BERJIHAD DENGAN MENGHARAP WAJAH ALLAH PAHALANYA SEPERTI ORANG YANG SHOLAT SELAMA WAKTU BERJIHADNYA

June 15, 2014 at 3:48 am | Posted in Syarah Kitab Tauhid Ibnu Khuzaimah | Leave a comment

BERJIHAD DENGAN MENGHARAP WAJAH ALLAH PAHALANYA SEPERTI ORANG YANG SHOLAT SELAMA WAKTU BERJIHADNYA

 

Imam Ibnu Khuzaimah berkata :

15- حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ دَاوُدَ الْوَاسِطِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا وَهْبٌ ، يَعْنِي ابْنَ جَرِيرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ لنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ مَثَلُ الْقَائِمِ الْمُصَلِّي حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ.

 قال أبو بكر قد أمليت هذا الباب في فضائل الجهاد

Terjemahan :

Hadits No. 15

Haddatsanaa Ahmad bin Dawud a-Waasithi ia berkata, haddatsanaa Wahab yakni ibnu Jariir ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Suhail bin Abi Shoolih dari Bapaknya dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam bahwa Beliau bersabda : “perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah dengan mengharap Wajah Allah, seperti orang yang mendirikan sholat, sampai ia kembali dari jihadnya”.

Ibnu Khuzaimah berkata : ‘aku telah menampilkan bab ini dalam keutamaan jihad’.

 

Ta’liq :

Semua perowinya tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Ahmad bin Dawud, kami hanya mendapatinya ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban, sebagaimana tertulis dalam kitabnya “ats-Tsiqoot” (no. 12192-cet. Daarul Fikr) kata beliau :

حديثه يشبه حديث الثقات

“haditsnya menyerupai haditsnya para perowi tsiqoh”.

 Hadits ini diriwayatkan secara makna oleh Imam Bukhori dan Muslim dan berikut lafadz Muslim :

مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لاَ يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى

“permisalan orang yang berjihad di jalan Allah, seperti seorang yang puasa dan sholat penuh ketaatan dengan ayat-ayat Allah, tidak kosong pahala puasa dan sholat, sampai ia kembali dari berjihad di jalan Allah”.

Syahid dari hadits ini dalam masalah istbat wajah adalah sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam : “berjihad di jalan Allah dengan mengharap Wajah Allah”.

Makna hadits ini adalah dikatakan oleh Imam Ibnu Bathol dalam “Syarah Bukhori” :

يدل أن حركات المجاهد ونومه ويقظته حسنات

“hadits ini menunjukkan bahwa aktivis mujahid, baik tidurnya, maupun waktu terjaganya, semuanya dihitung kebaikan”.

 Mujahid yang mendapatkan pahala sholat dan puasa pada seluruh detak nafasnya adalah mujahid yang berjuang di jalan Allah dan mengharapkan Wajah Allah, dalam lafadz Shahih Bukhori terdapat idraj (sisipan) dari Abu Huroiroh yang berkata :

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِى سَبِيلِهِ

“dan Allah yang lebih tahu siapakan yang berjihad di jalan-Nya”.

Hadits ini kata Imam Nawawi menunjukkan agungnya pahala orang yang berjihad, oleh karenanya Nabi sholallahu alaihi wa salam ketika ditanya :

مَا يَعْدِل الْجِهَاد فِي سَبِيل اللَّه ؟ قَالَ : لَا تَسْتَطِيعُوهُ

“apa amalan yang dapat menyamai jihad fii sabilillah?, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “kalian tidak mampu melakukannya”.

Yakni siapa orangnya yang sanggup sholat dan puasa terus menerus selama beberapa hari dari hari-hari yang dijalani oleh Mujahidin.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: