TA’LIQ MATAN AL KABAIR (MUKADIMAH)

July 27, 2014 at 3:04 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم وبه نستعين

كتاب الكبائر

وقول الله تعالى { إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ } الآية [سورة النساء ، الآية : ٣١]

وقوله تعالى { الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ } الآية [سورة النجم ، الآية : ٣٢] .

روى ابن جرير عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : الْكَبَائِرُ كُلُّ ذَنْبٍ خَتْمَهُ اللَّهُ بِنَارٍ أَوْ لَعْنَةٍ أَوْ  غَضِبٍ أَوْ عَذَابٍ.

وله عنه قال : هي إِلَى سَبْعِمِائَةٍ أَقْرَبُ مِنْهَا إِلَى سَبْعٍ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا كَبِيرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ، وَلَا صَغِيرَةَ مَعَ إِصْرَارٍ

ولعبد الرزاق عنه : هِيَ إِلَى السَّبْعِينَ أَقْرَبُ مِنْهَا إِلَى السَّبْعِ

 

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dan Kepada-Nya kami memohon pertolongan

 

KITAB TENTANG DOSA-DOSA BESAR

Allah I berfirman :

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)”. {QS. An Nisaa (4) : 31}

Dan firman-Nya :

“(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil” {QS. An Najm (53) : 32}

  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu ‘Abbas t, ia berkata :

“Dosa besar adalah setiap dosa yang Allah ancam dengan neraka atau laknat atau kemurkaan atau siksaan”.

Tahqiqiy : diriwayatkan oleh Imam ath-Thabari dalam Tafsirnya (8/246) dan Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (no. 286) semuanya dari jalan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas. Beliau adalah perowi Muslim, hanya saja beliau tidak pernah berjumpa dengan Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu, sehingga sanadnya terputus.

Namun definisi yang diberikan oleh Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu tidak jauh dari kebenaran. Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Aqidah Washitiyyah mendefinisikan dosa besar adalah :

كل ذنبٍ ترتب عليه لعنة أو غضب أو وعيد في الآخرة أو حدٌّ في الدنيا

Setiap dosa yang mengakibatkan laknat kepada pelakunya atau kemarahan atau ancaman di akhirat atau hukuman had di dunia.

 

  1. Dari Ibnu Jarir juga, bahwa Ibnu ‘Abbas t berkata :

“Dosa besar jumlahnya sekitar 700 daripada 7 buah, tidak ada dosa besar yang diiringi dengan permohonan ampun dan tidak ada dosa kecil yang sering dikerjakan”.

Tahqiqiy : diriwayatkan oleh Imam ath-Thabari dalam Tafsirnya dan Imam ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya (no. 5257) semuanya dari jalan Syibil dari Qois bin Sa’ad dari Sa’id bin Jubair bahwa ada orang yang bertanya kepada Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu : ‘berapakah jumlah dosa besar?’apakah 7 jumlahnya?. Maka Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “al-Atsar”.

Syibil bin ‘Ibaad, perowi Bukhori. Qois bin Sa’ad perowi Muslim. Sedangkan Sa’id bin Jubair salah satu Aimah Tabi’in dipakai oleh Bukhori-Muslim. Sehingga sanad atsars iniBukhori-Muslim. abi’ertanya kepada Ibnu Abbas raa u ancaman di akhirat atau hukuman had di dunia.buatan orang-or ini shahih. Terdapat jalan lain untuk penggalan kalimat yang kedua yaitu “tidak ada dosa besar yang dibarengi dengan istighfar…” secara marfu’ kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, namun Imam Al Albani telah mentakhrij haditsnya dalam adh-Dhoifah (no. 4810) dan menghukuminya sebagai hadits Munkar.

Na’am jumlah dosa besar sangat banyak, diantaranya adalah apa yang dikumpulkan oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitabnya ini dan juga oleh para ulama lain seperti Imam adz-Dzahabi yang menulis kitab yang serupa dengan ini. Nas’alullah salamat wal afiyyah.

 

  1. Dalam riwayat Abdur Rozaq dari Ibnu Abbas t, ia berkata :

“Dosa besar jumlahnya sekitar 70 daripada 7 buah”.

Tahqiqiy : diriwayatkan oleh Imam at-Thabari dalam tafsirnya dari jalan Sulaimaan bin Thorkhoon (perowi Bukhori-Muslim), kemudian oleh Imam Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya (no. 5256) dari jalan Laits bin Abi Sulaim (perowi Muslim) dan Imam Abdur Rozaq dalam Mushonafnya (no. 19702) dari jalan Abdullah bin Thawus bin Kaisaan (perowi Bukhori-Muslim) semuanya dari Thawus bin Kaisaan, bahwa Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu pernah ditanya sebagaimana pertanyaan dalam atsar sebelumnya, lalu Beliau rodhiyallahu anhu menjawab : “al-Atsar”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: