Bab 1 Pengagungan Darah Muslim (Bag. 2)

August 24, 2014 at 11:39 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3991 – أَخْبَرَنَا سَرِيعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ الْخَصِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ، وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ»

26). Hadits no. 3991

Akhbaronaa Sarii’bin Abdullah al-Waasithiy al-Khosiy ia berkata, haddatsanaa Ishaaq bin Yuusuf al-Azroq dari Syariik dari ‘Aashim dari Abi Wail dari Abdillah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “yang pertamakali dihisab pada diri seorang hamba adalah sholatnya, dan yang pertamakali diputuskan diantara manusia adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Sarii’, dinilai maqbul oleh Al Hafidz, sedangkan Imam Abu Hatim (lihat jarh wa ta’dil) menilainya majhul.

Sisa perowinya, para perowi Bukhori-Muslim, kecuali Syaarik bin Abdullah al-Qodhi perowi Muslim, yang berubah hapalannya setelah menjabat menjadi hakim.

Hadits ini Hasan lighoirihi, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i. Dalam ash-Shahihah (no. 1748), Imam Al Albani telah mentakhrij hadits ini dan mengatakan sanadnya hasan, kemudian ada penguat dari jalan lain. Setengah kalimat yang pertama dikuatkan dari jalan sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dalam HR. Abu Dawud (no. 864), HR. Tirmidzi (no. 413) dan HR. Ibnu Majah (no. 1425). Kemudian penguat lainnya dari sahabat Tamiim ad-Daariy rodhiyallahu anhu dalam HR. Ibnu Majah (no. 1426).

Dan setengah kalimat kedua diriwayatkan oleh Imam Bukhori (no. 6533) dan Imam Muslim (no. 1678) dari jalan sahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu.

 

Imam Nasa’i berkata :

3992 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، عَنْ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ، يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَوَّلُ مَا يُحْكَمُ بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ»

27). Hadits no. 3992

Akhbaronaa Muhammad bin Abdul A’laa dari Khooli, haddatsanaa Syu’bah dari Sulaimaan ia berkata, aku mendengar Abi Wail menceritakan dari Abdillah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “yang pertamakali diputuskan diantara manusia adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Muhammad bin Abdul A’laa, hanya dipakai oleh Imam Muslim.

Hadits ini shahih, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i.

 

Imam Nasa’i berkata :

3993 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ»

28). Hadits no. 3993

Akhbaronaa Ahmad bin Sulaimaan ia berkata, haddatsanaa Abu Dawud dari Sufyaan dari Al A’masy dari Abi Wail ia berkata, Abdullah rodhiyallahu anhu berkata : “yang pertamakali diputuskan diantara manusia pada hari kiamat adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Ahmad bin Sulaiman, perowi tsiqoh Hafidz.

Abu Dawud Sulaiman ath-Thoyalisi, Imam penulis kitab musnad, perowi Muslim.

sisa perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih mauquf, dikatakan oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i ia memiliki hukum marfu’.

Imam Nasa’i berkata :

3994 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ: حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقٍ، ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ»

29). Hadits no. 3994

Akhbaronaa Ahmad bin Hafsh ia berkata, haddatsani Bapakku ia berkata, haddatsani Ibrohim bin Tohmaan dari Al A’masy dari Syaqiiq, lalu disebutkan kalimat yang semakna dari ‘Amr bin Syurohbiil dari Abdullah rodhiyallahu anhu berkata : “yang pertamakali diputuskan diantara manusia pada hari kiamat adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Ahmad bin Hafsh dan Bapaknya Hafsh bin Abdullah, keduanya perowi Bukhori.

sisa perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih mauquf, dikatakan oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i ia memiliki hukum marfu’.

 

Imam Nasa’i berkata :

3995 – أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى فِيهِ بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ»

30). Hadits no. 3995

Akhbaronaa Ahmad bin Harb ia berkata, haddatsanaa Abu Mu’awiyyah dari Al A’masy dari Abu Wail dari ‘Amr bin Syurohbiil ia berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “yang pertamakali diputuskan diantara manusia pada hari kiamat adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Ahmad bin Harb, perowi shoduq.

sisa perowinya, perowi Bukhori-Muslim. ‘Amr bin Syurohbiil seorang tabi’i kabiir.

Hadits ini Mursal, namun hasan lighorihi dengan penguat dari jalan lain, dikatakan oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i, Shahih lighoirihi.

 

Imam Nasa’i berkata :

3996 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ»

 

 

 

31). Hadits no. 3996

Akhbaronaa Muhammad ibnul ‘Alaa’ ia berkata, haddatsanaa Abu Mu’awiyyah ia berkata, haddatsanaa A’masy dari Syaqiiq, dari Abdullah rodhiyallahu anhu berkata : “yang pertamakali diputuskan diantara manusia adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih mauquf, dikatakan oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i ia memiliki hukum marfu’

 

Penjelasan Hadits :

  1. Permasaalahan darah adalah permasalahan yang sangat besar, sehingga inilah yang pertamakali Allah akan putuskan di tengah-tengah manusia pada hari pembalasan.
  2. Hadits ini tidak bertentangan dengan apa yang dikatakan bahwa yang pertamakali dihisab adalah sholat, karena itu berbicara tentang pribadi seseorang, adapun berkaiatan dengan orang banyak, maka yang pertamakali dihisab adalah dalam masalah darah.
  3. Oleh karenanya, ketika Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berbicara kepada Malaikat-Nya bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai kholifah di muka bumi, maka Malaikat pun bertanya kepada Allah apa hikmah diciptakannya manusia, Malaikat berkata :

قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui (QS. Al Baqoroh : 30).

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :

وَإِنَّمَا هُوَ سُؤَالُ اسْتِعْلَامٍ وَاسْتِكْشَافٍ عَنِ الْحِكْمَةِ فِي ذَلِكَ، يَقُولُونَ: يَا رَبَّنَا، مَا الْحِكْمَةُ فِي خَلْقِ هَؤُلَاءِ مَعَ أَنَّ مِنْهُمْ مَنْ يُفْسِدُ فِي الْأَرْضِ وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ

Hanyalah Malaikat bertanya

  1. jaminan keamanan dari pemerintah kaum Muslimin, maka tidak boleh dibunuh. Imam bin Baz pernah berfatwa dalam majmu Fatawanya :

لا يجوز قتل الكافر المستوطن أو الوافد المستأمن الذي أدخلته الدولة آمنا ، ولا قتل العصاة ولا التعدي عليهم ، بل يحالون فيما يحدث منهم من المنكرات للحكم الشرعي ، وفيما تراه المحاكم الشرعية الكفاية

 

Tidak boleh membunuh orang kafir yang tinggal di negeri Islam atau utusan yang mendapatkan jaminan keamanan yang masuk kedalam negeri Islam dengan aman. Dan tidak boleh juga membunuh orang kafir yang bermaksiat atau melampaui batas, namun perkaranya dilaporkan kepada hakim Syariat dan apa yang diputuskan oleh hakim syariat telah mencukupi.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: