HARUSKAH BERJIHAD DENGAN IJIN PEMERINTAH

June 8, 2014 at 1:42 pm | Posted in Aqidah, fiqih | Leave a comment

JIHAD HARUS DENGAN IJIN PEMERINTAH

 

Asy-Syaikh DR. Shoolih al-Fauzaan dalam “Syarah Aqidah ath-Thahawiyyah” ketika menjelaskan ucapan Imam ath-Thahawi berikut :

والحج والجهاد ماضيان مع أولي الأمر من المسلمين: برهم وفاجرهم، إلى قيام الساعة، لا يبطلهما شيء ولا ينقضهما

Haji dan Jihad terus berlangsung bersama penguasa kaum Muslimin sampai hari kiamat, baik penguasa yang baik maupun yang durjana tidak ada yang dapat membatalkan dan menggugurkannya.

Diakhir penjelasannya asy-Syaikh al-Fauzaan berkata :

ومن ينظم القتال ويقوده؟ هو الإمام، فنحن نتبع الإمام، فإن أُمرنا بالغزو نغزو، ولا نغزو بغير إذن الإمام؛ فهذا لا يجوز؛ لأنه من صلاحيات الإمام (يا أيها الذين آمنوا ما لكم إذا قيل لكم انفروا في سبيل الله اثاقلتم إلى الأرض) [التوبة:38].

فالقتال من صلاحيات الإمام، فإذا استنفر الإمام الناس للقتال وجب على كل من أطاق حمل السلاح، ولا يشترط في الإمام الذي يقيم الحج والجهاد أن يكون غير عاصٍ، فقد يكون عنده بعض المعاصي والمخالفات، لكن ما دام أنه لم يخرج من الإسلام فيجب الجهاد والحج معه، وصلاحه وقوته للمسلمين وفساده على نفسه، أما الجهاد والحج ففي صالح المسلمين، كذلك الصلاة، فإن أصاب كنا معه، وإن أخطأ فنتجنب إساءته، لكن لا نخرج ونشق عصا الطاعة، هذا مذهب أهل السنة والجماعة، وعليه تقوم مصالح المسلمين.

أما أهل البدع والضلال فيرون الخروج على ولاة الأمور، وهذا مذهب الخوارج، ونحن نبرأ إلى الله من هذا المذهب .

Siapa yang mengatur dan memimpin jihad? Yang memimpin adalah Imam (kaum Muslimin, kita mengikuti pemimpin, jika diperintah untuk berjihad, kita berjihad, kita tidak boleh berjihad tanpa izin dari pemimpin (pemerintahan), ini tidak boleh dilakukan, karena jihad adalah kebijakan Imam, Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? ” (QS. At-Taubah : 38).

Maka berjihad merupakan kebijakan pemerintah, jika pemerintah memerintahkan kaum Muslimin untuk berjihad, maka wajib bagi orang yang mampu memanggul senjata untuk berangkat. Tidak dipersyaratkan bagi pemerintah yang menyelenggarakan haji dan jihad adalah pemerintah yang tidak bermaksiat, boleh jadi ia adalah orang yang melakukan sebagian kemaksiatan dan penyelisihan. Namun selama ia tidak murtad dari islam, maka wajib berjihad dan berhaji bersama pemerintah.

Kebaikan dan kekuatan pemerintah adalah baik bagi kaum muslimin, sedangkan kerusakan mereka adalah kembali kepada dirinya sendiri. Adapun jihad dan haji adalah kemaslahatan bagi kaum Muslimin, demikian juga sholat, jika pemerintah benar, maka kita bersamanya dan jika pemerintah keliru, maka kita menjauhi kesalahannya, namun kita tidak memberontak dan mematahkan tongkat ketaatan kepada mereka. Ini adalah madzhab ahlus sunnah wal jama’ah dan berdasarkan inilah kemaslahatan kaum Muslimin.

Adapun ahli bid’ah dan kesesatan, mereka berpandangan untuk memberontak pemerintahan yang sah, ini adalah madzhab khowarij dan kita berlepas diri dari madzhab yang sesat ini.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: