HUKUM TAMBAHAN WA BAROKAATUH PADA SAAT SALAM

September 2, 2014 at 3:43 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM TAMBAHAN WA BAROKAATUH PADA SAAT SALAM

 

Salah satu sifat sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam adalah mengucapkan salam untuk mengakhiri sholat ke kanan dan ke kiri. Ada beberapa lafadz berkaitan dengan pengucapan salam dan pada artikel kali ini kami akan mengangkat hukum mengucapkan salam secara lengkap sebagaimana yang biasa kita ucapkan diluar sholat yaitu ucapan as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh.

Dalam riwayat yang masyhur dari Nabi sholallahu alaihi wa salam melalui beberapa sahabat rodhiyallahu anhum ajma’in bahwa ucapan salam Nabi sholallahu alaihi wa salam dalam sholat adalah cukup sampai pada as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi  tidak ada tambahan wa Barokaatuh. Oleh karenanya kami akan menampilkan riwayat-riwayat berkenaan dengan salam secara lengkap dalam sholat, apakah tsabit dari Nabi sholallahu alaihi wa salam atau tidak berdasarkan kaedah-kaedah ilmu hadits. Berikut pembahasannya :

  1. Riwayat dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu bahwa beliau berkata :

كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ خَدَّيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ يَسَارِهِ: السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Seolah-olah saya melihat putihnya pipi Rasulullah sholallahu alaihi wa salam ketika salam ke sebelah kanan (sambil mengucapkan) : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh”. Dan kekiri sambil mengucapkan : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (no. 10039) dari jalan Abdul Malik ibnul Waliid bin Ma’daan dari ‘Aashim bin Bahdalah dari Zir bin Hubaisy dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu beliau berkata : “al-Hadits”.

Status hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Abdul Maliik perowi yang dhoif. dalam al-Mu’jamul Ausath (no. 5930) terdapat tambahan Abu Wail yang membarengi Zir bin Hubaisy.

Lalu Imam Abu Dawud ath-Thoyaalisiy dalam al-Musnad (no. 280) dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu seperti lafadz diatas, namun didalam sanadnya terdapat ‘Athoo bin as-Saib, sekalipun beliau perowi Bukhori, namun beliau adalah mukhtalith dan yang meriwayatkan darinya dalam sanad ini adalah Hamaam yang tidak diketahui apakah beliau meriwayatkan dari  ‘Athoo’ sebelum atau sesudah berubah hapalannya?.

Kemudian saya mendapati dalam al-Mushonaf (no. 3129) karya Imam Abdur Rozaq telah meriwayatkan dari jalan Ma’mar dari Khushoif dari Abi Ubaidah bin Abdullah bin Ma’ud bahwa Ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu :

ketika salam ke sebelah kanan (sambil mengucapkan) : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh”. Dan kekiri sambil mengucapkan : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi”.

Sanad hadits ini memiliki kelamahan pada Khushoif perowi shoduq (jujur) yang jelek hapalannya. Kemudian dalam hadits ini bahwa hal tersebut adalah mauquf dari perbuatan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu, tidak sebagaimana riwayat lainnya dari Ibnu Mas’ud yang menyandarkannya secara marfu’ kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam.

  1. Dari Wail bin Hujr rodhiyallahu anhu beliau berkata :

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ»

Ana sholat bersama Rasulullah sholallahu alaihi wa salam ketika salam ke sebelah kanan (sambil mengucapkan) : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh”. Dan kekiri sambil mengucapkan : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya (no. 997) lalu dihukumi shahih oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth.

  1. Dari ‘Ammaar bin Yaasir rodhiyallahu anhu secara mauquf :

أَنَّ عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ يَسَارِهِ مِثْلَ ذَلِكَ

 Bahwa ‘Ammaar bin Yaasir rodhiyallahu anhu ketika salam ke sebelah kanan (sambil mengucapkan) : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh”. Dan kekiri mengucapkan seperti itu juga

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abdur Rozaq (no. 3134) dari jalan Ma’mar dari Abu Ishaq dari Haaritsah bin Mudhorrib bahwa ‘Ammaar rodhiyallahu anhu dst..

Status hadits :

Semua perowinya, perowi tsiqoh Abu Ishaaq adalah ‘Amr bin Abdullah bin Ubaid, perowi Bukhori-Muslim. Sehingga atsar ini Shahih.

 

Kesimpulan :

  1. Tambahan wa Barokaatuhu pada waktu salam dalam sholat adalah shahih berdasarkan riwayat-riwayat yang kami sebutkan diatas.
  2. Diantara Aimah hadits sebelum Imam Al Albani yang menshahihkan hadits tambahan ini adalah Imam Nawawi sebagaimana dalam al-Majmu Syarah al-Muhadzab (3/479) dimana beliau berkata setelah menyebutkan hadits Wail bin Hujr rodhiyallahu anhu dalam riwayat Abu Dawud :

(قُلْتُ) هَذَا الْحَدِيثُ إسْنَادُهُ فِي سُنَنِ أَبِي دَاوُد إسْنَادٌ صَحِيحٌ

Hadits ini sanadnya dalam Sunan Abu Dawud adalah Shahih.

Kemudian juga Al Hafidz Ibnu Hajar menshahihkan hadits ini dalam Bulughul Maroom, lalu diikuti oleh Imam Shon’ani dalam Subulus Salam.

  1. Selain Imam Al Albani, ulama yang kotemporer yang menshahihkan hadits ini dan menganjurkan beramal dengannya adalah Lajnah Daimah Saudi Arabia yang diketuai oleh Imam ibnu Baz dengan anggotanya masyaikh Kibar Saudi Arabia yaitu : asy-Syaikh Abdullah bin Ghudyaan. Berikut saya cuplikan teks fatwanya (no. 2294) :

ثالثا: صفة السلام أن يقول “السلام عليكم ورحمة الله”، للأحاديث المتقدمة، ولما رواه مسلم في صحيحه عن جابر بن سمرة رضي الله عنه قال: « كنا إذا صلينا مع النبي صلى الله عليه وسلم قلنا “السلام عيكم وورحمة الله السلام عليكم ورحمة الله”، وأشار بيده إلى الجانبين » ، وروى أبو داود في سننه عن وائل بن حجر رضي الله عنه قال « صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم فكان يسلم عن يمينه السلام عليكم ورحمة الله وبركاته وعن يساره السلام عليكم ورحمة الله »  قال الحافظ في البلوغ: إسناده صحيح، ويحمل على أنه صلى الله عليه وسلم فعل ذلك في بعض الأحيان، والأكثر الاقتصار على “السلام عليكم ورحمة الله” جمعا بين الأحاديث الواردة في ذلك.

Yang ketiga sifat salam (dalam sholat) adalah mengucapkan “as-Salaamu ‘ alaikum wa Rokhmatullah”. Berdasarkan hadits-hadits yang lalu dan hadits riwayat Imam Muslim dari Jaabir bin Samurah Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “kami jika sholat bersama Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengucapkan : “as-Salaamu ‘ alaikum wa Rokhmatullah, as-Salaamu ‘ alaikum wa Rokhmatullah. Ia mengisyaratkan dengan tangannya ke samping”.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya dari Wail bin Hujr Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “Ana sholat bersama Rasulullah sholallahu alaihi wa salam ketika salam ke sebelah kanan (sambil mengucapkan) : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi wa Barokaatuh”. Dan kekiri sambil mengucapkan : “as-Salaamu ‘alaikum wa Rokhmaatullahi”.

Al Hafidz dalam Bulughul Maroom berkata : ‘sanadnya shahih’. Maka mungkin bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengucapkan hal tersebut pada sebagian sholatnya, namun kebanyakannya Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam meringkas dengan ucapan as-Salaamu ‘ alaikum wa Rokhmatullah, dalam rangka mengkompromikan hadits-hadits tersebut.

  1. Ucapan salam secara sempurna juga dianjurkan oleh beberapa Aimah Syafi’iyyah sebagaimana dinukil oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu (3/478) :

وَقَعَ فِي كِتَابِ الْمَدْخَلِ إلَى الْمُخْتَصَرِ لِزَاهِرٍ السَّرَخْسِيِّ وَالنِّهَايَةِ لِإِمَامِ الْحَرَمَيْنِ وَالْحِلْيَةِ لِلرُّويَانِيِّ زِيَادَةُ وَبَرَكَاتُهُ

Terdapat dalam kitab al-Madkhol karya Zaahir as-Sarkhosiy, an-Nihaayah karya Imammul Haromain dan al-Hilyah karya Imam ar-Ruuyaaniy tambahan wa Barokaatuh.

  1. Sebagian ulama kontemporer melemahkan tambahan wa Barokaatuh pada saat salam dalam sholat, diantara mereka adalah asy-Syaikh al-Muhaddits Abdul Aziiz ath-Thoriifiy dalam kitabnya sifat sholat Nabi (hal. 147), alasannya tambahan ini syadz. Lalu dari Yaman ada asy-Syaikh Utsman bin Abdullah as-Salimiy yang menjawab pertanyaan dalam situs berikut ini :

http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=8407

dan para ulama lainnya. Namun dengan adanya dalil-dalil yang kami sebutkan diatas, maka hukum tambahan ini tsabit dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Wallahu A’lam.

  1. Apakah ucapan salam sampai wa barokaatuhu ini hanya pada saat menengok ke kanan, sedangkan pada saat menengok kiri mencukupkan diri sampai wa Rokhmatullah? Jawabannya, Imam Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud condong kepada pendapat bahwa itu khusus salam yang pertama pada saat menengok ke kanan, sedangkan ke kiri, selama tidak ada hujjah yang kuat maka tidak dilaksanakan. Namun sebagaimana pembaca lihat, ada hadits mauquf dari ‘Ammaar bin Yaasir yang mengucapkan salam sampai wa Barokaatuh pada kedua salam dan kami harap hal tersebut dapat dijadikan hujjah, apalagi mengucapkan salam secara sempurna adalah sebuah keutamaan diluar waktu sholat –sebagaimana telah dimaklumi-. Wallahu A’lam.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: