Bab 6 Tentang Pasukan Sarooyaa

August 21, 2014 at 11:09 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي السَّرَايَا

Bab 6 Tentang Pasukan Sarooyaa

 

Penjelasan Bab :

Imam Mubarokfuriy dalam Tuhfatul Ahwadziy mengatakan bahwa ini adalah bagian tentara. Kemudian beliau menukil dari an-Nihaaayah :

قال في النهاية السرية هي طائفة من الجيش يبلغ أقصاها أربع مائة تبعث إلى العدو وجمعها السرايا

As-Sariyyah adalah sekelompok tentara yang jumlah mencapai 400 orang yang diutus kepada musuh. Jamaknya adalah as-Surooyaa.

Jadi as-Suroyaa adalah nama pasukan dengan jumlah personil paling sedikitnya 400 orang.

Dalam dunia militer modern, pembagian pasukan berdasarkan jumlah pasukannya dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah sebagai berikut :

  1. Group, dengan personil 9 sampai 12 orang, dipimpin oleh Kopral sampai sersan.
  2. Peleton, dengan anggota rata-rata 3 – 4 group, dipimpin oleh Letnan.
  3. Kompi, dengan jumlah anggota 100 – 150 personil, dipimpin oleh letnan utama dan ajudannya.
  4. Batalion, terdiri dari 800 – 1000 personil, dipimpin oleh Letnan Kolonel.
  5. Brigade, terdiri dari rata-rata 3 batalion, dipimpin oleh Brigadir Jenderal.
  6. Divisi, personilnya berjumlah sekitar 25.000 orang, dipimpin oleh Mayor Jenderal.
  7. Army, berjumlah sekitar 20 divisi, dipimpin oleh panglima Tentara.

Sumber : https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081130060308AAnSAlG

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah memimpin pasukan langsung yang berjumlah lebih dari 30 ribu pasukan untuk berperang di Tabuk. Asy-Syaikh Muhammad bin Yusuf dalam Subulul Huda, mengatakan :

وروى الحاكم في الاكليل عن معاذ بن جبل قال: خرجنا مع رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إلى غزوة تبوك زيادة على ثلاثين ألفا

Al-Hakim meriwayatkan dalam al-Ikliyal dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu anhu beliau berkata : “kami berperang bersama Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dalam perang Tabuk lebih dari 30 ribu personil”.

Kemudian Syaikh ibnu Yusuf menyebutkan bahwa diantaranya ada 12 ribu pasukan berkuda.

Imam Tirmidzi berkata :

1555 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الأَزْدِيُّ البَصْرِيُّ، وَأَبُو عَمَّارٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا: حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ الصَّحَابَةِ أَرْبَعَةٌ، وَخَيْرُ السَّرَايَا أَرْبَعُ مِائَةٍ، وَخَيْرُ الجُيُوشِ أَرْبَعَةُ آلَافٍ، وَلَا يُغْلَبُ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا مِنْ قِلَّةٍ» هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ، لَا يُسْنِدُهُ كَبِيرُ أَحَدٍ غَيْرُ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ وَإِنَّمَا رُوِيَ هَذَا الحَدِيثُ عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا، وَقَدْ رَوَاهُ حِبَّانُ بْنُ عَلِيٍّ العَنَزِيُّ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَوَاهُ اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا

8). Hadits no. 1555

Haddatsanaa Muhammad bin Yahya al-Azdiy al-Bashriy dan Abu ‘Ammaar dan selainnya mereka berkata, haddatsanaa Wahab bin Jariir dari Bapaknya dari Yunus bin Yaziid dari az-Zuhriy dari ‘Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sebaik-baik sahabat (group) ada 4 orang, sebaik-baik as-Sarooyaa ada 400 orang, sebaik-baik tentara ada 4000 orang dan tidak terkalahkan jika minimalnya berjumlah 12 ribu orang”.

Ini hadits hasan ghorib, tidak disandarkan oleh ulama besar, selain Jariir bin Khaazim, ia hanya meriwayatkan dari az-Zuhriy dari Nabi sholallahu alaihi wa salam secara mursal. Ibnu Hibban bin Ali al-‘Anaziy meriwayatkan dari ‘Uqoiil dari az-Zuhriy dari ‘Ubaidillah bin Abdullah dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Al-Laits bin Sa’ad meriwayatkan dari ‘Uqoil dari az-Zuhriy dari Nabi sholallahu alaihi wa salam secara mursal. berkuda.yor Jenderal.

rkecil sampai yang terbesar adalah sebagai ber

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi bukhori-Muslim. Hanya saja Abu ‘Amaar, saya belum mengetahui siapa dia.

Hadits ini dhoif, Imam Tirmidzi menilainya, Hasan ghoriib sebelum hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip diriwayatkan dalam HR. Abu Dawud (no. 2611). Namun Imam Abu Dawud menilai yang rajih bahwa hadits ini mursal.

Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Sunan Abu Dawud, menilai hadits ini lemah karena kemursalannya. Kemudian Imam Al Albani dalam Dhoif Sunan Abu Dawud – al-Umm (2/234-235) rujuk dari pendapat yang menshahihkan hadits ini sebelumnya. Beliau berkata :

ثم رجعت عن تصحيحه في الطبعة الجديدة لـ ” الصحيحة”.

Lalu aku rujuk dari penshahihannya dalam cetakan baru “ash-Shahihah”

Syaikh Saadiy Nu’maan dalam kitabnya Taroju’aat, yakni kitab ini beliau tulis yang isinya revisi penilaian Imam Al Albani dalam hadits, beliau jelaskan didalam hadits-hadits apa saja yang Imam Al Albani revisi dari yang tadinya menshahihkan atau menghasankan menjadi mendhoifkannya dan yang tadinya didhoifkan, lalu dishahihkan atau dihasankan, berdasarkan penelitian terhadap kitab-kitabnya Imam Al Albani. Kemudian Syaikh Saadiy menulis bahwa hadits pembahasan kita ini adalah yang termasuk dalam kategori revisi Imam Al Albani dari menshahihkan menjadi mendhoifkannya. Hadits ini tercatat di nomor 25 dari kitab tersebut, lalu Syaikh Saadiy berkata :

صحيح الجامع (3278)، الصحيحة (986). ثم ضعفه في الصحيحة (2/682) معارف، ضعيف الترغيب (1814)، المشكاة 3912، أبو داود 2611، الترمذي 1555، وضعيف الموارد (205/1663).

Hadits ini dishahihkan dalam shohihul Jaami’ (no. 3278) dan ash-Shahihah (no. 986), lalu didhoifkan dalam ash-Shahihah (2/682) cet. Ma’aarif, dhoif at-Targhiib (no. 1814), al-Misykah (no. 3912), Abu Dawud (no. 2611), Tirmidzi (no. 1555) dan Dhoif al-Mawaarid (205/1663).

Syaikh Muqbil dalam Ahaadits Mu’alah (no. 226) berkata :

الحديث بهذا السند ظاهره أنه على شرط الشيخين، ولكن إليك ما ذكره ابن أبي حاتم (ج1ص347) قال: وسألت أبي عن حديث؛ رواه وهب بن جرير، عن أبيه، عن يحيى بن أيوب، عن يونس بن يزيد، عن الزهري، عن عبيد الله بن عبد الله، عن ابن عباس، فذكره.

ورواه لوين: محمد بن سليمان، عن حبان بن علي أخي مندل، عن عقيل، عن الزهري، عن عبيد الله بن عبد الله، عن ابن عباس، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وعلى آله وَسَلَّمَ.

ورواه ليث بن سعد، عن عقيل، عن ابن شهاب، أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وعلى آله وَسَلَّمَ، قال … ، فسمعت أبي يقول: مرسل أشبه، لا يحتمل هذا الكلام يكون كلام النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وعلى آله وَسَلَّمَ. اهـ المراد منه.

Hadits dengan sanad ini, dhohirnnya atas syarat Bukhori-Muslim, namun aku akan membawakan untuk anda apa yang disebutkan Ibnu Abi Haatim (1/347) : ‘aku bertanya kepada bapakku tentang hadits…..’. maka aku mendengar Bapakku berkata : ‘mursal lebih pantas, tidak mungkin ini adalah ucapan Nabi sholallahu alaihi wa salam’.

Syaikh Maahir Yaasin, juga merojihkan hadits ini mursal dalam tahqiq Riyaadhus Shoolihin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: