ADZAN DIDALAM MASJID BID’AH?

August 31, 2014 at 12:48 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

APAKAH SETELAH ADA PENGERAS SUARA AZAN TIDAK PERLU NAIK ATAP MASJID ATAU YANG SEMISALNYA?

 

Artikel ini saya angkat, karena teringat berapa tahun silam waktu saya masih tinggal di kota Batam. Pada waktu itu ada seorang ikhwan dari Yaman yang berkunjung ke salah satu masjid ahlus sunnah di Batam. Ikhwan tersebut bercerita bahwa dirinya pernah menjadi murid asy-Syaikh Muqbil bin Hadi dan juga katanya pernah belajar di majelisnya Imam bin Baz. Namun qodarullah nama ikhwan tersebut saya lupa untuk mengingatnya pada hari ini.

Kemudian ketika ikhwan tersebut melihat bahwa muadzin yang bertugas mengumandangkan adzan di masjid kami senantiasa naik ke atap masjid, disamping tetap menggunakan pengeras suara juga, maka ikhwan tersebut berkata kepada kami bahwa asy-Syaikh Muqbill mengatakan cukup bagi seorang muadzin mengumandangkan adzan di dalam masjid, setelah adanya pengeras suara. Demikian penuturan ikhwan Yaman tersebut yang saya ingat. Namun barangkali ikhwan kita khususnya muadzinnya belum ‘sreg’ dengan keterangan ini, sehingga mereka masih perlu naik ke atap masjid untuk mengumandangkan adzan, demikian yang saya lihat sampai saya pergi meninggalkan kota Batam yang penuh dengan kenangan –wallahu A’lam kalau sekarang mereka sudah tidak lagi adzan di atap masjid-.

Continue Reading ADZAN DIDALAM MASJID BID’AH?…

SIFAT SHOLAT ‘AJN

August 31, 2014 at 4:18 am | Posted in fiqih | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS ‘AJN

 

Salah satu sifat sholat yang ditulis oleh al-Imam Muhammad Naashiruddin al-Albani dalam kitab monumentalnya, Sifat Sholat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam adalah sifat bangkit menuju rakaat berikutnya, dimana disebutkan bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah melakukan ‘Ajn pada saat bangkit menuju rakaat berikutnya.

‘Ajn yang dimaksud disini adalah seorang ketika berdiri bangkit menuju rakaat berikutnya, ia menggengam kedua tangannya lalu bertumpu dengan kedua punggung telapak tangannya, seperti kondisi orang yang sedang meratakan tepung dengan memukul-mukul menggunakan kedua punggung telapak tangannya. Gambaran mudahnya adalah seperti tangan dalam kondisi memukul, hanya saja disini, dalam kondisi seperti itu lalu dia jadikan tumpuan untuk bangkit ke rakaat berikutnya.

Imam Al Albani dalam Sifat Sholat Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam (hal. 155 cet. Maktabah al-Ma’aarif) menulis :

كان يعجن في الصلاة : يعتمد على يديه إذا قام

Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melakukan ‘ajn dalam sholat, Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam berpegang dengan kedua tangannya ketika berdiri (menuju ke rakaat berikutnya-pent.).

Continue Reading SIFAT SHOLAT ‘AJN…

BAB 7 MENIKAHI WANITA PERAWAN

August 31, 2014 at 12:05 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ تَزْوِيجِ الْأَبْكَارِ

Bab 7 Menikahi Wanita Perawan

 

Penjelasan Bab :

Wanita dianggap perawan jika selaput daranya belum robek. namun bisa saja selaput daranya robek, misalnya karena aktivitas olah raga berat atau karena penyakit tertentu, yang mana misalnya alat kedokteran harus masuk dalam kemaluannya, sehingga akhirnya membuat robek selaput daranya –sekalipun jarang terjadi-. Sehingga yang dijadikan patokan bahwa wanita disebut perawan adalah bahwa alat kelamin laki-laki belum pernah masuk kedalam alat kelamin wanita tersebut.

Dalam Al Qur’an, terdapat ayat yang menyinggung tentang sifat bidadari yang perawan, berikut diantara sifatnya :

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin (QS. Ar Rahmaan : 56).

Continue Reading BAB 7 MENIKAHI WANITA PERAWAN…

BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 4 – AKHIR)

August 29, 2014 at 11:43 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

4000 – أَخْبَرَنِي أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ النُّعْمَانِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: اخْتَلَفَ أَهْلُ الْكُوفَةِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا} [النساء: 93] فَرَحَلْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: «لَقَدْ أُنْزِلَتْ فِي آخِرِ مَا أُنْزِلَ ثُمَّ مَا نَسَخَهَا شَيْءٌ»

35). Hadits no. 4000

Akhbaroni Azhar bin Jamiil al-Bashriy ia berkata, haddatsanaa Khoolid ibnul Harits ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari al-Mughiroh bin an-Nu’maan dari Sa’id bin Jubair ia berkata : “penduduk Kufah berbeda pendapat tentang ayat ini : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya } (QS. An Nisaa’ : 93)”. Maka aku pergi kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu untuk bertanya tentangnya, beliau rodhiyallahu anhu menjawab : “ayat tersebut turun termasuk ayat yang terakhir turun, lalu tidak ada yang menghapus hukumnya”.

  Continue Reading BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 4 – AKHIR)…

Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i

August 28, 2014 at 11:27 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَنْ يُعْطَى الفَيْءَ

Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i

 

Penjelasan Bab :

Fa’i adalah harta rampasan yang tidak melalui pertempuran, sebagaimana dalam Firman-Nya I :

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(7)

“Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. (QS. Al Hasyr (59) 6-7: )

Continue Reading Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i…

BAB 6 TENTANG BAGUS DALAM PERGAULAN (BAG. 1)

August 27, 2014 at 11:42 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي حُسْنِ الْعِشْرَةِ

Bab 6 Tentang Bagus dalam Pergaulan

 

Penjelasan Bab :

Sebagai makhluk sosial, tentunya seseorang akan banyak berinteraksi dengan orang lain. Maka sangat wajar sekali sebagai agama yang sempurna Islam mengatur pergaulan antar sesama. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan rambu-rambu dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Misalnya Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menggambarkan bagaimana akhlak Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam Firman-Nya :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imroon : 159).

Nabi sholallahu alaihi wa salam juga telah berpesan kepada umatnya agar senantiasa menjaga akhlak yang baik ketiga bergaul dengan orang lain, disamping tetap menjaga ketakwaannya. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, ikuti perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscara akan menghapusnya dan pergaulillah manusia dengan pergaulan yang baik (HR. Tirmidzi, dikatakan hasan shahih oleh beliau sendiri, dihasankan oleh Imam Al Albani).

Continue Reading BAB 6 TENTANG BAGUS DALAM PERGAULAN (BAG. 1)…

BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 3)

August 26, 2014 at 11:33 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3997 – أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُسْتَمِرِّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يَجِيءُ الرَّجُلُ آخِذًا بِيَدِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، هَذَا قَتَلَنِي، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: لِمَ قَتَلْتَهُ؟ فَيَقُولُ: قَتَلْتُهُ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ، فَيَقُولُ: فَإِنَّهَا لِي. وَيَجِيءُ الرَّجُلُ آخِذًا بِيَدِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ: إِنَّ هَذَا قَتَلَنِي، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: لِمَ قَتَلْتَهُ؟ فَيَقُولُ: لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لِفُلَانٍ، فَيَقُولُ: إِنَّهَا لَيْسَتْ لِفُلَانٍ فَيَبُوءُ بِإِثْمِهِ “

32). Hadits no. 3997

Akhbaronaa Ibrohim ibnul Mustamir ia berkata, haddatsanaa ‘Amr bin ‘Aashim ia berkata, haddatsanaa Mu’tamir dari Bapaknya dari Al A’masy dari Syaqiiq bin Salamah dari ‘Amr bin Syurohbiil dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau bersabda : “seorang akan datang (pada hari kiamat) memegang tangan orang lain, lalu ia berkata : ‘wahai Rabb, orang ini telah membunuhku’, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berkata kepada si pembunuh : “kenapa engkau membunuhnya?”, maka si pembunuh tadi berkata : ‘aku membunuhnya untuk kemulian-Mu’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “pembunuhan tadi untukku”. Lalu datang orang lain lagi yang memegang tangan seorang, ia berkata : ‘ini orang yang membunuhku’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “kenapa engkau membunuhnya?”, si pembunuh menjawab : ‘aku membunuhnya untuk kemulian fulan’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “ia bukan untuk  fulan, maka ia menanggung dosanya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Ibrohim ibnul Mustamir perowi Shoduq yaghribu.

Hadits ini shahih, dikatakan oleh Imam Al Albani. Beliau telah mentakhrijnya secara lengkap dalam ash-Shahihah (no. 2698).

Continue Reading BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 3)…

TAFSIR SURAT AL AHZAB AYAT 10

August 25, 2014 at 10:37 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

Imam Muslim berkata :

12 – (3020) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ، وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ} قَالَتْ: «كَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ»

12). Hadits no. 3020

Haddatsanaa Abu Bakar bin Abi Syaibah, haddatsanaa ‘Abdah bin Sulaimaan dari Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha tentang Firman-Nya : { Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan} (QS. Al Ahzab : 10).

Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “hal itu terjadi pada waktu perang Khondaq”.

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori no. 4103.

Continue Reading TAFSIR SURAT AL AHZAB AYAT 10…

Bab 1 Pengagungan Darah Muslim (Bag. 2)

August 24, 2014 at 11:39 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3991 – أَخْبَرَنَا سَرِيعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ الْخَصِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ، وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ»

26). Hadits no. 3991

Akhbaronaa Sarii’bin Abdullah al-Waasithiy al-Khosiy ia berkata, haddatsanaa Ishaaq bin Yuusuf al-Azroq dari Syariik dari ‘Aashim dari Abi Wail dari Abdillah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “yang pertamakali dihisab pada diri seorang hamba adalah sholatnya, dan yang pertamakali diputuskan diantara manusia adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Sarii’, dinilai maqbul oleh Al Hafidz, sedangkan Imam Abu Hatim (lihat jarh wa ta’dil) menilainya majhul.

Sisa perowinya, para perowi Bukhori-Muslim, kecuali Syaarik bin Abdullah al-Qodhi perowi Muslim, yang berubah hapalannya setelah menjabat menjadi hakim.

Hadits ini Hasan lighoirihi, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i. Dalam ash-Shahihah (no. 1748), Imam Al Albani telah mentakhrij hadits ini dan mengatakan sanadnya hasan, kemudian ada penguat dari jalan lain. Setengah kalimat yang pertama dikuatkan dari jalan sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dalam HR. Abu Dawud (no. 864), HR. Tirmidzi (no. 413) dan HR. Ibnu Majah (no. 1425). Kemudian penguat lainnya dari sahabat Tamiim ad-Daariy rodhiyallahu anhu dalam HR. Ibnu Majah (no. 1426). Continue Reading Bab 1 Pengagungan Darah Muslim (Bag. 2)…

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (Bag. 8)

August 24, 2014 at 2:06 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat ke-60 dari surat Al Furqoon, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab:”Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

Para ulama kita telah bersepakat bahwa ayat ini adalah tempat sujud tilawah, Imam ibnu Katsiir dalam tafsirnya berkata :

وَقَدِ اتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ -رَحِمَهُمُ اللَّهُ -عَلَى أَنَّ هَذِهِ السَّجْدَةَ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ مَشْرُوعٌ السجودُ عِنْدَهَا لِقَارِئِهَا وَمُسْتَمِعِهَا

Para ulama telah bersepakat bahwa ayat Al Furqoon ini disyariatkan untuk sujud tilawah bagi pembaca dan pendengarnya.

 

Tafsir ayat 60 surat Al Furqoon

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab:”Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

Makna ayat ini : Continue Reading TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (Bag. 8)…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: