HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 3)

August 5, 2014 at 11:14 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3976 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، ح وَأَنْبَأَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا مَنَعُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ، وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ “

11). Hadits no. 3976

Akhbaronaa Muhammad bin Abdullah ibnul Mubarok ia berkata, haddatsanaa Abu Mu’awiyyah (ganti sanad).

Anba’anaa Ahmad bin Harb ia berkata, haddatsanaa Abu Mu’awiyyah dari al-A’masy dari Abi Shoolih dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :“aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terhalangi dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah Azza wa Jalla”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin Abdullah, perowi Bukhori.

Abu Mu’awiyyah yakni Muhammad bin Khoozim, perowi Bukhori-Muslim.

Ahmad bin Harb, perowi shoduq.

Sisa perowinya adalah para perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

Imam Nasa’i berkata :

3977 – أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: أَنْبَأَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، وَعَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا، مَنَعُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ “

12). Hadits no. 3977

Akhbaronaa Ishaq bin Ibrohim ia berkata, anba’anaa Ya’laa bin Ubaid dari al-A’masy dari Abi Sufyaan dari Jaabir rodhiyallahu anhu dan dari Abi Shoolih dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu, mereka berdua berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terhalangi dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah Azza wa Jalla”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

Imam Nasa’i berkata :

3978 – أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ: حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زِيَادِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” نُقَاتِلُ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، حَرُمَتْ عَلَيْنَا دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ “

13). Hadits no. 3978

Akhbaronaa Al-Qosim bin Zakariyaa bin Diinaar ia berkata, haddatsanaa Abdullah bin Musa ia berkata, haddatsanaa Syaibaan dari ‘Aashim dari Ziyaad bin Qois dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam : “kami memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah diharamkan dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Al-Qoosim, perowi Muslim.

Ubadillah, Syaibaan bin Abdur Rokhman dan Aashim bin Bahdalah, perowi Bukhori-Muslim.

Ziyaad bin Qois, hanya ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban, sehingga al-Hafidz menilainya, maqbul dalam at-Taqriib.

Sanadnya lemah karena majhulnya Ziyaad ini, namun dengan adanya penguat hadits sebelumnya menjadi kuat, Imam Al Albani menilai hadits ini, Hasan Shahih.

 

Imam Nasa’i berkata :

3979 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَ رَجُلٌ فَسَارَّهُ، فَقَالَ: «اقْتُلُوهُ»، ثُمَّ قَالَ: «أَيَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ؟» قَالَ: نَعَمْ، وَلَكِنَّمَا يَقُولُهَا تَعَوُّذًا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا تَقْتُلُوهُ، فَإِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ “

14). Hadits no. 3979

Akhbaronaa Muhammad bin Abdullah ibnul Mubarok ia berkata, haddatsanaa al-Aswad bin ‘Aamir ia berkata, haddatsanaa Isroil dari Samaak dari an-Nu’maan bin Basyiir rodhiyallahu anhu ia berkata : “kami sedang duduk bersama Nabi sholallahu alaihi wa salam. Lalu datang seorang yang melapor, ia berkata : “mereka membunuhnya”. Lalu orang tersebut berkata : “saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”. Orang yang mau membunuh berkata : “betul, namun ia mengatakannya hanya untuk berlindung (agar tidak dibunuh)”. Maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “janganlah kalian membunuhnya, karena saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah diharamkan dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin Abdullah, perowi Bukhori.

Al-Aswad dan Isroil bin Yunus, perowi Bukhori-Muslim.

Samak bin Harb, perowi Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

 

Imam Nasa’i berkata :

3980 – قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ: حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ، عَنْ رَجُلٍ حَدَّثَهُ قَالَ: دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي قُبَّةٍ فِي مَسْجِدِ الْمَدِينَةِ، وَقَالَ فِيهِ: «إِنَّهُ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ» نَحْوَهُ

15). Hadits no. 3980

Ubaidillah berkata, haddatsanaa Isroil dari Samaak dari an-Nu’maan bin Saalim dari seorang laki-laki yang menceritakannya bahwa ia masuk menemui Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan kami pada waktu itu sedang di kubah masjid Madinah, lalu Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan : “tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah”. Semisal itu”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ubaidillah yakni bin Musa, perowi Bukhori-Muslim.

An-Nu’maan bin Saalim, perowi Muslim.

Perowi yang mubham (tidak disebutkan namanya) adalah seorang sahabat, dan majhulnya sahabat tidak merusak hadits, sebagaimana ini ma’lum dalam ilmu hadits. Namun dalam hadits berikutnya orang yang mubham tersebut adalah Aus yakni ibnu Abi Aus rodhiyallahu anhu, seorang sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

Imam Nasa’i berkata :

3981 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَعْيَنَ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سِمَاكٌ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ: قَالَ سَمِعْتُ أَوْسًا يَقُولُ: دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي قُبَّةٍ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

16). Hadits no. 3981

Akhbaronaa Ahmad bin Sulaimaan ia berkata, haddatsanaa al-Hasan bin Muhammad bin A’yan ia berkata, haddatsanaa Zuhair ia berkata, haddatsanaa Simaak dari an-Nu’maan bin Saalim ia berkata, aku mendengar Uwais rodhiyallahu anhu berkata : “kami masuk menemui Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan kami pada waktu itu sedang di kubah masjid Madinah, lalu disebutkan hadits sebelumnya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ahmad bin Muslim, perowi tsiqoh.

al-Hasan dan Zuhair bin Mu’awiyyah, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

 

Imam Nasa’i berkata :

3982 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَوْسًا يَقُولُ: أَتَيْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَفْدِ ثَقِيفٍ، فَكُنْتُ مَعَهُ فِي قُبَّةٍ، فَنَامَ مَنْ كَانَ فِي الْقُبَّةِ غَيْرِي وَغَيْرُهُ، فَجَاءَ رَجُلٌ، فَسَارَّهُ، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاقْتُلْهُ»، فَقَالَ: «أَلَيْسَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟» قَالَ: يَشْهَدُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَرْهُ» ثُمَّ قَالَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا حَرُمَتْ دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا ” قَالَ مُحَمَّدٌ: فَقُلْتُ لِشُعْبَةَ: أَلَيْسَ فِي الْحَدِيثِ أَلَيْسَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالَ: «أَظُنُّهَا مَعَهَا، وَلَا أَدْرِي»

17). Hadits no. 3982

Akhbaronaa Muhammad bin Basysyaar ia berkata, haddatsanaa Muhammad ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari an-Nu’maan bin Saalim ia berkata, aku mendengar Uwais rodhiyallahu anhu berkata : “aku mendatang Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dilembah Tsqiif, aku bersama Beliau di qubah, lalu kami tidur, tidak ada di Kubah selainku dan selain Beliau sholallahu alaihi wa salam, lalu datang seorang yang berkata : ‘pergilah dan bunuh dia’. Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “bukankah ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah Rasulullah?”. Orang tersebut berkata : ‘ia bersaksi’. Maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “biarkan dia”. Lalu bersabda : “saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah diharamkan dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah”.

Muhammad berkata, aku berkata kepada Syu’bah : ‘bukankan dalam hadits lafadznya : “bukankan ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah Rasulullah?”’. Syu’bah menjawab : ‘aku duga ia bersamanya, aku tidak tahu’.

Penjelasan kedudukan hadits :

Dibawan an-Nu’maan, perowinya adalah perowi Bukhori-Muslim. Muhammad dalam muridnya Syu’bah adalah ibnu Ja’far Ghundar, sebagaimana jelas disebutkan namanya oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad (no. 16160).

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

 

Imam Nasa’i berkata :

3983 – أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ، أَنَّ عَمْرَو بْنَ أَوْسٍ، أَخْبَرَهُ، أَنَّ أَبَاهُ أَوْسًا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، ثُمَّ تَحْرُمُ دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا»

18). Hadits no. 3983

Akhbaronaa Haaruun bin Abdullah ia berkata, haddatsanaa Abdullah bin Bakr ia berkata, haddatsanaa Haatim bin Abi Shoghiiroh dari an-Nu’maan bin Saalim bahwa ‘Amr bin Aus mengabarinya bahwa Bapaknya Aus rodhiyallahu anhu berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, lalu telah diharamkan dariku darah dan harta mereka. Kecuali haknya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Haaruun dan an-Nu’maan, keduanya hanya dipakai oleh Imam Muslim.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Seorang yang telah bersyahadat, maka telah menjadi Muslim yang memiliki hak dan kewajiban seperti Muslim lainnya, yakni diantaranya, haram harta, darah dan kehormatannya.
  2. Kalimat tauhid adalah kalimat besar, dimana seharusnya bendera ini dikibarkan oleh setiap Muslim dan barangsiapa yang berjihad untuk meninggikan kalimat ini, maka itulah jihad fii sabilillah. Nabi sholallahu alaihi wa salam :

وعن أبي موسى عبدِ اللهِ بنِ قيسٍ الأشعريِّ – رضي الله عنه – ، قَالَ : سُئِلَ رسولُ الله – صل الله عليه وسلم – عَنِ الرَّجُلِ يُقاتلُ شَجَاعَةً ، ويُقَاتِلُ حَمِيَّةً، ويُقَاتِلُ رِيَاءً، أَيُّ ذلِكَ في سبيلِ الله ؟ فقال رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ قَاتَلَ لِتَكونَ كَلِمَةُ اللهِ هي العُلْيَا ، فَهوَ في سبيلِ اللهِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

“dari Abu Musa Abdillah bin Qois al-Asy’ariy rodhiyallahu anhu beliau berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah ditanya oleh seseorang yang manakah diantara ini yang merupakan jihad fii sabilillah, seorang berperang kerena keberaniannya atau karena melindungi sesuatu atau karena riya?”, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “Barangsiapa yang berperang agar kalimat Allah tinggi, maka itulah jihad fii sabilillah”.

  1. Seorang Muslim hanya boleh diambil hartanya yang memang merupakan kewajiban yang harus ditunaikan, seperti zakat, selain itu tidak boleh seorang pun yang mengambil harta seorang Muslim tanpa hak. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (24) لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (25)

dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) (QS. Al Ma’aarij : 24-25).

Dalam ayat lain :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu (QS. An Nisaa’ : 29).

  1. Ingatlah bahwa mengambil harta orang Islam tanpa hak, melukai badannya dan mencederai kehormatannya, tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, semua itu akan dimintai penggantiannya pada hari akhir. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

«أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: «إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ»

Tahukah engkau siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab : “orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta”. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sesungguhnya orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat memiliki pahala sholat, puasa, zakat (dll), namun ia telah menyakiti, telah menuduh sembarangan, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, memukul orang, maka diberikanlah kebaikan tersebut kepada orang yang didholimi, jika kebaikannya sudah habis sebelum selesai dibayarkan kepada orang yang didholimi, maka kesalahan orang yang didholimi ditanggung olehnya, lalu ia dilemparkan kedalam neraka”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: