ORANG YANG JUNUB BERWUDHU LALU BARU TIDUR

June 21, 2014 at 10:49 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ الجُنُبِ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَنَامُ

Bab 27 Orang yang Junub Berwudhu lalu baru Tidur

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum bagi orang yang junub, ketika bermaksud hendak tidur tanpa mandi janabah terlebih dahulu, maka hendaknya ia berwudhu sebelum tidur. Dan telah berlalu hukum berwudhu ini, yakni yang rajih adalah sunnah bukan wajib. Imam Ibnu Bathool dalam Syarah Bukhori mengatakan :

وشذ أهل الظاهر، فأوجبوا عليه الوضوء فرضًا، وهذا قول مهجور لم يتابعهم عليه أحد، فلا معنى له

“Ahlu dhohir berpendapat ganjil, mereka mewajibkan wudhu (bagi orang junub yang hendak tidur), ini adalah pendapat yang hendaknya diabaikan saja, karena tidak ada yang mengikuti pendapat ini”.

Namun kami mendapati bahwa Imam Ibnu Hazm sebagai salah satu Aimah madzhab dhohiri, berpendapat sama seperti jumhur ulama, yakni beliau berkata dalam kitabnya “al-Muhalla” (masalah no. 270) :

وَيُسْتَحَبُّ لِلْجُنُبِ إنْ أَرَادَ الأَكْلَ أَوْ النَّوْمَ أَوْ الشُّرْبَ أَنْ يَتَوَضَّأَ

disunnahkan bagi orang yang junub jika hendak makan, tidur atau minum untuk berwudhu terlebih dahulu”.

 

Berkata Imam Bukhori :

288 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ، وَهُوَ جُنُبٌ، غَسَلَ فَرْجَهُ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ»

41). Hadits no. 288

“Haddatsanaa Yahya bin Bukair ia berkata, haddatsanaa al-Laits dari Ubaidillah bin Abi Ja’far dari Muhammad bin Abdur Rokhman dari Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “Nabi sholallahu alaihi wa salam jika hendak tidur dalam kondisi junub, biasanya Beliau mencuci kemaluannya, lalu berwudhu seperti wudhu untuk sholat”.

HR. Muslim no. 305   

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu biografinya, kecuali :

 

1.  Nama                      : Abu Bakar Ubaidillah bin Abi Ja’far

Kelahiran                : wafat 132 H atau setelahnya

Negeri tinggal         : Mesir

Komentar ulama      : Tabi’i shogghir. Ditsiqohkan oleh Imam Abu Hatim,  Imam Nasa’I , Imam Ibnu Sa’ad, Imam al-‘Ijli dan Imam Ibnu Hibban. Imam Ahmad menilainya, laisa bihi ba’sun.  

Hubungan Rowi       : Muhammad bin Abdur Rokhman adalah  salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

 

2.  Nama                      : Abul Aswad Muhammad bin Abdur Rokhman bin Naufal

Kelahiran                : Wafat 130-an H lebih

Negeri tinggal         : Madinah

Komentar ulama      : Tabi’i shoghir, ditsiqohkan oleh Imam Abu Hatim, Imam Nasa’i, Imam Ibnu Sa’ad, Imam Ibnu Syahiin dan Imam Ibnu Hibban.   

Hubungan Rowi       : Muhammad bin Abdur Rokhman adalah  salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Berkata Imam Bukhori :

289 – حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: اسْتَفْتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ»

42). Hadits no. 289

“Haddatsanaa Musa bin Ismail ia berkata, haddatsanaa Juwairiyyah dari Naafi’ dari Abdullah ia berkata, Umar rodhiyallahu anhu pernah meminta fatwa kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, apakah kami boleh tidur dalam kondisi junub?, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “iya, jika engkau berwudhu (terlebih dahulu)”.  

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu biografinya.

Berkata Imam Bukhori :

290 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ  بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ: ذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ الجَنَابَةُ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «§تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ، ثُمَّ نَمْ»

43). Hadits no. 290

“Haddatsanaa Abdullah bin Yusuf ia berkata, akhbaronaa Maalik dari Abdullah bin Diinaar dari Abdullah bin Umar bahwa beliau berkata : “Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu berkata kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bahwa dirinya junub pada malam hari, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata kepadanya : “Berwudhulah dan cuci kemaluanmu, lalu baru tidur”.   

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu biografinya.

Penjelasan Hadits :

  1. Orang yang junub dan hendak tidur terlebih dahulu, maka ia mencuci kemaluannya dan berwudhu untuk sholat.
  2. Hadits tentang berwudhu sebelum tidur bagi orang yang junub datang dari fatwa dan perbuatan Nabi sholallahu alaihi wa salam.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: