TAFSIR SURAT AL AHZAB AYAT 10

August 25, 2014 at 10:37 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

Imam Muslim berkata :

12 – (3020) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ، وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ} قَالَتْ: «كَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ»

12). Hadits no. 3020

Haddatsanaa Abu Bakar bin Abi Syaibah, haddatsanaa ‘Abdah bin Sulaimaan dari Hisyaam dari Bapaknya dari Aisyah rodhiyallahu anha tentang Firman-Nya : { Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan} (QS. Al Ahzab : 10).

Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “hal itu terjadi pada waktu perang Khondaq”.

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori no. 4103.

Penjelasan Hadits :

  1. Ayat ini bercerita tentang perang Khondaq, yang datang dari atas adalah Yahudi Bani Quroidhoh dan yang datang dari bawah adalah Musyrikin Quraisy dan suku Ghothofaan, demikian yang dituturkan oleh Imam Ibnu Hisyaam dalam Oleh karenanya dalam ayat berikutnya Allah Azza wa Jalla berfirman :

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat (QS. Al Ahzaab : 11).

  1. Adapun orang-orang Munafik ketika melihat kondisi seperti ini, mereka berubah menjadi pecundang, Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menceritakan ucapan mereka :

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا (12) وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا (13) وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآَتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا (14) وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْئُولًا (15)

قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا (16)

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.”. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.” Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari. Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat. Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur).” Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.”. (QS. Al Ahzaab : 12-16).

  1. Adapun perkataan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, ketika menghadapi suasana yang mencekam seperti ini adalah :

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا (22) مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا (23) لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (24)

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya), supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzaab : 22-24).

  1. Kemudian perang Khondaq iorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, ketika menghadapi suasana yang mencekam seperti ini adalah :
  2. usyrni akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin, tanpa melalui peperangan, karena Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mengirimkan angin dan Malaikatnya kepada mereka, sehingga akhirnya mereka membubarkan diri. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menceritakannya :

وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا (25)

Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan . Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (QS. Al Ahzaab : 25).

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :

يَقُولُ تَعَالَى مُخْبِرًا عَنِ الْأَحْزَابِ لَمَّا أَجْلَاهُمْ عَنِ الْمَدِينَةِ، بِمَا أَرْسَلَ عَلَيْهِمْ مِنَ الرِّيحِ وَالْجُنُودِ الْإِلَهِيَّةِ، وَلَوْلَا أَنَّ جَعَلَ اللَّهُ رَسُولَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، لَكَانَتْ هَذِهِ الرِّيحُ عَلَيْهِمْ أَشَدَّ مِنَ الرِّيحِ الْعَقِيمِ عَلَى عَادٍ، وَلَكِنْ قال الله تَعَالَى: {وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ] } [الْأَنْفَالِ: 33]

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mengabarkan tentang perang Ahzaab ketika mengusir pasukan musuh yang mengepung Madinah, dengan mengirimkan angin dan tentara tuhan (malaikat), seandainya Allah tidak menjadikan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam sebagai rakhmat atas umatnya, niscaya Dia akan mengirimkan angin yang lebih kencang dari angin taufan yang dikirimkan kepada kaum ‘Aad, namun Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : {Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun} (QS. Al Anfaal : 33).

  1. Kemudian perang berlanjut dengan penaklukkan bani Quroidhoh. Orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan orang Kafir telah melakukan pengkhianatan terhadap kaum Muslimin, karena sebelumnya mereka telah terikat perjanjian untuk sama-sama menjaga kota Madinah dari serangan musuh, jika kota Madinah diserang, namun mereka malah mengadakan persengkokolan dengan orang-orang kafir untuk menghancurkan kaum Muslimin. Imam Bukhori-Muslim meriwayatkan :

فَلَمَّا رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الخَنْدَقِ وَضَعَ السِّلاَحَ وَاغْتَسَلَ، فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَهُوَ يَنْفُضُ رَأْسَهُ مِنَ الغُبَارِ، فَقَالَ: ” قَدْ وَضَعْتَ السِّلاَحَ، وَاللَّهِ مَا وَضَعْتُهُ، اخْرُجْ إِلَيْهِمْ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَأَيْنَ فَأَشَارَ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ

Tatkala Rasulullah sholallahu alaihi wa salam kembali dari Khondaq, Beliau sholallahu alaihi wa salam meletakkan senjatanya lalu mandi, maka Jibril alaihi salam mendatanginya –sedangkan Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam kondisi basah rambutnya-, Jibril alaihi salam berkata : “engkau telah meletakkan senjata?, demi Allah aku belum meletakkan senjata, keluarlah menuju mereka!”. Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “kemana?”. Maka Jibril alaihi salam berisyarat ke Bani Quroidhoh.

Dan peperangan dengan Bani Quroidhoh berakhir dengan kemenangan yang gemilang di tangan kaum Muslimim. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menceritakannya :

وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا (26) وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا (27)

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak . Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (QS. Al Ahzaab : 26-27).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: