MUKADIMAH KITAB SIYAR

July 5, 2014 at 9:13 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

19 – أَبْوَابُ السِّيَرِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

19. Bab-Bab Siroh Tentang Rasulullah sholallahu alaihi wa salam

 

Mukadimah Bab Siroh

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، سيدنا محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم

أما بعد

Pada kesempatan yang baik ini, kami akan memberikan penjelasan ringkas sunan Tirmidzi pada pembahasan masalah Siroh Nabawi.  Para ulama sangat memandang penting mempelajari Siroh Nabawi, bagamaina tidak Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa telah memerintahkan kaum Mukminin untuk mengambil suri tauladan kepada Nabinya sholallahu alaihi wa salam. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al Ahzaab : 21).

Urgensi Mempelajari Siroh Nabawi

Para ulama salaf sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan memberikan kepada mereka pelajaran Siroh Nabawiyyah agar dapat dijadikan pegangan dan petunjuk bagi kehidupan dunia dan akhiratnya. Berikut beberapa nukilan ulama salaf tentang masalah ini :

  • Imam Ali bin al-Hasan bin Ali bin Abi Tholib berkata :

كنا نُعلَّم مغازي النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ كما نعلم السورة من القرآن

Kami mempelajari peperangan Nabi sholallahu alaihi wa salam, sebagaimana mana kami mempelajari Sejarah dalam Al Qur’an.                                                                                                                                                                                                                                                                                              Imam Az-Zuhriy berkata :

علم المغازي والسرايا علم الدنيا والآخرة

Ilmu peperangan Nabi sholallahu alaihi wa salam dan sirohnya adalah ilmu dunia dan akhirat

  • Imam Ismail bin Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqqoosh berkata :

كان أبي يعلمنا المغازي ويعدها علينا ” ، ويقول : ” يا بني هذه مآثر آبائكم فلا تضيعوها

Bapakku dulu mengajari kami ilmu berperang lalu berwasiat kepada kami, katanya : ‘wahai anakku ini adalah peninggalan bapakmu, maka janganlah engkau sia-siakan’.

Faedah Mempelajari Siroh Nabawi

Dengan mempelajari siroh Nabawi dapat memberikan faedah sebagai berikut :

  1. Menguatkan keimanan dan keyakinan dalam hati, karena dengan mengetahui ketegaran Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam menghadapi aral rintangan dakwah dan menjalankan Islam, akan membentuk sebuah karakter  dalam diri kita agar tahan banting dalam beragama. Sebagaimana Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa mengisahkan  kejadian-kejadian yang dialami oleh para Rasul dahulu untuk menguatkan hati Nabi sholallahu alaihi wa salam. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (QS. Huud : 120).

  1. Memberikan motivasi untuk sabar, mengingat gangguan yang ditimpakan kepada kaum Mukminin pada masa awal jauh lebih hebat dan lebih menyakitkan dibandingkan dengan masa sekarang ini, sehingga kita dapat meniru dan mencontoh ketabahan dan ketegaran mereka. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An Nahl : 110).

Imam as-Sa’diy dalam tafsirnya berkata :

ثم إن ربك الذي ربى عباده المخلصين بلطفه وإحسانه لغفور رحيم لمن هاجر في سبيله، وخلى دياره وأمواله طلبا لمرضاة الله، وفتن على دينه ليرجع إلى الكفر، فثبت على الإيمان، وتخلص ما معه من اليقين، ثم جاهد أعداء الله ليدخلهم في دين الله بلسانه ويده، وصبر على هذه العبادات الشاقة على أكثر الناس.

Kemudian Rabb yang telah mentarbiyyah hamba-Nya yang ikhlas dengan kelembutan dan kebaikkannya, Maha Pengampun dan Maha Pengasih, kepada orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya, meninggalkan negeri dan hartanya, demi mengharap ridho Allah, telah diuj dengan agamanya agar kembali kafir, namun tetap mengikhlaskan agamnya bersama orang-orang yang yakin. Lalu mereka berjhad melawan musuh Allah, agar mereka masuk kedalam agama Allah dengan lisan dan tangannya dan mereka tetap bersabar dalam menjalankan ibadah yang berat ini, menurut mayoritas manusia.

  1. Dalam siroh perjalan orang-orang sholih terdapat pelajaran yang sangat banyak, berupa akidah, fikih, adab, muamalah dan masih banyak lagi. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَصْحَابَ السَّفِينَةِ وَجَعَلْنَاهَا آَيَةً لِلْعَالَمِينَ

 Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia (QS. Al Ankabuut : 15).

Imam as-Sa’diy dalam tafsirnya berkata :

{ وَجَعَلْنَاهَا } أي: السفينة، أو قصة نوح { آيَةً لِلْعَالَمِينَ } يعتبرون بها، على أن من كذب الرسل، آخر أمره الهلاك، وأن المؤمنين سيجعل اللّه لهم من كل هم فرجا، ومن كل ضيق مخرجا.

“Kami jadikan hal tersebut” yakni kisah kapal atau Nabi Nuh alaihi salam sebagai “ayat bagi kaum Mukminin”, yaitu sebagai pelajaran berharga bagi kaum mukminin, bahwasanya orang yang mendustakan para Rasul, kesudahannya adalah kebinasaan, sedangkan kaum Mukiminin, Allah ganti setiap kesedihan mereka dengan happy ending dan setiap kesempitan dengan jalan keluar.

  1. Kisah cara berperang Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan para sahabatnya, dapat dijadikan contoh tatacara strategi dalam berperang oleh kaum Mukminin setelahnya, karena stategi mereka terbukti ampuh dalam menghadapi musuh-musuh Allah. Padahal diatas kertas Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan para sahabatnya, ketinggalan teknologi dengan kaum Kufar pada masa itu, tapi berkat ketakwaan dan keimanan yang tinggi kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa, akhirnya Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa membimbing mereka untuk dapat menghasilkan teknologi dan strategi perang yang dapat mengimbangi kekuatan kafiriin. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) (QS. Al Anfaal : 60).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: