TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (BAGIAN 2)

July 13, 2014 at 12:06 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 (BAGIAN 2)

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat ke-15 dari Surat ar-Ra’du, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari

Dalil bagi ayat ini sebagai tempat sujud tilawah adalah hadits-hadits dan kesepakatan para ulama yang memasukkan ayat ini sebagai tempat sujud tilawah, sebagaimana dalil untuk ayat ke-206 surat Al A’raaf pada pembahasan bagian ke-1.

 

Tafsir ayat 15 surat Ar Ra’du

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari

Makna ayat ini :

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa semua penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali semuanya sujud kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa. Adapun malaikat dan orang-orang mukmin mereka sujud kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa secara hakikat, lahir dan batin dengan penuh kesukarelaan, oleh karenanya ayat ini sangat tepat sebagai ayat sujud tilawah, karena seorang Mukmin ketika melewati ayat ini, mereka akan sujud, ikhlas dengan penuh kerelaan kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa. Iya, mereka kaum mukminin adalah orang-orang yang senantiasa sujud kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa dalam sholat-sholatnya, sampai-sampai tanda bekas sujud tampak dari muka mereka. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (QS. Al Fath : 29).

Adapun yang dimaksud dengan yang sujud terpaksa, dikatakan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam tafsirnya :

وفي معنى سجود الساجدين كَرها ثلاثة أقوال :

أحدها : أنه سجود مَنْ دخل في الإِسلام بالسيف ، قاله ابن زيد .

والثاني أنه سجود ظِلِّ الكافر ، قاله مقاتل .

والثالث : أن سجود الكاره تذلُّله وانقياده لما يريده الله منه من عافية ومرض وغنى وفقر

Tentang maksud sujudnya yang terpaksa, ada 3 pendapat ulama yaitu :

    1. Sujudnya orang yang masuk Islam, karena diperangi, ini dikatakan oleh Ibnu Zaid.
    2. Sujudnya bayangan orang Kafir, ini dikatakan oleh Muqootil.
    3.  mereka terpaksa bersujud dalam artianya ia terpaksa patuh dan tunduk terhadap apa yang Allah telah tentukan untuk dirinya, berupa kesehatan, sakit, kaya dan miskin.

Imam Syinqithi dalam tafsirnya menyebutkan makna lain dari pengertian sujudnya orang-orang kafir dengan terpaksa, kata beliau :

الكفار يسجدون كرهاً أعني المنافقين لأنهم كفار في الباطن ولا يسجدون لله إلا كرهاً كما قال تعالى : { وَإِذَا قاموا إِلَى الصلاة قَامُواْ كسالى يُرَآءُونَ الناس } [ النساء : 142 ] الآية وقال تعالى : { وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بالله وَبِرَسُولِهِ وَلاَ يَأْتُونَ الصلاة إِلاَّ وَهُمْ كسالى وَلاَ يُنفِقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ } [ التوبة : 54 ]

Orang kafir sujud dengan terpaksa yakni maksudnya orang-orang Munafik, yang mana mereka kufur batinnya, mereka tidak sujud kepada Allah kecuali dengan terpaksa, sebagaimana Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali (QS. An Nisaa’ : 142).

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (QS. At Taubah : 54).

Akhirnya semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang sujud kepada-Nya dengan penuh keikhlasan dan kesukarelaan dari lubuk hati yang terdalam, karena Dia Allah yang memang pantas untuk disujudi. Amiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: