PERKATAAN IMAM BAGHOWI YANG MENGGETARKAN JIWA

July 7, 2014 at 11:59 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

PERKATAAN IMAM BAGHOWI YANG MENGGETARKAN JIWA

 

Imam al Baghowi (436 H – 516 H) sempat menuliskan kegetiran jiwanya dalam Mukadimah kitab Syarhus Sunnah, ketika melihat pada zamannya , perhatian terhadap ilmu agama mulai berkurang, terutama ilmu hadits, kata beliau :

Maksud pengumpulan hadits-hadts ini –meskipun sudah cukup apa yang dilakukan oleh para pendahulu sebelumnya- ialah meneladani pekerjaan mereka dan mengikuti salah satu dari cara-cara mereka yang berhubungan dengan sumber hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam, dan agar masuk kedalam kelompok mereka yang bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama Allah dan menghidupkan sunnah Nabi sholallahu alaihi wa salam karena conta dan sayang kepada mereka dan metodenya –meskipun usahaku tidak dapat mencapai ketinggian karya mereka- serta karena tamak mengharapkan janji Allah melalui lisan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam :

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Seseorang itu bersama yang dicintainya (hadits shahih-pent.)

Dan karena aku melihat para ahli ilmu telah berguguran, dan hawa nafsu menguasai ahli zaman ini, sehingga agama hanya tinggal tulisannya saja, ilmu hanya tinggal namanya saja, hingga tergambarkan kebathilan dalam benak penduduk zaman ini dalam bentuk kebenaran, dan kebodohan tergambar dalam bentuk ilmu. Sehingga nyatalah perwujudan sabda Rasulullah sholallahu alaihi wa salam :

إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا، اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤَسَاءَ جُهَّالًا، فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا، وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu agama (secara langsung) dari para hamba, tetapi dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga ketika dia tidak menyisakan seorang ulama pun, maka mereka akan mengangkat orang-orang yang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya sesuatu, lalu mereka memberikan fatwa tanpa didasari ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan (Hadits Shahih-pent.).

Ketika permasalahannya sebagaimana yang saya gambarkan kepadamu, maka saya ingin memperbaharui perkara ilmu agama ini sebagai pengingat. Mudah-mudahan bisa menggerakkan orang agar haus terhadap ilmu agama dan memotivasi orang-orang yang diam tanpa semangat.

(dinukil dari Ensiklopedi Kitab-Kitab Rujukan Hadits, karya DR. Muhammad az-Zahrani, cet. Darul Haq).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: