HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 1)

July 15, 2014 at 9:09 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Hadits-Hadits Kitab Pengharaman Darah

(Bagian 1)

 

Imam Nasa’i berkata :

3966 – أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكَّارِ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى وَهُوَ ابْنُ سُمَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَإِذَا شَهِدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَصَلَّوْا صَلَاتَنَا، وَاسْتَقْبَلُوا قِبْلَتَنَا، وَأَكَلُوا ذَبَائِحَنَا، فَقَدْ حَرُمَتْ عَلَيْنَا دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا»

1). Hadits no. 3966

Akhbaronaa Haaruun bin Muhammad bin Bakkaar bin Bilaal dari Muhammad bin Isa –ibnu Sumai’ ia berkata, haddatsanaa Humaid ath-Thowiil dari Anas bin Maalik rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam bahwa Beliau bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi kaum musyirikin sampai mereka bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, jika mereka telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mereka sholat bersama kami dan menghadap ke kiblat kami, memakan sembelihan kami, maka telah haram darah dan hartanya, kecuali dengan haknya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Haruun perowi shoduq sebagaimana dikatakan oleh al-Hafidz dalam Taqribut Tahziib (dan seterusnya penilaian perowi, kami akan menggunakan buku ini, kecuali jika tidak ditemukan, maka kami akan menyebutkannya dari sumber lain-penulis).

Muhammad bin Isa, perowi shoduq, namun memiliki kekeliruan dan mudallis, serta tertuduh dengan qodariyyah. Namun dalam hadits ini, beliau sudah menggunakan lafadz haddatsanaa, sehingga cacat tadlisnya sudah hilang. Beliau mendapatkan mutaba’ah dari Yahya bin Ayyub, seorang perowi Bukhori-Muslim dalam riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya (no. 2642-cet. Al-Maktabah al-‘Ashriyyah) (selanjutnya kami sebut HR. Abu Dawud –penulis).

Humaid perowi tsiqoh, namun seorang mudallis. Tapi riwayat-riwayatnya dari Anas rodhiyallahu anhu adalah beliau mendengarnya secara langsung atau melalui Tsaabit al Bunaaniy –seorang perowi tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim- , kemudian beliau tadlis, sebagaimana dikatakan Imam Ibnu Hibban dalam ats-Tsiqoot.

Hadits ini Shahih, lafadz yang semakna dengan ini diriwayatkan juga oleh Bukhori-Muslim. Adapun lafadz yang hampir mirip dalam HR. Abu Dawud (no. 2642). Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Albani.

  

Imam Nasa’i berkata :

3967 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ نُعَيْمٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا حِبَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «§أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَإِذَا شَهِدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَاسْتَقْبَلُوا قِبْلَتَنَا، وَأَكَلُوا ذَبِيحَتَنَا، وَصَلَّوْا صَلَاتَنَا، فَقَدْ حَرُمَتْ عَلَيْنَا دِمَاؤُهُمْ، وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا لَهُمْ مَا لِلْمُسْلِمِينَ وَعَلَيْهِمْ مَا عَلَيْهِمْ»

2). Hadits no. 3967

Akhbaronaa Muhammad bin Haatim bin Nu’aim ia berkata, anba’anaa Hibbaan ia berkata, haddatsanaa Abdullah dari Humaid ath-Thowiil dari Anas bin Maalik rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bahwa bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, jika mereka telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mereka menghadap ke kiblat kami, memakan sembelihan kami, dan sholat bersama kami, maka telah haram darah dan hartanya, kecuali dengan haknya. Baginya seperti apa yang diwajibkan dan menjadi haknya atas kaum muslimin satu sama lannya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin Haatim, perowi tsiqoh.

Hibbaan adalah ibnu Muusi’, perowi Bukhori-Muslim.

Abdullah adalah ibnul Mubarok, Imam yang masyhur.

Hadits ini Shahih, lafadz yang hampir mirip dalam HR. Abu Dawud (no. 2641) dan riwayat Imam Tirmidzi dalam Sunannya (no. 2608-cet. Musthofa al-Baabiy al-Halabiy) (selanjutnya hanya disebut HR. Tirmidzi –penulis). Hadits ini dishahihkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Al Albani dan Syaikh Syu’ab Arnauth.

 

Imam Nasa’i berkata :

3968 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ: أَنْبَأَنَا حُمَيْدٌ قَالَ: سَأَلَ مَيْمُونُ بْنُ سِيَاهٍ، أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: يَا أَبَا حَمْزَةَ، مَا يُحَرِّمُ دَمَ الْمُسْلِمِ وَمَالَهُ؟ فَقَالَ: «§مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا، وَصَلَّى صَلَاتَنَا، وَأَكَلَ ذَبِيحَتَنَا فَهُوَ مُسْلِمٌ لَهُ مَا لِلْمُسْلِمِينَ وَعَلَيْهِ مَا عَلَى الْمُسْلِمِينَ»

3). Hadits no. 3968

Akhbaronaa Muhammad ibnul Mutsanaa ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin Abdullah al-Anshoriy ia berkata, anba’anaa Humaid ia berkata, Maimuun bin Siyaah bertanya kepada Anas bin Maalik rodhiyallahu anhu, tanyanya : ‘wahai Abu Hamzah, apa apa yang mengharamkan darah dan harta seorang Muslim?’. Jawab Anas rodhiyallahu anhu : “barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mereka menghadap ke kiblat kami, sholat bersama kami, dan memakan sembelihan kami, maka ia Muslim. Baginya seperti apa yang diwajibkan dan menjadi haknya atas kaum muslimin satu sama lannya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin al-Mutsanaa, perowi Bukhori-Muslim.

Muhammad bin Abdullah, perowi Bukhori-Muslim.

Maimuun bin Siiyaah, perowi Bukhori.

Hadits ini Shahih, lafadz yang hampir mirip dalam riwayat Imam Bukhori dalam Shahihnya (no. 393-cet. Daaru Tuuqo an-Najah) (selanjutnya hanya disebut HR. Bukhori –penulis).

 

Imam Nasa’i berkata :

3969 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِمْرَانُ أَبُو الْعَوَّامِ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْتَدَّتِ الْعَرَبُ، فَقَالَ عُمَرُ: يَا أَبَا بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ الْعَرَبَ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: إِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «§أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ» وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا مِمَّا كَانُوا يُعْطُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَيْهِ، قَالَ عُمَرُ: «فَلَمَّا رَأَيْتُ رَأْيَ أَبِي بَكْرٍ قَدْ شُرِحَ عَلِمْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ»

4). Hadits no. 3969

Akhbaronaa Muhammad bin Basysyaar ia berkata, haddatsanaa ‘Amr bin ‘Aashim ia berkata, haddatsanaa ‘Imroon Abul ‘Awwaam ia berkata, haddatsanaa Ma’mar dari az-Zuhriy dari Anas bin Maalik rodhiyallahu anhu beliau berkara : “setelah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam wafat, sebagian orang Arab murtad, maka Umar rodhiyallahu anhu berkata : “wahai Abu Bakar, bagaimana kita akan memerangi arab?”.maka Abu Bakar rodhiyallahu anhu berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah bersabdda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat”. Kata Abu Bakar rodhiyallahu anhu : “demi Allah, seandainya mereka enggan memberikan seokor unta zakat, sebagaimana mereka dahulu memberikannya kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, niscaya aku akan memerangi mereka”. Umar rodhiyallahu anhu berkata : “ketika aku mendengar pendapat Abu Bakar, maka lapanglah dadaku dan aku mengetahuinya bahwa itu adalah kebenaran”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin Basyar Bundaar, perowi Bukhori-Muslim.

‘Amr bin ‘Aashim, perowi Bukhori-Muslim.

Imroon bin Dawud, shoduq yuhimu (memiliki kelemahan), tertuduh memiliki pemikiran Khowarij.

Ma’mar bin Rosyid, Imam yang masyhur.

Muhammad bin Muslim az-Zuhriy, Imam yang masyhur.

Imam Nasa’i dalam Sunannya (no. 3094) mengomentari hadits ini :

قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: «عِمْرَانُ الْقَطَّانُ، لَيْسَ بِالْقَوِيِّ فِي الْحَدِيثِ، وَهَذَا الْحَدِيثُ خَطَأٌ، وَالَّذِي قَبْلَهُ الصَّوَابُ، حَدِيثُ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ»

Imroon al-Qoththoon, tidak kuat haditsnya dan hadits ini keliru, yang benar adalah hadits sebelumnya dari hadits az-Zuhriy dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu.

Na’am betul apa yang dikatakan oleh Imam Nasa’i bahwa yang betul hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu, karena lafadz yang hampir mirip dengan ini diriwayatkan dalam HR. Bukhori (no. 1456) dan Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 32-cet. Daaru Ihyaaut Turots) (selanjutnya disebut HR. Muslim –penulis).

Namun mungkin saja sanad hadits ini hasan, karena Imron bin Dawud al-Qoththoon, sebagian ulama memberikan penilaian positif, seperti Imam ‘Afaan, Imam al-‘Ijli, Imam Ibnu Syahiin dan Imam Ibnu Hibban yang men-tautsiq-nya, sebagian lagi seperti, Imam Bukhori, Imam as-Saaji dan Imam al-Hakim menilainya shoduq. Imam Ahmad mengatakan, aku harap haditsnya sholih. Oleh karenanya, Imam Al Albani dalam ta’liqnya terhadap Sunan Nasa’i mengatakan , Hasan Shahih.

 

Imam Nasa’i berkata :

3970 – أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ، وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ، قَالَ عُمَرُ لِأَبِي بَكْرٍ: كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ، وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ ” قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ، وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ، قَالَ عُمَرُ: «فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنِّي رَأَيْتُ اللَّهَ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ»

5). Hadits no. 3970

Akhbaronaa Qutaibah bin Sa’id ia berkata, haddatsanaa al-Laits dari ‘Uqoil dari az-Zuhriy akhbaroni Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata : “ketika Rasulullah sholallahu alaihi wa salam wafat, maka Abu Bakar rodhiyallahu anhu menggantikannya, lalu beberapa orang arab menjadi kafir. Umar rodhiyallahu anhu berkata kepada Abu Bakar : “bagaimana engkau akan memerangi manusia?”, maka (Abu Bakar rodhiyallahu anhu) berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”. Abu Bakar rodhiyallahu anhu : “demi Allah, aku akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara sholat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan untuk menyerahkan tali (hewan ternak) yang biasa mereka serahkan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, niscaya aku akan perangi mereka karena keengenannya”. Umar rodhiyallahu anhu berkata : “demi Allah, tidaklah hal itu, kecuali aku merasa Allah melapangkan dadaku dengan pendapatnya Abu Bakar untuk menumpas mereka, dan aku yakin bahwa itu adalah kebenaran”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya adalah perowi Bukhori dan Muslim.

Hadits ini Shahih, lafadz yang hampir mirip dalam HR. Bukhori (no. 1399) dan HR. Muslim (no. 32).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: