TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (Bag. 3)

July 20, 2014 at 8:56 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat ke-49 dan 50 dari surat An-Nahl, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (49) يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (50)

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Dalil bagi ayat ini sebagai tempat sujud tilawah adalah hadits-hadits dan kesepakatan para ulama yang memasukkan ayat ini sebagai tempat sujud tilawah, sebagaimana dalil untuk ayat ke-206 surat Al A’raaf pada pembahasan bagian ke-1.

 

Tafsir ayat 49 dan 50 surat An Nahl

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Makna ayat ini :

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa semua penghuni langit dan semua mahkluk yang di bumi, tanpa terkecuali semuanya sujud kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa. Ada yang mereka sujud secara sukarela, seperti para malaikat dan kaum mukminin dan yang terpaksa sujud, seperti orang kafir. Pengertian sujud dengan sukarela dan terpaksa telah kami sebutkan sebelumnya dalam tafsir ayat ke-15 surat Ar Ra’du.

Malaikat disini adalah Malaikat yang bertugas di bumi, dan disendirikan penyebutannya sebagai makhluk yang melata di bumi adalah sebagai pengkhususan karena kemuliannya. Atau ada juga yang mengatakan untuk mengecualikan dengan makhluk yang dibumi yang umumnya melata, sedangkan Malaikat memiliki sayap, demikian yang dikatakan oleh Imam Qurthubi dalam Tafsirnya.

Imam ibnul Jauzi dalam Tafsirnya mengatakan bahwa sujudnya penghuni langit dan bumi ada 2 macam, yakni bagi makhluk yang berakal, maka sujudnya sebagai ibadah dan bagi makhluk yang tidak berakal, maka sujudnya sebagai ketundukan bahwa dirinya adalah makhluk Allah yang tunduk kepada-Nya.

Termasuk keajaiban orang-orang Musyrik adalah mereka sujud kepada sesama makhluk, mereka sujud kepada Matahari dan Bulan, padahal matahari dan bulan adalah makhluk Allah. Firman-Nya :

وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah (QS. Fushilaat : 37).

Allah-lah yang mengatur Matahari dan Bulan, mereka beredar menurut ketetapan Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa, sebagaimana firman-Nya :

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Oleh karenanya ketika Nabi Ibrohim alaihi salam berdebat dengan raja terbesar pada zaman itu yang kafir kepada Allah, Nabi Ibrohim alaihi salam memintanya untuk menerbitkan matahari dari sebelah Timur, maka raja kafir tersebut terdiam dan kalah telak hujjahnya, bahwa dirinya adalah tuhan yang harus disembah rakyatnya. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa mengabadikan kisah tersebut :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آَتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.”Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqoroh : 258).

Kemudian Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa menyebutkan bahwa para malaikatnya tidak pernah menyombongkan diri. Bagaimana bisa mereka menyombungkan diri untuk sujud kepada Allah, seandainya Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa memerintahkan Para Malaikatnya untuk sujud kepada makhluk lainnya, pasti mereka akan melaksanakannya dan Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa telah memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam alaihi salam, mereka pun melaksanakannya :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka (QS. Al Baqoroh : 34).

Sedangkan makhluk lainnya yang waktu itu juga sebagai penduduk langit yang pada akhirnya menjadi pimpinan orang kafir, yakni Iblis, ia enggan untuk melaksanakan perintah Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa. Sehingga Allah berfirman :

إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (QS. Al Baqoroh : 34).

Imam Ibnu Utsaimin dalam tafsirnya mengeluarkan faedah yang sangat menarik, kata beliau :

أن السجود لغير الله إذا كان بأمر الله فهو عبادة؛ لأن لله تعالى أن يحكم بما شاء؛ ولذلك لما امتنع إبليس عن هذا كان من الكافرين؛ وقد استدل بعض العلماء بهذه الآية على كفر تارك الصلاة؛ قال: لأنه إذا كان إبليس كفر بترك سجدة واحدة أُمر بها، فكيف عن ترك الصلاة كاملة؟! وهذا الاستدلال إن استقام فهو هو؛ وإن لم يستقم فقد دلت نصوص أخرى من الكتاب، والسنة، وأقوال الصحابة على كفر تارك الصلاة كفراً أكبر مخرجاً عن الملة.

Bahwa sujud kepada selain Allah, jika itu atas perintah Allah, maka itu adalah ibadah, karena Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa membuat hukum sesuai yang Dia kehendaki, oleh karenanya ketika Iblis enggan untuk melaksanakannya, menjadilah ia orang kafir. Sebagian ulama berdalil dengan ayat ini atas kafirnya orang yang meninggalkan sholat. Kata mereka, karena jika Iblis saja kafir karena engan untuk satu kali saja sujud yang diperintahkan kepadanya, maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan sholat secara penuh?. Pendalilan ini jika benar, maka seperti itu kenyataannya, jika tidak bisa, maka nash-nash dari Kitab dan Sunnah lainnya serta perkataan para sahabat telah menunjukkan atas kafirnya orang yang meninggalkan sholat dengan kufur akbar yang mengeluarkan dari agama Islam.

Oleh karena itu ayat pada pembahasan bab ini menjadi tempat sujud bagi kaum Muslimim yang membaca ayat ini baik dalam sholat maupun luar sholat, sebagai bukti bahwa dirinya tidak merasa enggan untuk sujud kepada Allah. Seorang Muslim sejati tidak merasa gengsi dan takabur untuk menurunkan keningnya ke tanah demi bersujud kepada sang Maha Pencipta, karena dirinya faqir dan sangat butuh karunia dan ampunan kepada Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa, oleh karenanya Nabi sholallahu alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya, agar ketika sujud dalam sholat banyak membaca doa, karena itu adalah waktu diantara waktu-waktu mustajabnya doa. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Kondisi yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah pada saat ia sujud, oleh karenanya perbanyaklah berdoa (HR. Muslim).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: