mengetahuinya pada saat masih masuk waktu sholat tersebut, namun jika mengetahuinya setelah keluar dari waktunya, makmum tidak perlu mengulangi sholatnya. Ini adalah madzahbnya ‘Athoo’.

Dalil bagi madzab yang mengatakan makmum harus mengulang adalah :

  1. Hadits Abi Jaabir al-Bayaadhiy dari Sa’id ibnul Musayyib :

أَنَّهُ صَلَّى بِالنَّاسِ وَهُوَ جُنُبٌ وَأَعَادَ وَأَعَادُوا

“dari Nabi sholallahu alaihi wa salam bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah mengimami sholat –sedangkan Beliau dalam keadaan junub-, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam mengulangi sholatnya, begitu juga makmumnya”.

Namun hadits ini dikatakan oleh Imam Nawawi, para ahli hadits sepakat bahwa hadits ini mursal dhoif. Al-Bayaadhi rowi matruk, bahkan Ibnu Ma’in mengatakannya sebagai pendusta.

  1. Hadits dari ‘Amr bin Khoolid dari Habiib bin Abi Tsaabit dari ‘Aashim bin Hamzah dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu anhu :

أَنَّهُ صَلَّى بِالْقَوْمِ وَهُوَ جُنُبٌ وَأَعَادَ ثُمَّ أَمَرَهُمْ فَأَعَادُوا

“bahwa dirinya mengimami sholat –dalam keadaan junub (karena lupa-pent.), maka Beliau mengulangi sholatnya dan memerintahkan makmum untuk mengulangi sholatnya”.

Imam Nawawi mengatakan bahwa hadits ini dengan kesepakatan ahli hadits, karena ‘Amr bin Kholid perowi matruk, para hufadz mengatakan bahwa ia pendusta.

  1. Mereka mengkiyaskan dengan permasalahan jika diketahui setelah itu bahwa Imamnya ternyata orang kafir atau wanita dan juga dikiyaskan bahwa sholatnya makmum terikat dengan sholatnya Imam, buktinya jika Imam lupa, maka wajib bagi makmum mengikuti imam yang sujud sahwi.

Imam Nawawi membantah qiyas ini dengan mengatakan bahwa yang pertama, ini menyelisihi sunnah (yang nanti akan disebutkan), maka qiyasnya tertolak. Yang kedua, mungkin saja dapat dibatasi pada permasalahan Imamnya ternyata orang kafir atau wanita atau ada yang mengetahui bahwa Imamnya sedang berhadats, tidak bisa melebar kepada masalah lain.

Adapun dalil bagi madzhab yang mengatakan makmum tidak perlu mengulangi sholatnya adalah :

  1. Hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

يُصَلُّونَ لَكُمْ، فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ، وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

“mereka (para penguasa) akan mengimami sholat kalian, jika mereka benar sholatnya, maka kalian juga akan mendapatkan pahala, namun jika mereka keliru sholatnya, bagi kalian pahala, sedangkan dosanya mereka yang tanggung” (HR. Bukhori).

  1. Hadits dari Abu Bakrah rodhiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam :

دَخَلَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، فَأَوْمَأَ بِيَدِهِ أَنْ مَكَانَكُمْ، ثُمَّ جَاءَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ فَصَلَّى بِهِمْ

“Nabi sholallahu alaihi wa salam masuk mengimami sholat Subuh, lalu Beliau berisyarat dengan tangannya agar para Makmum tetap berada di tempatnya, lalu Beliau kembali datang, sedangkan di kepalanya air bekas mandi bercucuran, lalu Beliau mengimami sholat kami”. (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al Albani).

  1. Hadits pada bab ini.
  2. Kisah Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu :

صلى بالناس صلاة الفجر وهو جنب وقد كان ناسيا فأعاد الفجر ولم يأمر من صلى وراءه تلك الصلاة أن يعيدها

“Beliau rodhiyallahu anhu mengimami sholat Subuh –dalam keadaan junub- dan beliau lupa akan hal itu, lalu beliau mengulangi sholat Subuhnya, namun tidak memerintahkan orang yang sholat dibelakangnya unuk mengulangi sholatnya”.

Kisah ini dijadikan hujjah oleh Lajnah Daimah dan Imam Al Albani.

Oleh karenanya, penulis condong merajihkan pendapat yang mengatakan bahwa makmum tidak perlu mengulangi sholatnya, hal ini juga dikuatkan oleh fatwa Imam Ibnu Utsaimin sebagai berikut :

السؤال: فضيلة الشيخ! إمام مسجد، وجامَع زوجتَه وصلى بالناس صلاة الصبح والظهر والعصر ولم يتذكر أنه جنب إلا وقت المغرب. فماذا عليه؟

نقول: عليه أن يغتسل ويعيد صلاته، وأما الجماعة فلا شيء عليهم.

Soal : Fadhilatus Syaikh! Imam Masjid berhubungan dengan istrinya, lalu ia mengimami sholat Subuh, Dhuhur dan Ashar, ia tidak ingat dirinya dalam kondisi junub, kecuali pada saat Maghrib, apa yang harus dilakukannya?

Jawab : ia wajib mandi, lalu mengulangi sholatnya. Adapun jama’ah maka tidak perlu mengulanginya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: