HADITS-HADITS KITAB TAFSIR (TAFSIR QS. AN NISA’ AYAT 3 & 127)

August 11, 2014 at 11:34 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | 2 Comments

Imam Muslim berkata :

6 – وَحَدَّثَنَا الْحَسَنُ الْحُلْوَانِيُّ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، جَمِيعًا عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ، عَنْ قَوْلِ اللهِ: {وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى} [النساء: 3] وَسَاقَ الْحَدِيثَ، بِمِثْلِ حَدِيثِ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ وَزَادَ فِي آخِرِهِ: مِنْ أَجْلِ رَغْبَتِهِمْ عَنْهُنَّ، إِذَا كُنَّ قَلِيلَاتِ الْمَالِ وَالْجَمَالِ

6).

Haddatsanaa al-Hasan al-Khulwaaniy dan Abdu bin Humaid semuanya dari Ya’quub bin Ibrohim bin Sa’ad, haddatsanaa Bapakku, dari Shoolih dari ibnu Syihaab, akhbaroni Urwah, ia bertanya kepada Aisyah rodhiyallahu anha terkait Firman Allah : { Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya)} (QS. An Nisaa’ : 3).

Lalu disebutkan seperti hadits Yunus dari az-Zuhri dan terdapat tambahan di akhirnya : “karena mengingikan Yatim tersebut, jika ia sedikit harta dan tidak begitu cantik”.

 

Imam Muslim berkata :

7 – (3018) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ: {§وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى} [النساء: 3] قَالَتْ: ” أُنْزِلَتْ فِي الرَّجُلِ تَكُونُ لَهُ الْيَتِيمَةُ وَهُوَ وَلِيُّهَا وَوَارِثُهَا، وَلَهَا مَالٌ وَلَيْسَ لَهَا أَحَدٌ يُخَاصِمُ دُونَهَا، فَلَا يُنْكِحُهَا لِمَالِهَا، فَيَضُرُّ بِهَا وَيُسِيءُ صُحْبَتَهَا، فَقَالَ: {إِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى، فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ} [النساء: 3] يَقُولُ: مَا أَحْلَلْتُ لَكُمْ، وَدَعْ هَذِهِ الَّتِي تَضُرُّ بِهَا

7). Hadits no. 3018

Haddatsanaa Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuroib mereka berdua berkata, haddatsanaa Abu Usaamah, haddatsanaa Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha terkait Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa : { Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya)} {QS. An Nisaa’ : 3}. Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “diturunkan berkaitan dengan soerang laki-laki yang menjadi wali dan ahli waris anak Yatim, wanita Yatim tersebut memiliki harta dan tidak memiliki ahli waris selain dirinya, maka janganlah ia menikahinya karena menginginkan hartanya, lalu ia memudhorotkan wanita tersebut dengan melakukan pergaulan yang jelek kepadanya, maka Allah berfirman : { Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi} (QS. An Nisaa’ : 3)”. Yakni : “apa yang halal bagi kalian dan tinggalkan wanita yang kalian akan memudhorotkan”.

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori no. 2494.

 

Imam Muslim berkata :

8 – (3018) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ: {وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ، وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ} [النساء: 127] قَالَتْ: «أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيمَةِ، تَكُونُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرَكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا، وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَعْضِلُهَا فَلَا يَتَزَوَّجُهَا وَلَا يُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ»

8). Hadits no. 3018

Haddatsanaa Abu Bakar bin Abi Syaibah, haddatsanaa Abdah bin Sulaimaan dari Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha tentang Firman Allah : { dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka} (QS. An Nisaa’ : 127). Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “diturunkan berkaitan dengan wanita Yatim yang berada dibawah pengasuhan seorang laki-laki yang memiliki harta (banyak), maka orang tersebut ingin menikahinya dan tidak suka orang lain yang menikahinya, agar dapat mengusai hartanya, maka ia menghalangi ia menikah atau dinikahi orang lain”.

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori no. 2494.

 

Imam Muslim berkata :

9 – (3018) حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ: {يَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ} [النساء: 127] الْآيَةَ، قَالَتْ: «هِيَ الْيَتِيمَةُ الَّتِي تَكُونُ عِنْدَ الرَّجُلِ، لَعَلَّهَا أَنْ تَكُونَ قَدْ شَرِكَتْهُ فِي مَالِهِ، حَتَّى فِي الْعَذْقِ، فَيَرْغَبُ – يَعْنِي أَنْ يَنْكِحَهَا – وَيَكْرَهُ أَنْ يُنْكِحَهَا رَجُلًا فَيَشْرَكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَعْضِلُهَا»

9). Hadits no. 3018

Haddatsanaa Abu Kuroib, haddatsanaa Abu Usaamah, akhbaronaa Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha tentang Firman-Nya : {Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka} (QS. An Nisaa’ : 127). Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “itu adalah wanita yatim yang diasuh oleh seorang laki-laki. Mungkin wanita tersebut berserikat dengan hartanya, hingga pada pohon kurma, maka laki-laki tersebut ingin menikahinya, karena tidak suka orang lain yang menikahinya, sehingga orang lain tersebut menguasai harta wanita yatim tersebut, oleh karenanya laki-laki tadi melarang wanita yatim untuk menikah dengan orang lain”.

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori no. 2494.

 Penjelasan Hadits :

  1. Maksud ayat 3 surat An Nisaa’ diatas menurut penafsiran Aisyah rodhiyallahu anha bahwa ada seorang laki-laki yang menjadi pengasuh anak yatim wanita dan ia memiliki harta warisan yang banyak, namun tidak cantik. Maka janganlah laki-laki tersebut menikahinya hanya karena hartanya, dimana nantinya dalam pernikahannya ia tidak menemukan kebahagian, karena tidak ada dasar saling mencintai, pernikahannya adalah karena harta semata. Sehingga jika dirinya khawatir tidak bisa berlaku adil, malah memberikan kemudhorotan kepada wanita tersebut, karena pergaulannya yang jelek, hendaknya ia menikahi wanita lain saja yang dapat menarik hatinya.
  2. Sedangkan ayat ke-127nya adalah laki-laki tersebut enggan menikahkan wanita yatim yang menjadi anak asuhnya dengan orang lain, karena khawatir laki-laki lain akan menguasai harta, sehingga terpaksa dirinya yang menikahi wanita yatim tersebut, sekalipun tidak ada rasa cinta, karena rupanya yang buruk. Hanya saja wanita yatim tersebut memiliki harta yang banyak. Tentu semua ini adalah diharamkan dan termasuk perbuatan dholim.
  3. Hadits ini dalil bagi ahli fiqih yang merinci hukum pernikahan menjadi 5, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram, sesuai dengan situasi dan kondisinya dan dalam hadits ini dalil bagi hukum pernikahan yang haram.
  4. Disyariatkannya melihat calon istri, agar seorang laki-laki merasa bahwa wanita tersebut kelak menjadi pendamping hidupnya yang baik.
  5. hadits diatas nasehat kepada pengasuk panti asuhan, agar menunaikan hak-hak anak yatim semestinya, karena jika ia berhasil mengasuh anak yatim sebagaimana mestinya akan mendapatkan pahala yang sangat besar, namun jika sebaliknya, akan mendapatkan siksaan yang besar.
Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. izin copas gan

    Like

  2. silakan

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: