HUKUM KERINGATNYA ORANG YANG JUNUB

June 12, 2014 at 11:19 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ عَرَقِ الجُنُبِ، وَأَنَّ المُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ

Bab 23 Keringatnya Orang yang Junub

dan Seorang Muslim Tidaklah Najis

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum keringat yang keluar dari orang yang Junub. Imam Ibnu Bathol dalam “Syarah Bukhori” mengatakan :

ولا خلاف بين الفقهاء فى طهارة عرق الجنب والحائض

“Tidak ada perselisihan dikalangan ulama Fiqih tentang kesucian keringatnya orang yang Junub dan Haidh”.

 Begitu juga dengan anggota tubuh seorang Muslim, hukumnya juga suci, adapun orang kafir, maka yang rajih anggota tubuhnya juga suci dan telah terjadi perbedaan pendapat berkaitan dengan kesucian tubuh orang kafir, kami telah melakukan pembahasannya ditempat lain. Imam Ibnu Bathol menukil dari Imam Ibnul Mundzir yang berkata :

وكذلك عرق اليهودى، والنصرانى، والمجوسى عندى طاهر

“demikian juga keringatnya orang Yahudi, Nashroni dan Majusi, menurutku suci”.

 

Berkata Imam Bukhori :

283 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا بَكْرٌ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَهُ فِي بَعْضِ طَرِيقِ المَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ، فَانْخَنَسْتُ مِنْهُ، فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ جَاءَ، فَقَالَ: «أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ» قَالَ: كُنْتُ جُنُبًا، فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ وَأَنَا عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ، فَقَالَ: «سُبْحَانَ اللَّهِ، إِنَّ المُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ»

36). Hadits no. 283

“Haddatsanaa Ali bin Abdullah ia berkata, haddatsanaa Yahya ia berkata, haddatsanaa Humaid ia berkata, haddatsanaa Bakr dari Abi Roofi’ dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam berpapasan dengannya di sebuah jalan di kota Madinah, sedangkan Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dalam keadaan junub, maka aku berpaling dan segera pulang ke rumah, aku mandi, baru kemudian mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam. Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata : “kemana engkau tadi? Ya Abu Huroiroh”. Aku menjawab : “aku tadi sedang junub dan aku tidak suka bermajelis dengan engkau, sedangkan aku dalam kondisi tidak suci”. Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam pun menimpali : “Subhanallah, seorang Muslim tidaklan najis”.

HR. Muslim no. 371

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu biografinya. Yahya adalah Ibnu Sa’id al-Qoththoon, Humaid adalah ath-Thowiil, Bakr adalah Ibnu Abdillah al-Muzaniy. Humaid, Bakr dan Abu Roofi’ adalah para tabi’in.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Sucinya tubuh seorang Muslim.
  2. Rasulullah sholallahu alaihi wa salam adalah orang yang senantiasa berprasangka baik kepada orang lain, sehingga ketika melihat sahabatnya ada yang berpaling saat berpapasan dengannya, Beliau melakukan konfirmasi dulu, apa alasannya berpaling. Begitulah seharusnya sikap seorang Muslim kepada saudaranya.
  3. Dianjurkannya bertasbih ketika takjub atau keheranan.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: