BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 4 – AKHIR)

August 29, 2014 at 11:43 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

4000 – أَخْبَرَنِي أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ النُّعْمَانِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: اخْتَلَفَ أَهْلُ الْكُوفَةِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا} [النساء: 93] فَرَحَلْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: «لَقَدْ أُنْزِلَتْ فِي آخِرِ مَا أُنْزِلَ ثُمَّ مَا نَسَخَهَا شَيْءٌ»

35). Hadits no. 4000

Akhbaroni Azhar bin Jamiil al-Bashriy ia berkata, haddatsanaa Khoolid ibnul Harits ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari al-Mughiroh bin an-Nu’maan dari Sa’id bin Jubair ia berkata : “penduduk Kufah berbeda pendapat tentang ayat ini : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya } (QS. An Nisaa’ : 93)”. Maka aku pergi kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu untuk bertanya tentangnya, beliau rodhiyallahu anhu menjawab : “ayat tersebut turun termasuk ayat yang terakhir turun, lalu tidak ada yang menghapus hukumnya”.

 

 

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Azhar bin Jamiil, beliau hanya dipakai Bukhori saja.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Muslim (no. 3023).

 

Imam Nasa’i berkata :

4001 – أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ: حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ أَبِي بَزَّةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ: هَلْ لِمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: «لَا»، وَقَرَأْتُ عَلَيْهِ الْآيَةَ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ: {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ} [الفرقان: 68] قَالَ: «هَذِهِ آيَةٌ مَكِّيَّةٌ، نَسَخَتْهَا آيَةٌ مَدَنِيَّةٌ»، {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ} [النساء: 93]

36). Hadits no. 4001

Akhbaronaa ‘Amr bin Ali ia berkata, haddatsanaa Yahya ia berkata, haddatsanaa Ibnu Juraij ia berkata, haddatsani al-Qoosim bin Abi Bazzah  dari Sa’id bin Jubair ia berkata, aku bertanya kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu : ‘apakah orang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, memiliki taubat?’. Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu menjawab : “tidak”. Maka aku membacakan ayat dari Al Furqoon : { Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar} (QS. Al Furqoon : 68). Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu berkomentar : “itu adalah ayat Makiyyah, telah dinasakh oleh ayat Madaniyyah : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya } (QS. An Nisaa’ : 93)”.

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 4762) dan HR. Muslim (no. 3023).

 

Imam Nasa’i berkata :

4002 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: أَمَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى أَنْ أَسْأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ} [النساء: 93] فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: «لَمْ يَنْسَخْهَا شَيْءٌ»، وَعَنْ هَذِهِ الْآيَةِ: {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ} [الفرقان: 68] قَالَ: «نَزَلَتْ فِي أَهْلِ الشِّرْكِ»

37). Hadits no. 4002

Akhbaronaa Muhammad ibnul Mutsana ia berkata, haddatsanaa Muhammad ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Manshuur dari Sa’id bin Jubair ia berkata, Abdur Rokhman bin Abi Laila menyuruhku untuk bertanya kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu tentang kedua ayat ini : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya } (QS. An Nisaa’ : 93). Maka aku bertanya kepada beliau dan jawabnya : “tidak ada yang menasakhkannya sedikitpun”. Dan tentang ayat : { Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar} (QS. Al Furqoon : 68). Kata Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu : “ayat ini diturunkan tentang orang musyrik”.

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 4766) dan HR. Muslim (no. 3023).

 

Imam Nasa’i berkata :

4003 – أَخْبَرَنَا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمَنْبِجِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي رَوَّادٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى الثَّعْلِبِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ قَوْمًا كَانُوا قَتَلُوا، فَأَكْثَرُوا وَزَنَوْا، فَأَكْثَرُوا وَانْتَهَكُوا، فَأَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ الَّذِي تَقُولُ وَتَدْعُو إِلَيْهِ لَحَسَنٌ، لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةً، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ} [الفرقان: 68] إِلَى {فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ} [الفرقان: 70] قَالَ: «يُبَدِّلُ اللَّهُ شِرْكَهُمْ إِيمَانًا وَزِنَاهُمْ إِحْصَانًا وَنَزَلَتْ»: {قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ} [الزمر: 53] الْآيَةَ

38). Hadits no. 4003

Akhbaronaa Haajib bin Sulaiman al-Manbijiy ia berkata, haddatsanaa ibnu Abi Rowwaad ia berkata, haddatsanaa Ibnu Juraij dari Abdil A’laa ats-Tsa’labiy dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa suatu kaum telah membunuh, kebanyakan mereka juga melakukan zina dan kebanyakan mereka juga melanggar kehormatan. Kemudian mereka mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam dan berkata : ‘wahai Muhammad, sesungguhnya yang engkau katakan dan yang engkau dakwahkan kepada-Nya adalah bagus, seandainya engkau memberitahu kami bahwa apa yang kami lakukan ini dapat ditebus, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat : { Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),  (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,  kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang } (QS. Al Furqoon : 68-70).

Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu berkata : “Allah menggantikan kesyirikan mereka dengan keimanan dan zina mereka dengan kebersihan diri”. Lalu turun ayat lagi : { Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah } (QS. Az Zumar : 53).

Penjelasan kedudukan hadits :

Haajib, perowi shoduq yuhimu (memiliki kelemahan).

Abdul Majiid bin Abdul Aziz bin Abi Rowaad, perowi Muslim.

Ibnu Juraij, perowi Bukhori-Muslim, namun mudallis dan disini beliau menggunakan sighot an’anah.

Abdul A’laa’, perowi shoduq yuhimu.

Hadits ini shahih lighoirihi, dikatakan demikan oleh Imam Al Albani. Karena sebenarnya sanad ini lemah dengan sebab tadlisnya Ibnu Juraij, namun lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 4810) dan HR. Muslim (no. 122).

 

Imam Nasa’i berkata :

4004 – أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنِي يَعْلَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ أَتَوْا مُحَمَّدًا، فَقَالُوا: إِنَّ الَّذِي تَقُولُ وَتَدْعُو إِلَيْهِ لَحَسَنٌ، لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةً، فَنَزَلَتْ: ” {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ} [الفرقان: 68]، وَنَزَلَتْ: {قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ} [الزمر: 53] “

39). Hadits no. 4004

Akhbaronaa al-Hasan bin Muhammad az-Za’farooniy ia berkata, haddatsanaa Hajjaaj bin Muhammad, Ibnu Juraij berkata, akhbaroni Ya’laa dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa orang-orang musyrik mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam dan berkata : ‘wahai Muhammad, sesungguhnya yang engkau katakan dan yang engkau dakwahkan kepada-Nya adalah bagus, seandainya engkau memberitahu kami bahwa apa yang kami lakukan ini dapat ditebus, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat : { Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah } (QS. Al Furqoon : 68-70).

Lalu turun ayat lagi : { Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah } (QS. Az Zumar : 53).

Penjelasan kedudukan hadits :

Al-Hasan, perowi Bukhori.

Hajjaaj, perowi Bukhori-Muslim.

Ibnu Juraij, perowi Bukhori-Muslim, namun mudallis dan disini beliau menerangkan aktvitas periwayatannya, sehingga telah hilang cacat tadlisnya.

Ya’laa, ada dua Ya’laa yang merupakan gurunya ibnu Juraij sekaligus juga muridnya Sa’ib bin Jubair, yaitu ibnu Muslim dan Ibnu Hakiim, keduanya perowi Bukhori-Muslim. Namun saya mendapati dalam Shahih Muslim (no. 122) bahwa Ya’laa tersebut adalah ibnu Muslim.

Hadits ini shahih, dikatakan demikan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 4810) dan HR. Muslim (no. 122).

 

Imam Nasa’i berkata :

4005 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يَجِيءُ الْمَقْتُولُ بِالْقَاتِلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَاصِيَتُهُ وَرَأْسُهُ فِي يَدِهِ، وَأَوْدَاجُهُ تَشْخَبُ دَمًا يَقُولُ: يَا رَبِّ، قَتَلَنِي، حَتَّى يُدْنِيَهُ مِنَ الْعَرْشِ ” قَالَ: فَذَكَرُوا لِابْنِ عَبَّاسٍ التَّوْبَةَ، فَتَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا} [النساء: 93] قَالَ: ” مَا نُسِخَتْ مُنْذُ نَزَلَتْ: وَأَنَّى لَهُ التَّوْبَةُ “

40). Hadits no. 4005

Akhbaronaa Muhammad bin Roofi’ ia berkata, haddatsanaa Syabaabah bin Sawwaar ia berkata, haddatsani Warqoo’ dari ‘Amr dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau berkata : “orang yang terbunuh pada hari kiamat datang mengadukan pembunuhnya dimana ubun-ubun dan kepalanya dipegang oleh yang terbunuh dan ia dalam keadaan urat lehernya berlumuran darah, ia berkata : “wahai Rabb, ia telah membunuhku, ia terus-menerus mendekati Arsy”. Lalu orang-orang bertanya kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, apakah orang yang membunuh memiliki taubat?, maka Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu membacakan ayat ini : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja } (QS. An Nisaa’ : 93). Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu berkata : “ayat ini tidak ada yang menasakhnya sejak diturunkan, maka bagaimana ia memiliki taubat?”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim. Warqoo’ yaitu ibnu Umar bin Kulaib dan ‘Amr adalah ibnu Diinaar.

Hadits ini shahih, dikatakan demikan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Tirmidzi (no. 3029), lalu Imam Tirmidzi mengatakan sebagai hadits Hasan.

Imam Nasa’i berkata :

4006 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ: ” نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا} [النساء: 93] الْآيَةُ كُلُّهَا بَعْدَ الْآيَةِ الَّتِي نَزَلَتْ فِي الْفُرْقَانِ بِسِتَّةِ أَشْهُرٍ ” قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: «مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو لَمْ يَسْمَعْهُ مِنْ أَبِي الزِّنَادِ»

41). Hadits no. 4006

Akhbaronaa Muhammad bin al-Mutsanaa ia berkata, haddatsanaa al-Anshooriy ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin ‘Amr dari Abiz Zinnaad dari Khoorijah bin Zaid dari Zaid bin Tsaabit ia berkata : “ayat ini turun : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya} (QS. An Nisaa’ : 93).” Ayat ini secara lengkap turun 6 bulan setelah ayat Al Furqoon (68-70).

Imam Abu Abdir Rokhman an-Nasaa’i berkata : ‘Muhammad bin ‘Amr tidak mendengar dari Abiz Zinaad’.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim. Al-Anshoriy adalah Muhammad bin Abdullah dan Abuz Zannaad adalah Abdullah bin Dzakwaan.

Hadits ini shahih lighorihi, Imam Al Albani menilainya hasan shahih. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nasa’i bahwa terjadi keterputusan sanad antara Muhammad bin ‘Amr dengan Abuz Zanaad. Namun dalam riwayat Imam Abu Dawud (no. 4272) yang meriwayatkan dari Abuz Zanaad adalah Abdur Rokhman bin Ishaq, seorang perowi Muslim, kemudian Abuz Zanaad tidak meriwayatkan langsung dari Khoorijah bin Zaid, namun melalui Mujaalid bin ‘Auf baru Khoorijah. Mujaalid seorang perowi shoduq. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata :

وَرَوَى اِبْن مَرْدَوَيْهِ مِنْ طَرِيق خَارِجَة بْن زَيْد بْن ثَابِت عَنْ أَبِيهِ قَالَ : ” نَزَلَتْ سُورَة النِّسَاء بَعْدَ سُورَة الْفُرْقَان بِسِتَّةِ أَشْهُر “

Diriwayatkan oleh ibnu Mardawaih dari jalan Khoorijah bin Zaid bin Tsaabit dari Bapaknya ia berkata : “surat an-Nisaa’ (ayat 93) diturunkan 6 bulan setalah surat Al Furqoon (ayat 68-70)”.

 

Imam Nasa’i berkata :

4007 – أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ زَيْدٍ فِي قَوْلِهِ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ} [النساء: 93] قَالَ: «نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ بَعْدَ الَّتِي فِي تَبَارَكَ الْفُرْقَانِ بِثَمَانِيَةِ أَشْهُرٍ»، {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ} [الفرقان: 68] قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: «أَدْخَلَ أَبُو الزِّنَادِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَارِجَةَ مُجَالِدَ بْنَ عَوْفٍ»

42). Hadits no. 4007

Akhbaronaa Muhammad bin Basysyaar dari Abdil Wahhaab ia berkata, haddatsanaa Muhammad bin ‘Amr dari Musa bin Uqbah dari Abiz Zanaad dari Khoorijah bin Zaid dari Zaid rodhiyallahu anhu tentang firman Allah : : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam} (QS. An Nisaa’ : 93). Kata Zaid rodhiyallahu anhu : “ayat ini turun 8 bulan setelah surat Tabaarok (Al Mulk) dan Al Fruqoon, {Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar} (QS. Al Furqoon : 68)”.

Imam Abu Abdir Rokhman an-Nasaa’i berkata : ‘dimasukkan antara Abuz Zanaad dengan Khoorijah, Mujaalid bin ‘Auf’.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih lighorihi, Imam Al Albani mengatakan :

حسن صحيح ولفظ بستة أشهر أصح

Hadits ini hasan shahih dan lafadz 6 bulan lebih shahih.

 

Imam Nasa’i berkata :

4008 – أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ مُجَالِدِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: سَمِعْتُ خَارِجَةَ بْنَ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ قَالَ: نَزَلَتْ: {§وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا} [النساء: 93] «أَشْفَقْنَا مِنْهَا، فَنَزَلَتِ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ»: {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ} [الفرقان: 68]

43). Hadits no. 4008

Akhbaronaa ‘Amr bin Ali dari Muslim bin Ibrohim ia berkata, haddatsanaa Hammaad bin Salamah dari Abdur Rokhman bin Ishaaq dari Mujaalid bin ‘Auf ia berkata, aku mendengar Khoorijah bin Zaid bin Tsabit menceritakan dari Bapaknya bahwa beliau berkata : “ayat ini turun : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal didalamnya} (QS. An Nisaa’ : 93). Lalu kami meminta belas kasihan karena beratnya ayat tersebut, maka turunlah ayat dalam surat Al Furqoon : {Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar} (QS. Al Furqoon : 68)”.

Penjelasan kedudukan hadits :

‘Amr bin Ali dan Muslim, keduanya perowi Bukhori-Muslim.

Sedangkan Hammad bin Salamah, perowi Muslim.

Adapun sisanya telah kami singgung sebelumnya.

Hadits ini mungkar, dikatakan demikian oleh Imam Al Albani, karena menyelisihi riwayat yang lebih shahih sebelumnya. Dalam ash-Shahihah (no. 2799), Imam Al Albani berkata setelah menyebutkan riwayat diatas :

فهي رواية منكرة ، لا أدري الخطأ ممن ، فإنها عند النسائي كما عند أبي داود من طريق واحد : عن مسلم بن إبراهيم قال : حدثنا حماد بن سلمة عن عبد الرحمن بن إسحاق به ، و لولا ذلك لكان من الواضح القول بأن الخطأ من مجالد بن عوف لما عرفت من جهالته . و الله أعلم .

Ini adalah riwayat mungkar, aku tidak tahu kesalahannya dari siapa, karena didalam riwayat Nasa’I demikian juga dalam Abu Dawud dari satu jalan yaitu Muslim bin Ibrohim ia berkata, haddatsanaa Hammaad bin Salamah dari Abdur Rokhman bin Ishaq dst.. seandainya demikian maka menjadi jelas bahwa kesalahan berasal dari Mujaalid bin Auf, ketika diketahui kemajhulannya. Wallahu A’lam.

 

Penjelasan Hadits :

Hadits ini telah kami jelaskan dalam Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim, silakan merujuk kesana.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: