DOSA BESAR YANG PALING BESAR

July 28, 2014 at 9:39 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

 ” ١ ” باب أكبر الكبائر

١ – في الصحيحين عن أبي بكرة – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الكَبَائِرِ؟» قلنا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ – وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ – أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ أَلاَ وَشَهَادَةُ الزُّورِ »، فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ

 DOSA BESAR YANG PALING BESAR

 

  1. Dalam Shahihain Dari Abi Bakrah t ia berkata bahwa Rasulullah r bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa besar yang paling besar?”. Kami menjawab, ‘Tentu ya Rasulullah’ Beliau bersabda : “Yaitu menyekutukan Allah I dan mendurhakai kedua orang tua”. Semula beliau r bersandar, kemudian duduk tegak dan bersabda : “Ingatlah! Juga perkataan dusta dan persaksian palsu”. Rasulullah r mengulang-ulang perkataannya, sampai-sampai kami berkata (dalam hati), ‘semoga beliau diam’.

Tahqiqiy : diriwayatkan oleh Imam Bukhori (no. 5976) dan Imam Muslim (no. 87) dan hadits diatas adalah lafadz Imam Bukhori, dengan sedikit sekali perbedaannya jika merujuk kepada Kitab Shahih Bukhorinya langsung. Continue Reading DOSA BESAR YANG PALING BESAR…

AL QUR’AN TURUN BANYAK MENJELANG RASULULLLAH WAFAT

July 28, 2014 at 9:35 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

 

2). Hadits no. 3016

Haddatsanaa ‘Amr bin Muhammad bin Bukair an-Naaqid dan al-Hasan bin Ali al-Khulwaaniy dan Abdu Humaid –Abdu berkata, haddatsani, sedangkan yang lainnya berkata, haddatsanaa- Ya’quub bin Ya’nuun bin Ibrohim bin Sa’ad, haddatsanaa Bapakku dari Shoolih yaitu ibnu Kaisaan dari Ibnu Syihaab ia berkata, akhbaroni Anas bin Malik : “bahwa Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa menurunkan wahyu secara berturut-turut sebelum wafatnya Nabi sholallahu alaihi wa salam, sampai Beliau wafat. Wahyu lebih banyak turun pada hari diwafatkannya Rasulullah sholallahu alaihi wa salam”.

diriwayatkan juga oleh Bukhori no. 4982

Penjelasan kedudukan hadits : Continue Reading AL QUR’AN TURUN BANYAK MENJELANG RASULULLLAH WAFAT…

TA’LIQ MATAN AL KABAIR (MUKADIMAH)

July 27, 2014 at 3:04 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم وبه نستعين

كتاب الكبائر

وقول الله تعالى { إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ } الآية [سورة النساء ، الآية : ٣١]

وقوله تعالى { الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ } الآية [سورة النجم ، الآية : ٣٢] .

روى ابن جرير عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : الْكَبَائِرُ كُلُّ ذَنْبٍ خَتْمَهُ اللَّهُ بِنَارٍ أَوْ لَعْنَةٍ أَوْ  غَضِبٍ أَوْ عَذَابٍ.

وله عنه قال : هي إِلَى سَبْعِمِائَةٍ أَقْرَبُ مِنْهَا إِلَى سَبْعٍ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا كَبِيرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ، وَلَا صَغِيرَةَ مَعَ إِصْرَارٍ

ولعبد الرزاق عنه : هِيَ إِلَى السَّبْعِينَ أَقْرَبُ مِنْهَا إِلَى السَّبْعِ

 

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dan Kepada-Nya kami memohon pertolongan

 

KITAB TENTANG DOSA-DOSA BESAR

Allah I berfirman :

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)”. {QS. An Nisaa (4) : 31}

Dan firman-Nya :

“(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil” {QS. An Najm (53) : 32} Continue Reading TA’LIQ MATAN AL KABAIR (MUKADIMAH)…

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (SURAT AL ISRAA’ : 109)

July 27, 2014 at 12:26 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat ke-107 sampai 109 dari surat Al Israa’, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

قُلْ آَمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا (107) وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا (108) وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (109)

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.

Dalil bagi ayat ini sebagai tempat sujud tilawah adalah hadits-hadits dan kesepakatan para ulama yang memasukkan ayat ini sebagai tempat sujud tilawah, sebagaimana dalil untuk ayat ke-206 surat Al A’raaf pada pembahasan bagian ke-1.

  Continue Reading TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (SURAT AL ISRAA’ : 109)…

Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya

July 26, 2014 at 12:28 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى الْمَرْأَةِ

Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hak-hak apa saja yang seharusnya didapatkan dari seorang istri. Dalam bab sebelumnya telah disinggung juga hak suami atas istrinya atau dengan kata lain kewajiban istri kepada suami.

 

Imam Ibnu Majah berkata :                                

1852 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ، وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ، لَكَانَ نَوْلُهَا أَنْ تَفْعَلَ»

8). Hadits no. 1852

Haddatsanaa Abu Bakr bin Abi Syaibah ia berkata, haddatsanaa ‘Affaan ia berkata, haddatsanaa Hammaad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud’aan dari Sa’id ibnul Musayyib dari ‘Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “seandainya saya boleh memerintahkan seorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan istri sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk berjalan dari gunung merah ke gunung hitam dan balik lagi dari gunung hitam ke gunung merah, maka hal itu adalah kewajiban yang harus ditunaikan istri”.

Penjelasan kedudukan hadits : Continue Reading Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya…

Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya

July 26, 2014 at 12:24 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ حَقِّ الْمَرْأَةِ عَلَى الزَّوْجِ

Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hak-hak apa saja yang seharusnya didapatkan dari seorang suami. Dalam bab ini Imam Ibnu Ibnu Majah mendahulukan wanita terlebih dahulu, karena di bab berikutnya, beliau memberikan judul bab hak suami atas istrinya. Wallahu A’lam, mungkin ini suatu bentuk pemulian terhadap wanita, sehingga Beliau mendahulukannya, sebagaimana istilah yang ngetrend zaman ini ‘ladies first’. Atau bisa jadi Beliau adalah termasuk suami yang sayang istrinya, sebagaimana ini adalah akhlak Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, bahwa Beliau adalah manusia yang paling baik akhlaknya terhadap para istrinya.

Dalam Al Qur’an salah satu hak istri atau dengan kata lain kewajiban suami yang paling mendasar adalah pemberian nafkah. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (QS. An Nisaa’ : 34).

  Continue Reading Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya…

Bab 4 Tentang Ghanimah

July 25, 2014 at 8:49 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي الغَنِيمَةِ

Bab 4 Tentang Ghanimah

 

Penjelasan Bab :

Ghanimah (rampasan perang) adalah harta yang didapat melalui pertempuran dengan orang-orang Kafir, sebagaimana dalam surat Al An’Aam ayat 1, Allah I berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul”.

Adapun harta rampasan yang tidak melalui pertempuran dinamakan dengan Fa’I, sebagaimana dalam Firman-Nya I :

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(7)

“Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. (QS. Al Hasyr (59) 6-7: ) Continue Reading Bab 4 Tentang Ghanimah…

Bab 3 Barangsiapa yang Mampu Menahan Amarah

July 24, 2014 at 9:07 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

3 – باب من كَظَمَ غيظاً

Bab 3 Barangsiapa yang Mampu Menahan Amarah

 

Penjelasan Bab :

Menahan marah adalah akhlak terpuji, karena terkadang seorang yang sedang marah, dirinya menjadi tidak terkontrol. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa menyebutkan ketabahan dan kesadaran Nabi Ya’qub alaihi salam ketika kehilangan 2 anak tercintanya, oleh sebab anak-anaknya yang lain :

ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ (81) وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (82) قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (83) وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (84)

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar. Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya) (QS. Yusuf : 81-84).

Continue Reading Bab 3 Barangsiapa yang Mampu Menahan Amarah…

HADITS-HADITS TAHRIMUD DAM (BAG. 2)

July 22, 2014 at 9:07 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3971 – أَخْبَرَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا فَقَدْ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ ” فَلَمَّا كَانَتِ الرِّدَّةُ، قَالَ عُمَرُ لِأَبِي بَكْرٍ: أَتُقَاتِلُهُمْ وَقَدْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كَذَا، وَكَذَا، فَقَالَ: وَاللَّهِ لَا أُفَرِّقُ بَيْنَ الصَّلَاةِ، وَالزَّكَاةِ، وَلَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَهُمَا، فَقَاتَلْنَا مَعَهُ فَرَأَيْنَا ذَلِكَ رُشْدًا قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: «سُفْيَانُ فِي الزُّهْرِيِّ لَيْسَ بِالْقَوِيِّ وَهُوَ سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ»

6). Hadits no. 3971

Akhbaronaa Ziyaad bin Ayyub ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Zaid ia berkata, haddatsanaa Sufyaan dari az-Zuhriy dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Maka ketika terjadi kemurtadan, Umar rodhiyallahu anhu berkata kepada Abu Bakar : ‘apakah engkau akan memerangi mereka, sedangkan bukankah engkau mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda begini dan begitu’. Abu Bakar rodhiyallahu anhu berkata : ‘demi Allah, aku akan memerangi orang yang membedakan sholat dan zakat’. Lalu Umar rodhiyallahu anhu berkata, maka kami pun berperang bersama Abu Bakar dan kami melihat pendapat Abu Bakar rodhiyallahu anhu yang benar.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ziyaad bin Ayuub, perowi Bukhori.

Muhammad bin Yaziid, perowi tsiqoh tsabat.

Sufyan bin Husain, perowi Muslim, perowi Tsiqoh, hanya saja haditsnya bermasalah kalau meriwayatkan dari az-Zuhri, sebagaimana dikatakan Imam Nasa’i dan selainnya, dan dalam hadits ini beliau meriwayatkan dari az-Zuhri.

sisa perowinya adalah perowi Bukhori dan Muslim.

Hadits ini Shahih, sekalipun terdapat kelemahan pada sanadnya dengan sebab Sufyan bin Husain. Namun telah terdapat penguat dari hadits-hadits sebelumnya. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Taliq Musnad Ahmad.

 

Imam Nasa’i berkata :

3972 – قَالَ الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ: قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ «جَمَعَ شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ الْحَدِيثَيْنِ جَمِيعًا»

7). Hadits no. 3972

Al-Harits bin Miskiin berkata, dengan qiroah dan saya mendengar dari Ibnu Wahab ia berkata, akhbaroni Yunus dari Ibnu Syihaab ia berkata, haddatsani Sa’id ibnul Musayyib bahwa Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu mengabarinya bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Syu’aib bin Abi Hamzah menggabungkan kedua hadits ini.

Penjelasan kedudukan hadits :

Al-Harits, perowi Tsiqoh faqiih.

sisa perowinya adalah perowi Bukhori dan Muslim.

Hadits ini Shahih, bahkan Imam Al Albani dalam Taliq Sunan Nasa’i, mengatakan shahih Mutawatir.

Maksud perkataan Imam Nasa’i : ‘Syu’aib bin Abi Hamzah menggabungkan kedua hadits ini’. Dikatakan oleh Imam as-Sindi dalam Hasiyyahnya :

أي روى كلا منهما لا أنه رواهما جميعا بإسناد واحد

Yakni Syu’aib meriwayatkan masing-masing hadits tersebut, bukan meriwayatkan kedua hadits ini dengan satu sanad.

Wallahu A’lam, mungkin maksud Imam as-Sindi bahwa Syu’aib akan meriwayatkan sanad dari az-Zuhri dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, lalu dalam sanad lain Syu’aib meriwayatkan dari az-Zuhri dari Sa’id bin Musayyib. Bukan syu’aib meriwayatkan dari az-Zuhri dari Ubaidillah dan Sa’id bin Musayyib dalam satu sanad. Dan nanti akan dibawakan haditsnya oleh Imam Nasa’i seperti itu.

 

Imam Nasa’i berkata :

3973 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ، عَنْ شُعَيْبٍ، عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ، وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ، قَالَ عُمَرُ: يَا أَبَا بَكْرٍ، كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ” قَالَ أَبُو بَكْرٍ: لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ فَوَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا، كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا، قَالَ عُمَرُ: «فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ»

8). Hadits no. 3973

Akhbaronaa Ahmad bin Muhammad ibnul Mughiiroh ia berkata, haddatsanaa Utsmaan dari Syu’aib dari az-Zuhri ia berkata, haddatsanaa Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bahwa Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata :  “tatkala Rasulullah sholallahu alaihi wa salam wafat, maka Abu Bakar rodhiyallahu anhu menjadi kholifah, lalu kafirlah sebagian orang Arab, maka Umar rodhiyallahu anhu berkata : “mengapa kita memerangi manusia?, sedangkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersaba :“aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”. Abu Bakar rodhiyallahu anhu berkata : “sungguh aku akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara sholat dengan zakat, karena zakat adalah hak harta, demi Allah, seandainya mereka enggan menyerahkan tali kekang Unta, yang dulu pernah mereka serahkan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, niscaya aku akan memerangi mereka, atas keengganannya”. Umar rodhiyallahu anhu berkata : “demi Allah, tidaklah itu, kecuali aku merasa Allah melapangkan dada Abu Bakar rodhiyallahu anhu untuk memerangi mereka dan aku mengetahuinya sebagai sebuah kebenaran”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ahmad bin Muhammad, perowi shoduq.

Utsmaan yaitu ibnu Sa’id bin Katsir, perowi tsiqoh.

Syu’aib yakni bin Abi Hamzah, perowi Bukhori-Muslim.

sisa perowinya adalah perowi Bukhori dan Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani dan juga sebagai penguat maksud perkataan Imam Nasa’i sebelumnya. Hadits ini sekaligus sebagai penjelas apa yang dikatakan Umar rodhiyallahu anhu dalam hadits no. 3971 yang hanya diriwayatkan dengan kadza wa kadza.

 

Imam Nasa’i berkata :

3974 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ، عَنْ شُعَيْبٍ، عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، أَخْبَرَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَهَا فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي نَفْسَهُ وَمَالَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ ” خَالَفَهُ الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ

9). Hadits no. 3974

Akhbaronaa Ahmad bin Muhammad Mughiiroh ia berkata, haddatsanaa Utsmaan dari Syu’aib dari az-Zuhri ia berkata, haddatsani Sa’id bin al-Musayyib bahwa Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu mengabarinya bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersaba :“aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Al-Waliid bin Muslim menyelisihinya.

Penjelasan kedudukan hadits :

Perowinya telah berlalu pada hadits sebelumnya.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

Lalu Imam Nasa’i menyebutkan hadits setelahnya, dimana al-Waliid bin Muslim, seorang perowi tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, namun banyak melakukan tadlis taswiyyah, menyelisihi riwayat Utsmaan bin Sa’id dalam meriwayatkan hadits dari Syu’aib bin Abi Hamzah, berikut ini :

 

Imam Nasa’i berkata :

3975 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ: حَدَّثَنِي شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ وَسُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَذَكَرَ آخَرُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: فَأَجْمَعَ أَبُو بَكْرٍ لِقِتَالِهِمْ، فَقَالَ عُمَرُ: يَا أَبَا بَكْرٍ، كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا “، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ، وَالزَّكَاةِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا، قَالَ عُمَرُ: «فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِقِتَالِهِمْ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ»

10). Hadits no. 3975

Akhbaronaa Ahmad bin Sulaimaan ia berkata, haddatsanaa Muammal ibnul Fadhl ia berkata, haddatsanaa al-Waliid ia berkata, haddatsani Syu’aib bin Abi Hamzah dan Sufyaan bin Uyyainah dan disebutkan lainnya dari az-Zuhriy dari Sa’id ibnul Musayyib dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu : “Abu Bakar rodhiyallahu anhu mengumpulkan pasukan untuk memerangi mereka, maka Umar rodhiyallahu anhu berkata : “wahai Abu Bakar, bagaimana engkau memerangi manusia, sedangkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam telah bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya”. Abu Bakar rodhiyallahu anhu berkata : “sungguh aku akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara sholat dengan zakat, karena zakat adalah hak harta, demi Allah, seandainya mereka enggan menyerahkan tali kekang Unta, yang dulu pernah mereka serahkan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, niscaya aku akan memerangi mereka, atas keengganannya”. Umar rodhiyallahu anhu berkata : “demi Allah, tidaklah itu, kecuali aku merasa Allah melapangkan dada Abu Bakar rodhiyallahu anhu untuk memerangi mereka dan aku mengetahuinya sebagai sebuah kebenaran”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya telah berlalu.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

TAFSIR AL BAQOROH AYAT 58

July 21, 2014 at 9:16 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

Hadits-Hadits Kitab Tafsir

 

Imam Muslim berkata :

1 – (3015) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا: وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” قِيلَ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ: (ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ يُغْفَرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ) فَبَدَّلُوا، فَدَخَلُوا الْبَابَ يَزْحَفُونَ عَلَى أَسْتَاهِهِمْ، وَقَالُوا: حَبَّةٌ فِي شَعَرَةٍ “

1). Hadits no. 3015

Haddatsanaa Muhammad bin Roofi’, haddatsanaa Abdur Rozaq, haddatsanaa Ma’mar dari Hammaam bin Munabbih ia berkata, ini adalah apa yang diriwayatkan Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, lalu Beliau menyebutkan beberapa hadits diantaranya, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “dikatakan kepada Bani Isroil : { dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa” } [QS. Al Baqoroh : 58], namun mereka menggantinya, malah mereka masuk gerbang dengan ngengsot (bs. Jawa-pent.) sambl berkata : (khinthoh), biji gandum”.

HR. Bukhori no. 3403

  Continue Reading TAFSIR AL BAQOROH AYAT 58…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: