SYARAT-SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

June 1, 2014 at 1:27 am | Posted in Taliq Riyadhus Shoolihin | Leave a comment

2- باب التوبة

BAB 2 TAUBAT

 

SYARAT-SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

 

Imam Nawawi –Rahimahullah- berkata :

قَالَ العلماءُ : التَّوْبَةُ وَاجبَةٌ مِنْ كُلِّ ذَنْب ، فإنْ كَانتِ المَعْصِيَةُ بَيْنَ العَبْدِ وبَيْنَ اللهِ تَعَالَى لاَ تَتَعلَّقُ بحقّ آدَمِيٍّ فَلَهَا ثَلاثَةُ شُرُوط :

أحَدُها : أنْ يُقلِعَ عَنِ المَعصِيَةِ .

والثَّانِي : أَنْ يَنْدَمَ عَلَى فِعْلِهَا .

والثَّالثُ : أنْ يَعْزِمَ أَنْ لا يعُودَ إِلَيْهَا أَبَداً . فَإِنْ فُقِدَ أَحَدُ الثَّلاثَةِ لَمْ تَصِحَّ تَوبَتُهُ.

وإنْ كَانَتِ المَعْصِيةُ تَتَعَلقُ بآدَمِيٍّ فَشُرُوطُهَا أرْبَعَةٌ : هذِهِ الثَّلاثَةُ ، وأنْ يَبْرَأ مِنْ حَقّ صَاحِبِها ، فَإِنْ كَانَتْ مالاً أَوْ نَحْوَهُ رَدَّهُ إِلَيْه ، وإنْ كَانَت حَدَّ قَذْفٍ ونَحْوَهُ مَكَّنَهُ مِنْهُ أَوْ طَلَبَ عَفْوَهُ ، وإنْ كَانْت غِيبَةً استَحَلَّهُ مِنْهَا . ويجِبُ أنْ يَتُوبَ مِنْ جميعِ الذُّنُوبِ ، فَإِنْ تَابَ مِنْ بَعْضِها صَحَّتْ تَوْبَتُهُ عِنْدَ أهْلِ الحَقِّ مِنْ ذلِكَ الذَّنْبِ وبَقِيَ عَلَيهِ البَاقي . وَقَدْ تَظَاهَرَتْ دَلائِلُ الكتَابِ والسُّنَّةِ ، وإجْمَاعِ الأُمَّةِ عَلَى وُجوبِ التَّوبةِ .

“para ulama berkata : ‘taubat itu wajib dilakukan untuk semua dosa. Jika maksiatnya berkaitan antara hamba dengan Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa, tidak terkait dengan hak-hak manusia, maka syarat (diterimanya taubat) ada 3, yaitu :

  1. Tidak mengulangi lagi maksiat tersebut.
  2. Menyesal telah melakukan maksiat tersebut.
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat itu selamanya.

Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka tidak sah taubatnya.

Namun jika maksiatnya berkaitan dengan manusia lainnya, maka syaratnya ada 4, yaitu 3 syarat diatas, (ditambah satu syarat lagi yakni) meminta dibebaskan dari hak orang yang didholimi. Jika berupa harta atau yang semisalnya, maka dikembalikan kepada (orang yang kita ambil hartanya). Jika berupa tuduhan palsu, maka direhabilitasi namanya atau minta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah, maka minta dihalalkan.

Wajib untuk bertaubat dari semua dosa, jika bertaubat dari sebagian dosa, maka sah taubatnya menurut ulama tahqiq dari dosa yang ia taubati, tapi masih tersisa dosa lainnya. Sangat jelas sekali dalil-dalil dari Kitab, Sunnah dan Ijma ulama berkaitan wajibnya bertaubat”.

Faedah :

  1. Ini adalah 3 syarat diterimanya taubat yang berkaitan dengan hak Allah dan hak manusia lainnya, namun untuk hak manusia ditambah satu syarat lagi yaitu mengembalikan hak-hak yang didholimi.
  2. Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Sholihin, menambahkan 2 syarat lagi, yaitu ikhlas kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa dan waktu taubatnya adalah waktu-waktu dimana pintu taubat masih terbuka.
  3. Pintu taubat ditutup pada waktu seorang telah sampai ajalnya dan ketika matahari terbit dari sebelah barat.
  4. Taubat hukumnya wajib bagi setiap muslimin, untuk seluruh dosa baik yang kecil apalagi yang besar.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: