LOGIKA SETAN

June 15, 2014 at 3:49 am | Posted in Aqidah | 3 Comments

LOGIKA SETAN

 

Sudah tabiatnya bahwa setan selalu menebarkan keraguan-keraguan ditengah manusia. Ia dan bala tentaranya mencoba memainkan logika berpikir manusia dan akibatnya tidak sedikit manusia yang terpengaruh dengan pemikirannya, terutama bagi orang-orang yang mendewakan akal pikirannya. Banyak ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam yang menceritakan permainan kata-kata setan. Salah satu logika yang dihembuskan setan kepada orang-orang Musyrik Quraisy pada zaman Nabi adalah permainan kata-kata mereka kepada kaum mukminin, pada saat diharamkannya bangkai. Atas dasar kejadian inilah, Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa menurunkan ayat-Nya yang mulia yang wajib kita jadikan pedoman didalam menghadapi logika-logika setaniyyah.

Orang-orang kafir Quraisy –dalam riwayat lain, orang-orang Yahudi- berkata kepada kaum mukminin :

مَا ذَبَحَ اللَّهُ فَلَا تَأْكُلُوا وَمَا ذَبَحْتُمْ أَنْتُمْ فَكُلُوا

Kenapa binatang yang Allah sembelih (maksudnya mati) tidak kalian makan, sedangkan binatang yang kalian sendiri sembelih, kalian memakannya.

Lihat! Bagaimana kawan setan ini bermain dengan kata-kata, yang ia maksudkan adalah pelecehan kepada kaum mukminin yang mengharamkan bangkai, karena kata kawan setan tadi, kan binatang tersebut mati karena kekuasaan Allah, bisa karena terserang penyakit, kemudian mati, atau tertabrak kendaraan atau sebab-sebab yang Allah lah yang mematikannya, hal ini secara tidak langsung bahwa Allah lah sendiri yang menyembelih binatang tersebut, tapi kok anda wahai orang beriman tidak mau memakannya, malah mengharamkannya, dan anehnya kalian, mau memakan binatang yang disembelih oleh tangan-tangan kalian sendiri, maka secara logika manakah yang lebih mulia? Binatang yang “disembelih” oleh Allah atau oleh tangan kalian?

Seandainya syubhat ini dihadapkan kepada orang-orang yang lemah imannya atau dihatinya memang ada penyakit, maka ibarat api disiram dengan bensin, langsung menyambar kedalam hatinya. Oleh karenanya Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa menurunkan ayat-Nya untuk menjelaskan bahwa perkataan orang Kafir tersebut berasal dari ilham setan, Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik (QS. Al An’aam : 121).

kisah asbabun nuzul ayat ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam sunannya dan selainnya dari sahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, dan dishahihkan oleh Imam al-Albani.

Perhatikan ayat diatas!, bahwa seandainya ada kaum muslimin yang menaati atau mengikuti setan dan kawan-kawannya didalam menghalalkan bangkai, maka ia tergolong orang musyrik, sekalipun mungkin ia tidak doyan bangkai. Dan kaedah ini berlaku umum barangsiapa yang menghalalkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan atau sebaliknya mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah kafir kepada Allah. Oleh karenanya kita jangan mau mengikuti logika-logika setan yang merongrong syariat Allah.

Nabi sholallahu alaihi wa salam juga memberikan solusi ketika hati kita terkena syubhat dari racun-racun logika setan, agar kita berucap “Amantu billahi wa birusulihi” (aku beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, Imam Ahmad dan selainnya dan ini adalah lafadz Imam Ahmad dari sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ، فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ ؟ فَيَقُولُ: اللهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ ؟ فَيَقُولُ: اللهُ، فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ اللهَ ؟ فَإِذَا أَحَسَّ أَحَدُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ ، فَلْيَقُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ “

Sesungguhnya setan akan mendatangi kalian, lalu (pura-pura) bertanya, siapa yang menciptakan lagit?, dijawab, Allah Azza wa Jalla, lalu bertanya lagi, siapa yang menciptakan bumi?, jawabnya, Allah, sampai akhirnya ia bertanya, siapa yang menciptakan  Allah?. Jika sudah sampai seperti itu, maka katakanlah : “aku beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya”.

 

Advertisements

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.
    Ustadz apakah yang saya kemukakan dalam risalah/ artikel saya termasuk dalam LOGIKA SETAN?
    Terima kasih atas penjelasan nantinya.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.

    Like

  2. Wa alaikum salam wa Rokhmatullahi wa barokatuhu,

    semua artikel yang saya tulis pertamakali ditujukan kepada diri saya sendiri, seandainya dianggap ada yang bermanfaat oleh ikhwah semua, silakan diambil, kalo tidak bermanfaat, ditinggalkan saja. artikel2 saya adalah cara saya belajar ilmu2 islam, fokus pembahasan yang sedang saya pelajari adalah hadits, tafsir dan aqidah, namun satu dua kali saya menulis tema lain, terutama jika saya mendapatkan faedah bisa dari asatidz, teman atau yang lainnya, biasanya langsung saya tuliskan, diantara contohnya adalah artikel logika setan, saya mendapatkan faedah dari ustadz kita, ketika menyinggung ayat tersebut dan menjelaskan asbabun nuzulnya.
    jadi mohon maaf jika bapak tersinggung, karena artikel ini ditujukan kepada diri saya sendiri sebagai nasehat untuk diri sendiri dan harapannya juga bermanfaat bagi orang lain.
    al-afwu minkum

    Like

  3. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.
    Ustadz saya sama sekali tidak tersinggung, justru saya sangat berterima kasih dengan produktivitas ustadz yang saya saluti. Saya sangat banyak belajar dari apa yang ustadz tulis. Semoga Allah-lah yang akan membalasnya dengan berlipat ganda. Saya sangat takut jika apa yang saya sampaikan akan menjerumuskan umat, oleh karena itu saya minta ustadz memberikan penilaian ataupun kritik jika memang itu tidak pada tempatnya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: