SHOLAT DENGAN MEMBACA MUSHAF AL QUR’AN

June 29, 2014 at 11:34 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

SHOLAT DENGAN MEMBACA MUSHAF AL QUR’AN

 

Dibeberapa masjid, seperti di negara Saudi Arabia, Imam Masjid ketika sholat Tarawih, mereka membaca surat al-Qur’an tidak dari hapalannya, namun membaca langsung dari mushaf yang mereka pegang, sehingga terkadang dalam satu malam mereka bisa menyelesaikan satu juz atau setengah juz Al Qur’an.

Pembahasan kali ini adalah hukum sholat dengan membaca langsung dari mushaf Al Qur’an. Kami akan nukilkan jawaban dari fatwa lembaga tetap untuk pembahasan dan fatwa ulama kibar Saudi Arabia. Fatwa ini dibahas oleh asy-Syaikh Abur Rozaq ‘Afiifiy (wakil ketua), Abdullah bin Ghudyaan (anggota) dan Abdullah bin Sulaiman bin Manii’ (anggota). Fatwa bernomor 579, berikut teksnya :

س: ما حكم قراءة القرآن الكريم في المصحف في قيام رمضان.

ج: اختلف أهل العلم في حكم ذلك فكرهه بعضهم وأجازه جمهورهم ففي كتاب قيام الليل وقيام رمضان للشيخ العلامة محمد بن نصر المروزي عن ابن أبي مليكة أن ذكوان أبا عمرو كانت عائشة أعتقته عن دبر فكان يؤمها ومن معها في رمضان في المصحف (1) وسئل ابن شهاب عن الرجل يؤم الناس في رمضان في المصحف قال مازالوا يفعلون ذلك منذ كان الإسلام، كان خيارنا يقروؤن في المصاحف.

وعن إبراهيم بن سعد عن أبيه أنه كان يأمره أن يقوم بأهله في رمضان، ويأمره أن يقرأ لهم في المصحف ويقول أسمعني صوتك. وعن أيوب عن محمد أنه كان لا يرى بأسا أن يؤم الرجل القوم في التطوع يقرأ في المصحف، وقال عطاء في الرجل يؤم في رمضان من المصحف: لا بأس به. وقال يحيى بن سعيد الأنصاري لا أرى بالقراءة من المصحف في رمضان بأسا، يريد القيام. وقال ابن وهب رحمه الله: سئل مالك رحمه الله عن أهل قرية ليس أحد منهم جامعا للقرآن، أترى أن يجعلوا مصحفا يقرأ لهم رجل منهم فيه فقال لا بأس به.

وفي المنتهى وشرحه ما نصه: ( ولمصل قراءة في المصحف ونظر فيه، أي: المصحف، قال أحمد : لا بأس أن يصلي بالناس القيام وهو ينظر في المصحف، قيل له الفريضة؟ قال: لم أسمع فيها شيئا. وسئل الزهري عن رجل يقرأ في رمضان في المصحف فقال: كان خيارنا يقرؤون في المصاحف) (1) اهـ.

وممن كره ذلك مجاهد وإبراهيم وسفيان ، كرهوا أن يؤم الرجل القوم في رمضان في المصحف خشية تشبهه بأهل الكتاب قال محمد بن نصر في كتابه (قيام الليل وقيام رمضان وكتاب الوتر): (إنما كره ذلك قوم لأنه من فعل أهل الكتاب فكرهوا لأهل الإسلام أن يتشبهوا بهم)، وأجاب عن القول بالمشابهة بقوله: (وقراءة القرآن بعيدة الشبه من قراءة كتب الحساب والكتب الواردة لأن قراءة القرآن من عمل الصلاة وليست قراءة كتب الحساب من عمل الصلاة في شيء).

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // عضو // نائب الرئيس //

عبد الله بن سليمان بن منيع // عبد الله بن غديان // عبد الرزاق عفيفي //

Soal : Apa hukum membaca Al Qur’an dengan Mushaf pada saat sholat Tarawih?

Jawab :

Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Sebagian ulama memakruhkannya dan mayoritas ulama membolehkannya. Dalam kitab “Qiyaamul Lail dan Qiyaam Romadhoon” karya asy-Syaikh al-‘Alaamah Muhammad bin Naashr al-Marwaziy dari Ibnu Abi Maliikah bahwa Dzakwaan Abu ‘Amr –Aisyah rodhiyallahu anha akhirnya memerdekakannya- pernah mengimami Aisyah rodhiyallahu anha dan orang yang bersamanya pada bulan Romadhon dengan membaca Mushaf (HR. Bukhori dengan mu’alaq, disambungkan oleh Ibnu Abi Syaibah-pentahqiq).

Ibnu Syihaab (az-Zuhriy) pernah ditanya tentang seorang yang mengimami sholat di bulan romadhon dengan membaca dari mushaf? Beliau menjawab : ‘kami senantiasa mengerjakan hal itu sejak mengenal Islam. Orang-orang terbaik kami membacanya dari mushaf’.

Dari Ibrohim bin Sa’ad dari Bapaknya bahwa bapaknya menyuruhnya untuk mengimami keluarganya untuk sholat Tarawih, lalu menyuruhnya untuk membaca dari mushaf dan bapaknya berkata : ‘perdengarkan untuk kami bacaanmu!’.

Dari Ayyub dari Muhammad bahwa ia berpendapat tidak mengapa seorang mengimami jama’ah sholat sunnah dengan membaca dari mushaf.

Athoo’ berkomentar tentang seorang yang sholat tarawih dengan membaca dari mushaf, kata beliau, tidak mengapa.

Yahya bin Sa’i al-Anshoriy berkata : ‘tidak mengapa membaca dari mushaf pada saat sholat Tarawih’.

Ibnu Wahhab berkata : ‘Imam Maalik pernah ditanya tentang sebuah kampung yang tidak ada orang yang hapal seluruh Al Qur’an, apa pendapatmu, jika mereka sholat dengan membaca mushaf, maka Imam Malik menjawab, tidak masalah’.

Dalam kitab al-Muntaha dan Syarahnya tertulis : ‘bagi orang yang sholat membaca dengan melihat mushaf. Imam Ahmad berkata : ‘tidak mengapa seorang yang mengimami manusia ia membaca dengan melihat mushaf’, beliau ditanya lagi, bagaimana dengan sholat fardhu? Jawab beliau, aku tidak pernah mendengar tentang ini sedikitpun’. Imam az-Zuhriy ditanya tentang seorang yang mengimami sholat Tarawih dengan membaca mushaf? Beliau menjawab : ‘orang terbaik kami membacanya dari mushaf’.

Ulama yang memakruhkan membaca dari mushaf adalah Mujahid, Ibrohim dan Sufyaan, mereka memakruhkan seorang yang mengimami sholat Tarawih membacanya dari mushaf, khawatir tasyabuh dengan ahli kitab. Muhammad bin Nash dalam kitabnya Qiyaamul Lail wa Qiyaamu Romadhoon wa Kitaabu Witr berkata : ‘hanyalah ulama yang memakruhkan, karena memandang ini adalah perbuatan ahli kitab, maka mereka memakruhkan kaum Muslimin tasyabuh dengan mereka’.

Maka dapat dijawab pendapat yang mengatakan bahwa hal tersebut tasyabuh yaitu, membaca Al Qur’an sangat jauh berbeda dengan membaca buku-buku Hisab dan buku-buku lainnya, karena membaca Al Qur’an termasuk amalan sholat, sedangkan membaca buku-buku hisaab bukan termasuk amalan sholat.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: