GURU IMAM IBNUL JAUZI YANG BERKESAN BAGINYA

September 30, 2014 at 3:18 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

GURU IMAM IBNUL JAUZI YANG BERKESAN BAGINYA

 

Imam Ibnul Jauzi bercerita dalam Shoidhul Khothiir (h. 138) :

“aku berjumpa dengan beberapa masyaikh, kondisi mereka berbeda tergantung kapasitas keilmuannya. (menurutku) yang paling bermanfaat bagiku dalam pergaulan dengan mereka adalah yang paling dapat mengamalkan ilmunya, sekalipun orang lain sebenarnya lebih berilmu darinya”.

“aku bertemu dengan sekelompok ahli hadits mereka hapal dan pakar dalam hadits, namun mereka sangat mudah dalam berghibah dengan alasan jarh wa ta’dil, mereka juga mengambil upah dalam membacakan hadits. Kemudian mereka juga cepat menjawab pertanyaan, agar kewibaannya tidak runtuh, sekalipun terkadang jawabannya salah”.

Continue Reading GURU IMAM IBNUL JAUZI YANG BERKESAN BAGINYA…

FAEDAH DARI PARA SALAF DALAM MENTADABURI AL QUR’ AN

September 29, 2014 at 3:17 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

FAEDAH-FAEDAH MENAKJUBKAN DARI AIMAH

DALAM MENTADABURI FIRMAN ALLAH

 

قال صالح بن أحمد بن حنبل: كان أبي إذا خرجت الدلو ملأى، قال: الحمد لله، قلت: يا أبة، أي شيء الفائدة في هذا؟ فقال: يا بني، أما سمعت الله تعالى يقول: {قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ} [الملك:30]. [مناقب الإمام أحمد لابن الجوزي]

Shoolih bin Ahmad bin Hanbal berkata : ‘adalah bapakku (Imam Ahmad) jika keluar dengan timba yang penuh air berkata alhamdulilla’. Lalu aku bertanya kepadanya : ‘wahai ayahnda, darimanakah faedah yang bisa dijadikan dalil dari perbuatan ini?’. Ayahku menjawab : ‘wahai ananda, bukankah engkau pernah mendengar Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : {Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?} (QS. Al Mulk : 30).

Continue Reading FAEDAH DARI PARA SALAF DALAM MENTADABURI AL QUR’ AN…

NASEHAT IMAM IBNUL JAUZI

September 29, 2014 at 2:24 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

UNTAIAN NASEHAT IMAM IBNUL JAUZI

 

إخواني

Saudaraku..

لو تَفكَّرت النُّفُوسُ فِيمَا بَينَ يَدَيهَا

Seandainya engkau merenungi jiwa yang ada pada dirimu…

وَتَذَكَّرَت حِسَابهَا فيما لها وعليها

Engkau ingat perhitungan pahala dan dosamu…

لبعث حزنها

Niscaya akan bangkit penyesalan…

بريد دمها إليها

Darahmu membeku….

أما يحق البُكاء لمن طالَ عِصيانهُ‏

Seharusnya engkau menangis atas kelanggenganmu dalam bermaksiat…

نهاره في المعاصي وقد طال خُسرانه

Continue Reading NASEHAT IMAM IBNUL JAUZI…

MEMAKAI PECI DAN SEJENISNYA BAGI LAKI-LAKI

September 24, 2014 at 3:48 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MEMAKAI PECI DAN SEJENISNYA BAGI LAKI-LAKI

(Mufti : al-‘Alamah al-Muhaddits Rabii’ bin Hadi)

 

Soal : apa hukum memakai penutup kepala (peci dan semisalnya –pent.) bag laki-laki?

Jawab :

Menutup kepala ketika berhaji tidak boleh. Adapun diluar haji, maka muru’ah (kepantasan) menghendaki agar seseorang tidak berjalan dalam kondisi terbuka kepalanya, jika ia membuka kepalanya karena tasyabuh (ingin menyerupai) orang kafir, maka ini perkara lain lagi.

Aku yakin kebanyakan pemuda tidak melakukan hal tersebut (yakni membuka kepalanya-pent.) kecuali karena taqlid (mengikuti) orang kafir. Jika tidak, maka orang Arab diantara mereka memang ada yang membuka kepalanya, namun ketika rambutnya tebal / panjang. Kami tidak mengharamkan membuka kepala, namun kami katakan bahwa menutup kepala adalah muru’ah. Khususnya dalam sholat,  hendaknya seorang menutup kepalanya. Ibnu Umar rodhiyallahu anhu pernah mengingkari maulanya –aku kira itu adalah Naafi’ – beliau melihatnya membuka kepalanya, sehingga beliau rodhiyallahu anhu mengingkarinya, beliau berkata : ‘apakah seperti itu ketika engkau menghadap para pembesar (maksudnya tidak memakai penutup kepala –pent.)?, maulanya menjawab : ‘tidak’. Kata Ibnu Umar rodhiyallahu anhu : “maka Rabbmu lebih utama untuk diagungkan, Firman-Nya : {Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid} (QS. Al A’raaf : 31).

Menutup kepala termasuk keindahan tidak ragu lagi –Barakallahu Fiikum-, jika membuka kepala merupakan kebiasan (adat-istiadat) yang didalamnya tidak ada taqlid dan tasyabuh dengan orang kafir, maka kami tidak mampu untuk mengharamkannya, namun kami katakan yang lebih utama dan lebih mulia adalah menutup kepala, terlebih engkau berjalan di pasar dalam keadaan terbuka kepalanya, maka ini tidak layak!.

Continue Reading MEMAKAI PECI DAN SEJENISNYA BAGI LAKI-LAKI…

MENGANGKAT TANGAN KETIKA DOA QUNUT

September 23, 2014 at 2:24 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MENGANGKAT TANGAN KETIKA DOA QUNUT

 

Soal : apa hukum mengangkat tangan ketika qunut?

Jawab : mengangkat kedua tangan ketika doa secara umum itu mutawatir hadits-haditsnya. Misalnya kisah Ibrohim ‘alaihi as-Salaam ketika meninggalkan istrinya, Haajar dan anaknya Ismail ‘alaihi as-Salaam, setelah Beliau ‘alaihi as-Salaam salam di ats-Tsaniyyah, diangkat tangannya sambil berdoa menghadap kiblat : {Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat} (QS. Ibrohim : 37).

Telah datang hadits-hadits shahih bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengangkat kedua tangannya dalam banyak kesempatan, seperti ketika meminta hujan (Istisqoo), pada waktu perang Badar, di Arafah, di Shofa dan tempat-tempat lain. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengangkat tangannya ketika berdoa dan aku tidak bisa menyebutkan sekarang hadits khusus tentang mengangkat tangan ketika qunut, namun telah datang pada kesempatan yang banyak, hingga mencapai derajat mutawatir, bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengangkat tangannya ketika berdoa.

  Continue Reading MENGANGKAT TANGAN KETIKA DOA QUNUT…

SUTRAHNYA TIDAK DIDEPAN PERSIS?

September 22, 2014 at 3:09 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

SUTRAHNYA TIDAK DIDEPAN PERSIS?

 

Soal : penanya berkata, sutrah diletakkan dalam sholat kekanan atau kekiri sedikit, apakah perbuatan ini benar?

Jawab : disana ada hadits dhoif dari al-Miqdaam bin al-Aswad beliau rodhiyallahu anhu berkata : “aku tidak melihat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam sholat menghaadap batang, tongkat atau pohon, kecuali Beliau sholallahu alaihi wa salam menjadikannya disebelah kanan atau kiri, tidak menghadapnya secara lurus”.

Namun hadits tersebut dhoif, wallahu A’lam.

Terkadang Nabi sholallahu alaihi wa salam menjadikannya sutrahnya dari tombak kecil dan tidaklah jauh kemungkinannya bahwa Beliau menghadapnya secara langsung didepannya. Terkadang Nabi sholallahu alaihi wa salam menjadikan pelana kuda, lalu sholat menghadapnya. Yang nampak bahwa Beliau sholallahu alaihi wa salam menghadap langsung kepada sutrah. Sedangkan hadits yang tadi adalah dhoif, yaitu : “tidak menghadapnya secara lurus”.

 

Mufti : al-‘Alamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadiy

Teks Asli :

السؤال: يقول السائل: وضع السترة في الصلاة عن اليمين أو اليسار قليلا هل هذا العمل صحيح؟

الجواب: هناك حديث ضعيف ,وهو حديث المقداد بن الأسود قال: (ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي إلى عود ولا عمود ولا شجرة إلا جعله على حاجبه الأيمن أو الأيسر ولا يصمد له صمدا) يعني لا يواجهها مباشرة لكن الحديث ضعيف والله أعلم.

كان أحيانا تكون سترته حربة صغيرة ,فلا يستبعد أن تكون أمامه مباشرة عليه الصلاة والسلام ,وأحيانا تكون مثل مؤخرة الرحل ,يضع رحله فيصلي إليه ,والظاهر أنّه يستقبله والحديث السابق فيه ضعف يعني ( .. ولا يصمد له صمدا).

 

Tambahan Penerjemah : Continue Reading SUTRAHNYA TIDAK DIDEPAN PERSIS?…

AHLI HADITS, TAPI PEROKOK

September 22, 2014 at 2:28 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

AHLI HADITS, TAPI PEROKOK

 

Soal : (Sebagian) penuntut ilmu belajar kepada orang yang diklaim sebagai ahli hadits, namun dia adalah seorang perokok (bagaimana ini)?

Jawab : mereka tinggalkan dan cari lagi orang lain yang takut kepada Allah dengan mendekatkan diri melakukan amal sholih. Jika dia perokok dan memungkinkan untuk belajar kepada yang lain, maka carilah seorang alim yang membenarkan Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa : {Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?} (QS. Ash-Shaff : 2).

Beliau tidak mengatakan apa yang tidak dilakukan, namun mengatakan apa yang dilakukan. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman tentang ucapan Nabi Syu’aib alaihi salam : {Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang} (QS. Huud : 88).

 

Mufti : al-‘Alamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadiy

Teks Asli : Continue Reading AHLI HADITS, TAPI PEROKOK…

MASAK MASAKAN TERTENTU PADA HARI ASYURA

September 22, 2014 at 2:08 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MASAK MASAKAN TERTENTU PADA HARI ASYURA

 

Soal : apakah boleh masak makanan tertentu pada hari ‘Asyura?

Jawab : jika mereka memiliki keyakinan bahwa masak pada hari Asyura (misalnya) beras India atau gandum tertebtu atau manisan tertentu dan dianggap itu sebagai pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla, maka ini adalah Bid’ah. Barokallahu Fiikum.

 

Mufti : al-‘Alamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadiy

Teks Asli : Continue Reading MASAK MASAKAN TERTENTU PADA HARI ASYURA…

BACAAN KETIKA MENDENGAR SURAT TERTENTU DALAM AL QUR’AN

September 18, 2014 at 1:52 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

SUNAH MENGUCAPKAN SUBHAANAKA ALLAHUMMA FABALAA

KETIKA MENDENGARKAN AKHIR SURAT AL QIYAMAH

 

Soal : kami mendengar bahwa sunnah ketika membaca Firman Allah di akhir surat At Tiin “أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ”, bagi yang membaca dan yang mendengarnya mengucapkan “بلى” (balaa). Lalu ketika membaca akhir surat Al Qiyaamah “أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى”, mengucapkan “سبحانك اللهم فبلى” (subhaanaka Allahumma fabalaa). Ketika membaca akhir surat Al Mursalaat “فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ”, yang membaca dan yang mendengar mengucapkan “آمنا بالله” (Amannaa billah), apakah hal ini shahih?

Jawab :

Terdapat hadits dari Musa bin Abi Aisyah rodhiyallahu anhu dari yang lainnya bahwa beliau memanjngkan bacaan dan meninggikan suaranya ketika membaca “أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى” lalu beliau berkata “سبحانك اللهم فبلى”. Kemudian beliau ditanya tentang hal ini, maka beliau menjawab :

سمعت رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله سلم – يقول ذلك

Ana mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mengatakan seperti itu.

Continue Reading BACAAN KETIKA MENDENGAR SURAT TERTENTU DALAM AL QUR’AN…

SEJELEK-JELEK MANUSIA UCAPANNYA KEJI DAN KASAR

September 17, 2014 at 4:13 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

Imam Abu Dawud berkata :

4791 – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: اسْتَأْذَنَ رَجُلٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «بِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ»، أَوْ «بِئْسَ رَجُلُ الْعَشِيرَةِ»، ثُمَّ قَالَ: «ائْذَنُوا لَهُ» فَلَمَّا دَخَلَ أَلَانَ لَهُ الْقَوْلَ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ وَقَدْ قُلْتَ لَهُ مَا قُلْتَ، قَالَ: «إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ، أَوْ تَرَكَهُ، النَّاسُ لِاتِّقَاءِ فُحْشِهِ»

19). Hadits no. 4791

Haddatsanaa Musaddad, haddatsanaa Sufyaan dari Ibnul Munkadir dar Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “seorang laki-laki meminta izin (untuk bertemu) Nabi sholallahu alaihi wa salam, maka Nabi berkata : “sejelek-jelek anak kerabat atau sejelek-jelek kerabat adalah laki-laki tersebut, lalu Beliau sholallahu alaihi wa salam berkata, izinkan dia!. Ketika orang tersebut masuk, Nabi sholallahu alaihi wa salam berlemah lembut kepadanya. Maka Aisyah rodhiyallahu anha berkata : “wahai Rasulullah, engkau beerkata lembut kepadanya, padahal engkau telah menngomentarinya?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “sesungguhnya sejelek-jelek kedudukan manusia disisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang ditinggalkan oleh manusia karena kejelekkannya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth. Lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 6054 & 6131) dan HR. Muslim (no. 2591).

Continue Reading SEJELEK-JELEK MANUSIA UCAPANNYA KEJI DAN KASAR…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: