PINTU TAUBAT MASIH SANGAT TERBUKA LEBAR

June 7, 2014 at 11:35 pm | Posted in Taliq Riyadhus Shoolihin | Leave a comment

PINTU TAUBAT SANGAT TERBUKA LEBAR

TIDAK PERNAH DITUTUP SEDIKITPUN

HINGGA MATAHARI TERBIT DARI SEBELAH BARAT

 

Hadits No. 19

وعن زِرِّ بن حُبَيْشٍ ، قَالَ : أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ – رضي الله عنه – أسْألُهُ عَن الْمَسْحِ عَلَى الخُفَّيْنِ ، فَقالَ : ما جاءَ بكَ يَا زِرُّ ؟ فقُلْتُ : ابتِغَاء العِلْمِ ، فقالَ : إنَّ المَلائكَةَ تَضَعُ أجْنِحَتَهَا لطَالبِ العِلْمِ رِضىً بِمَا يطْلُبُ . فقلتُ : إنَّهُ قَدْ حَكَّ في صَدْري المَسْحُ عَلَى الخُفَّينِ بَعْدَ الغَائِطِ والبَولِ ، وكُنْتَ امْرَءاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَجئتُ أَسْأَلُكَ هَلْ سَمِعْتَهُ يَذكُرُ في ذلِكَ شَيئاً ؟ قَالَ : نَعَمْ ، كَانَ يَأْمُرُنا إِذَا كُنَّا سَفراً – أَوْ مُسَافِرينَ – أنْ لا نَنْزعَ خِفَافَنَا ثَلاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيالِيهنَّ إلاَّ مِنْ جَنَابَةٍ ، لكنْ مِنْ غَائطٍ وَبَولٍ ونَوْمٍ . فقُلْتُ : هَلْ سَمِعْتَهُ يَذْكرُ في الهَوَى شَيئاً ؟ قَالَ : نَعَمْ ، كُنّا مَعَ رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – في سَفَرٍ ، فبَيْنَا نَحْنُ عِندَهُ إِذْ نَادَاه أَعرابيٌّ بصَوْتٍ لَهُ جَهْوَرِيٍّ : يَا مُحَمَّدُ ، فأجابهُ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – نَحْواً مِنْ صَوْتِه :   هَاؤُمْ فقُلْتُ لَهُ : وَيْحَكَ   ! اغْضُضْ مِنْ صَوتِكَ فَإِنَّكَ عِنْدَ النَّبي – صلى الله عليه وسلم – ، وَقَدْ نُهِيتَ عَنْ هذَا ! فقالَ والله لاَ أغْضُضُ . قَالَ الأعرَابيُّ : المَرْءُ يُحبُّ القَوْمَ وَلَمَّا يلْحَقْ بِهِمْ ؟ قَالَ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – : (( المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَومَ القِيَامَةِ )) . فَمَا زَالَ يُحَدِّثُنَا حَتَّى ذَكَرَ بَاباً مِنَ المَغْرِبِ مَسيرَةُ عَرْضِهِ أَوْ يَسِيرُ الرَّاكبُ في عَرْضِهِ أرْبَعينَ أَوْ سَبعينَ عاماً – قَالَ سُفْيانُ أَحدُ الرُّواةِ : قِبَلَ الشَّامِ – خَلَقَهُ الله تَعَالَى يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاواتِ والأَرْضَ مَفْتوحاً للتَّوْبَةِ لا يُغْلَقُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْهُ. رواه الترمذي وغيره، وَقالَ: ((حديث حسن صحيح)).

“Dari Zirri bin Khubaisy ia berkata, aku mendatangi Shofwaan bin ‘Assaal Rodhiyallahu ‘anhu hendak bertanya tentang mengusap kedua khuf. Beliau Rodhiyallahu ‘anhu berkata : “dengan tujuan apa engkau datang wahai Zirru?”, aku menjawab : ‘hendak menuntut ilmu’. Maka beliau berkata : “sesungguhnya Malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu, karena ridho dengan apa yang ia tuntut”. Aku berkata : ‘dalam dadaku ada kebimbangan berkaitan mengusap khuf setelah buang air besar atau air kecil, dan engkau adalah salah seorang sahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, oleh karenanya aku datang hendak bertanya kepadamu, apakah engkau mendengar sesuatu berkaitan dengan masalah ini?’. Beliau Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “iya benar,Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam memerintahkan kami jika bersafar untuk tidak melepas khuf selama 3 hari 3 malam, kecuali karena janabah, namun jika karena buang air besar, kencing dan tidur (tidak perlu dilepas khufnya-pent.)”. aku bertanya lagi : ‘apakah engkau pernah mendengar tentang hawa?’. Beliau Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “iya, kami pernah bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam dalam sebuah perjalanan, ketika kami sedang bersama Beliau, tiba-tiba ada seorang baduwi yang memanggil Beliau dengan suara keras : ‘Wahai Muhammad!’. Maka Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam pun menjawabnya dengan suara keras juga : “ada apa, kesinilah!”. Aku berkata kepadanya : “celaka kamu, rendahkan suaramu, karena engkau sedang berada disamping Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, engkau dilarang untuk meninggikan suara!”. Baduwi berkata : ‘demi Allah, aku tidak akan merendahkan suaraku’. Lalu ia bertanya kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam : “seorang mencintai suatu kaum, apakah ia akan ikut bersama mereka?”. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “seorang itu bersama dengan orang yang dicintainya pada hari kiamat”. Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam senantiasa berkata kepada kami, hingga menyebutkan tentang sebuah pintu dari barat –kata Sufyaan salah satu perowi hadits, dari arah Syam- yang lebarnya sejauh seorang berjalan naik kuda selama 40 atau 70 tahun, Allah menciptakannya pada waktu menciptakan langit dan bumi. Pintu itu senantiasa terbuka untuk menerima taubat, tidak akan tertutup hingga Matahari terbit dari sebelah barat”.         (HR. Tirmidzi, dikatakan oleh Imam Tirmidzi sendiri : ‘hadits ini hasan shahih’.  dan dihasankan juga oleh Imam Al Albani).

 

Faedah :

  1. Hadits ini merupakan dalil keutamaan ilmu, karena Malaikat meletakkan sayapnya kepada para tholibul ilmu untuk memohonkan ampun dan mendoakan keberkahan untuknya.
  2. Semoga kita dikumpulkan bersama Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam dan para sahabatnya Rodhiyallahu ‘anhum ajma’in, karena kita mencintai Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam dan juga para sahabatnya –Insya Allah-. Amiin.
  3. Tidak ada lagi keputusasaan bagi seorang hamba dan umat manusia semuanya, barangsiapa yang mau bertaubat kepada-Nya, maka Allah Subhanahu wa Ta’alaa tidak pernah menutup pintu taubat baginya, pintu ini senantiasa terbuka sangat lebar, tidak melihat besar kecilnya dosa dan kesalahan. Apapun dosa dan kemaksiatan hingga sampai memenuhi langit dan bumi, pasti Allah terima taubatnya.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: