TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH (Bag. 5)

August 3, 2014 at 2:55 am | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat ke-58 dari surat Maryam, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آَدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آَيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Dalil bagi ayat ini sebagai tempat sujud tilawah adalah hadits-hadits dan kesepakatan para ulama yang memasukkan ayat ini sebagai tempat sujud tilawah, sebagaimana dalil untuk ayat ke-206 surat Al A’raaf pada pembahasan bagian ke-1.

Kemudian saya mendapati dalam tafsir Ibnu Katsiir (surat Maryam : 58) dan Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (no. 1897-cet. Maktabah ar-Rusydi), semuanya dari jalan :

عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، أَنَّ عُمَرَ قَرَأَ سُورَةَ مَرْيَمَ فَلَمَّا قَرَأَ آيَةَ السَّجْدَةِ سَجَدَ، ثُمَّ قَالَ: ” هَذَا السُّجُودُ فَأَيْنَ الْبُكَاءُ؟ “

Dari Sufyaan dari Al A’masy dari Ibrohim dari Abi Ma’mar bahwa Umar rodhiyallahu anhu membaca surat Maryam, ketika sampai ayat sajadah (ayat ke-58), beliau rodhiyallahu anhu pun sujud, lalu berkata : “ini adalah sujud, lalu mana menangisnya?”.

Sufyaan adalah ats-Tsauri, Al A’masy adalah Sulaiman bin Mihroon, Ibrohim adalah an-Nakho’o dan Abu Ma’mar adalah Abdullah bin Sakhbaroh, seorang perowi Tabi’i Kabiir. Semua perowi ini adalah para perowi tsiqoh para Aimah di zamannya, perowi Bukhori-Muslim, sehingga sanad atsar ini adalah shahih.

Lalu saya mendapati dalam kitabnya Imam al-Qoosim bin Salam yang berjudul Fadhoilul Qur’an (no. 147) meriwayatkan :

حدثنا أبو عبيد قال وحدثنا إسماعيل بن مجالد ، عن هلال الوزان ، عن عبد الرحمن بن أبي ليلى ، أنه قرأ سورة مريم حتى انتهى إلى السجدة خروا سجدا وبكيا فسجد بها ، فلما رفع رأسه قال : « هذه السجدة قد سجدناها فأين البكاء ؟ »

Haddatsanaa Abu Ubaid ia berkata, haddatsanaa Ismail bin Mujaalid dari Hilaal al-Wazaan dari Abdur Rokhman bin Abi Lailaa bahwa beliau membaca surat Maryam, ketika sampai ayat sajadah : “maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (ayat 58), beliau pun sujud, setelah mengangkat kepalanya, beliau berkata : “ini adalah sujud, yang kami telah sujud padanya, namun mana menangisnya?”.

Abu Ubaid adalah Imam al-Qoosim bin Salam sendiri. Ismail bin Mujaalid, perowi shoduq yukhthi’u (keliru) dipakai oleh Imam Bukhori. Hilaal al-Wazaan adalah ibnu Abi Humaid, perowi Tsiqoh, dipakai Bukhori dan Muslim. Sedangkan Abdur Rokhman bin Abi Laila adalah Tabi’i Kabiir, tsiqoh, muridnya Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu, dipakai oleh Bukhori dan Muslim. Maka hadits maqtu’ ini adalah minimalnya Hasan, karena Ismail bin Mujaalid perowi hasanul hadits.

 

Tafsir ayat 58 surat Maryam

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Makna ayat ini :

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menyebutkan salah satu golongan yang telah diberi nikmat oleh-Nya, yakni sebagaimana seorang hamba yang memohon dalam setiap sholatnya agar diberikan nikmat dalam doanya :

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka (QS. Al Fatihah : 7).

Golongan yang diberi nikmat, telah Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa sebutkan dalam ayat-Nya yang lain yaitu :

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS. An Nisaa’ : 69).

Sedangkangkan dalam ayat 58 dari Surat Maryam Allah sebutkan salah satu golongan yang mendapatkan nikmat Allah yaitu dari kalangan para Nabi dan Rasul alaihimus salam. Allah mulai menyebutkan para Nabi alaihimus salam mulai dari keturunan Nabi Adam alaihi salam : “yaitu para nabi dari keturunan Adam”. Imam Ibnul Jauzi dalam Tafsirnya menyebutkan itu adalah Nabi Idris alaihi salam. Kemudian : “dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh”. Itu adalah Nabi Ibrohim alaihi salam, karena Beliau adalah anak dari Saam bin Nuh alaihi salam. Lalu : “dan dari keturunan Ibrahim”, itu adalah Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan Nabi Ya’quub alaihimus salam. Lalu : “dan Israil”, Isroil adalah nama lain dari Nabi Ya’quub alaihi salam, keturunanya meliputi, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Haruun, Nabi Zakariya, Nabi Yahya dan Nabi Isa alaihimus salam.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat 58 surat Maryam, mencakup seluruh para Nabi alaihimus salam, kata beliau :

وَمِمَّا يُؤَيِّدُ أَنَّ الْمُرَادَ بِهَذِهِ الْآيَةِ جنسُ الْأَنْبِيَاءِ، أَنَّهَا كَقَوْلِهِ تَعَالَى فِي سُورَةِ الْأَنْعَامِ: {وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ] إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ * وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ * وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ * وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ * وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ} إِلَى أَنْ قَالَ: {أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ} [الْأَنْعَامِ 83-90] وَقَالَ تَعَالَى: {مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ  } [غَافِرٍ: 78]

Yang menguatkan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah para Nabi alaihimus salam adalah sebagaimana Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dalam surat Al An’aam : “Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran).” Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.” (QS. Al An’aam : 83-90)

Dan Firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Ghoofir : 78).

 Kemudian dalam ayat diatas, Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menyebutkan bahwa para Nabi alaihimus salam : “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”. Ini adalah amal keteladanan yang baik, mereka mengagungkan ayat-ayat Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dalam dada-dada mereka. Oleh karenanya, kita selayaknya meniru mereka, sebagaimana Firman-Nya :

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka (QS. Al An’aam : 90).

Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Sunan Abu Dawud (2/173) berkata :

واستدل على مشروعية البكاء في الصلاة بقوله تعالى: {إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا  [مريم: 58]8

Dan terdapat dalil tentang disyariatkannya menangis dalam sholat, pada Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa : “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: