Bab 6 Menikahi Wanita yang Agamanya Bagus

August 23, 2014 at 12:04 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ تَزْوِيجِ ذَاتِ الدِّينِ

Bab 6 Menikahi Wanita yang Agamanya Bagus

 

Penjelasan Bab :

Syariat memberikan petunjuk kepada umatnya agar ketika memilih pasangan memperhatikan beberapa kriteria dan kriteria utama yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan masalah agamanya. Ini berlaku ketika memilih wanita pendamping hidup bagi laki-laki yang nanti haditsnya akan dibawakan oleh Imam Ibnu Majah –In Syaa Allah- dan juga laki-laki calon pemimpin hidupnya bagi wanita, karena Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَاد

Jika datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah, jika tidak dilakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya, dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani).

 

Imam Ibnu Majah berkata :

1858 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ ” تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ “

14). Hadits no. 1858

Haddatsanaa Yahya bin Hakiim ia berkata, haddatsanaa Yahya bin Sa’id dari Ubaidillah bin Umar dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Bapaknya dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “wanita dinikahi karena 4 perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikkannya dan agamanya. Pilihlah agama yang baik, niscaya engkau akan beruntung”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Yahya bin Hakiim, beliau perowi tsiqoh, haafidz, ahli ibadah dan penulis hadits.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth. Lafadz yang mirip diriwayatkan dalam HR. Bukhori (no. 5090) dan HR. Muslim (no. 1466).

 

Penjelasan Hadits :

  1. Inilah 4 kriteria yang perlu diperhatikan seorang laki-laki dalam memilih pasangan hidupnya.
  2. Kriteria yang paling utama untuk dipilih adalah agama wangan hidupnya.
  3. liau perowi tsiqoh, ahli ibadah tidak dilakukan, maka akan terjadiita tersebut dan termasuk didalamnya adalah akhlak sang wanita. Dan pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan kriteria wanita sholihah.
  4. Namun untuk mendapatkan wanita yang sholihah, tentunya anda harus menjadi laki-laki yang sholih juga, karena Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :

لْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) (QS. An Nuur : 26).

 

Imam Ibnu Majah berkata :

1859 – حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبيُّ، وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، عَنِ الْإِفْرِيقِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ، فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ، وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ، فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ، وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ، وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ»

15). Hadits no. 1859

Haddatsanaa Abu Kuroib ia berkata, haddatsanaa Abdur Rokhman al-Muhaaribiy dan Ja’far bin ‘Aun dari al-Ifriqiy dari Abdillah bin Yaziid dari Abdillah bin ‘Amr ia berkata Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “janganlah menikahi wanita karena kecantikkannya, khawatir nanti kecantikkanya akan membuatnya binasa dan jangan juga menikahi karena hartanya, khawatir nanti hartanya akan membuatnya melampaui batas, namun nikahilah karena agamanya. Sungguh budak wanita yang hidungnya pesek dan hitam legam, tapi agamanya bagus, masih lebih baik”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali al-Ifriqiy yang nama aslinya Abdur Rokhman bin Ziyaad bin An’am, perowi dhoif. dan Abdullah bin Yaziid, hanya dipakai oleh Imam Muslim.

Hadits ini dhoif, Imam Al Albani dalam ta’liqnya menilai hadits ini dhoif, kemudian dalam adh-Dhoifah (no. 1061), Imam Al Albani menjelaskan alasan pendhoifannya yakni karena kelemahan al-Ifriqiy diatas. kemudian Imam Al Albani membantah ucapan Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi yang mengatakan bahwa dalam Shahih Ibnu Hibban ada sanad lain untuk hadits ini, maka kata Imam Al Albani :

وأما ما نقله السندي في ” حاشيته “، وتبعه محمد فؤاد عبد الباقي عن ” الزوائد ” أنه قال بعد تضعيفه للإفريقي: والحديث رواه ابن حبان في ” صحيحه ” بإسناد آخر. فهذا ليس في نسختنا من ” الزوائد “، وهو يوهم أن الحديث بهذا المتن عند ابن حبان وعن ابن عمرو، وليس كذلك، وإنما عنده حديث أبي سعيد الخدري: ” تنكح المرأة على مالها … ” الحديث نحوحديث أبي هريرة الذي اعتبره البوصيري شاهدا لهذا وليس كذلك، لأنه لا يشهد إلا لجملة التزوج على الدين،

Adapun apa yang dinukil oleh as-Sindiy dalam Hasyiyahnya dan diikuti oleh Muhammad Fuad Abdul Baqiy dari az-Zawaid bahwa beliau berkata setelah mendhoifkan al-Afrikiy : ‘hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dengan sanad lain dalam shahihnya’. Maka ini bukan berasal dari tulisan az-Zawaid dan memberikan pemahaman bahwa hadits ini memiliki matan dalam riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu ‘Amr Rodhiyallahu ‘anhu, namun bukan seperti itu, yang ada dalam ibnu Hibban adalah hadits Abu Sa’id al-Khudriy Rodhiyallahu ‘anhu yang lafadznya : “dinikahi wanita karena kecantikkannya”.

Hadits diatas mirip dengan hadits Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu yang dijadikan pegangan oleh al-Bushiriy untuk menguatkan hadits ini, namun tidak seperti itu karena tidak ada syahidnya kecuali kalimat yang berbunyi untuk menikahi wanita yang baik agamanya

Diriwayatkan oleh Syariik dari Jaabir dari Athoo’ dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’ dengan lebih ringkas. Dikeluarkan ole hath-Thabrani dalam “al-Ausath (1/163/1)” lalu berkata : ‘tidak ada yang meriwayatkan dari Jaabir, selaian Syariik’. Aku berkata : ‘yaitu Syariik bin Abdullah al-Qodhi, beliau dhoir karena jelek hapalannya, namun Jaabir yaitu ibnu Yaziid al-Ju’fiy lebih parah kedhoifannya dibandingkan Syariik, sebagian ulama menuduhnya sebagai pendusta’.

Yang mahfudz (baca shahih) dari Abu Huroiroh dengan lafadz : “sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika dipandang….”. ditakhrij dalam “ash-Shahihah (no. 1838)”.

Senada dengan Imam Al Albani, Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Sunan Ibnu Majah, mendhoifkan hadits ini.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: