Bab 2 Penyebutan Dosa Besar

September 9, 2014 at 11:27 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

ذِكْرُ الْكَبَائِرِ

Bab 2 Penyebutan Dosa Besar

 

Penjelasan Bab :

Dosa besar adalah Setiap dosa yang mengakibatkan laknat kepada pelakunya atau kemarahan atau ancaman di akhirat atau hukuman had di dunia. Demikian definisi yang disampaikan oleh Imam Ibnu Utsaimin. Telah berlalu dalam hadits-hadits sebelumnya bahwa tindakan pembunuhan yang disengaja merupakan tindakan pidana yang pelakunya akan mendapatkan kemarahan Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa, diancama neraka jahanam di akhirat dan ditegakkan hukum qishosh padanya di dunia, sehingga tentu saja pembunuhan masuk kedalam kriteria dosa besar. Terlebih lagi nanti akan dibawakan hadits-hadits yang menunjukkan secara tegas dari syari’at bahwa pembunuhan adalah termasuk dosa besar.

Bahkan dalam Al Qur’an pembunuhan sebagai dosa besar pertama yang terjadi dikalangan bani Adam. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman menceritakan kisah pembunuhan Qabil terhadap Habil, lalu Habil berkata :

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah : 29).

Imam Nasa’i berkata :

4009 – أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: أَنْبَأَنَا بَقِيَّةُ قَالَ: حَدَّثَنِي بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، أَنَّ أَبَا رُهْمٍ السَّمَعِيَّ، حَدَّثَهُمْ، أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيَّ، حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ جَاءَ يَعْبُدُ اللَّهَ، وَلَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَيَجْتَنِبُ الْكَبَائِرَ كَانَ لَهُ الْجَنَّةُ» فَسَأَلُوهُ عَنِ الْكَبَائِرِ، فَقَالَ: «الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الْمُسْلِمَةِ، وَالْفِرَارُ يَوْمَ الزَّحْفِ»

44). Hadits no. 4009

Akhbaronaa Ishaaq bin Ibrohim ia berkata, anbaanaa Baqiyyah ia berkata, haddatsani Bahiir bin Sa’ad dari Khoolid bin Ma’daan bahwa Aba Ruhm as-Sama’iy bahwa Aba Ayyub al-Anshoriy rodhiyallahu anhu menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “barangsiapa yang datang dengan beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, menegakkan sholat, membayar zakat dan menjauhi dosa besar maka ia akan mendapatkan surga”. Lalu mereka bertanya tentang dosa besar, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “syirik kepada Allah, membunuh seorang Muslim dan lari dari medan perang”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ishaq bin Ibrohim disini adalah Imam Rohawaih, perowi Bukhori-Muslim, Aimah yang masyhur.

Baqiyyah adalah ibnul Waliid, perowi Muslim yang mudallis. Haditsnya shahih jika meriwayatkan dari perowi tsiqoh dan menjelaskan aktivitas periwayatannya. Dalam hadits ini beliau menjelaskannya dengan mengatakan, haddatsanaa Bahiir bin Sa’ad.

Bahiir bin Sa’ad, perowi tsiqoh tsabat.

Khoolid bin Mi’daan, perowi Bukhori-Muslim.

Abu Ruhm adalah Ahzaab bin Usaid, perowi tsiqoh.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, menilai hadits ini hasan lighoirihi, karena beliau mendhoifkan perowi Baqiyyah diatas. Namun yang benar bahwa Baqiyyah ini shahih haditsnya jika menjelaskan aktivitas periwayatannya dan meriwayatkan dari perowi tsiqoh, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nasa’i.

 

Imam Nasa’i berkata :

4010 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح وَأَنْبَأَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: أَنْبَأَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْكَبَائِرُ الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَقَوْلُ الزُّورِ»

45). Hadits no. 4010

Akhbaronaa Muhammad bin Abdul A’laa ia berkata, haddatsanaa Khoolid ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Ubaidillah bin Abi Bakr dari Anas rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam (ganti sanad).

Anbaanaa Ishaaq bin Ibrohim ia berkata, anbaanaa an-Nadhor bin Syumail ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari Ubaidillah bin Abi Bakr ia berkata, aku mendengar Anas rodhiyallahu anhu berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “dosa besar adalah syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan saksi palsu”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Muhammad bin Abdul A’laa, perowi Muslim.

Khoolid adalah ibnul Haarits, perowi Bukhori-Muslim.

Syu’bah adalah ibnu Hajjaaj, Imam yang masyhur.

Ubaidillah bin Abi Bakr adalah putera Anas bin Malik rodhiyallahu anhu, perowi Bukhori-Muslim.

An-Nadhor adalah perowi Bukhori-Muslim.

Ishaq bin Ibrohim disini adalah Imam Rohawaih, perowi Bukhori-Muslim, Aimah yang masyhur.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani.

 

 

Imam Nasa’i berkata :

4011 – أَخْبَرَنِي عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ: أَنْبَأَنَا ابْنُ شُمَيْلٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا فِرَاسٌ قَالَ: سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” الْكَبَائِرُ: الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ

46). Hadits no. 4011

Akhbaroni ‘Abdah bin Abdur Rokhiim ia berkata, anbaanaa ibnu Syumail ia berkata, anbaanaa Syu’bah ia berkata, haddatsanaa Firoos ia berkata, aku mendengar asy-Sya’biy dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu anhumaa dari Nabi sholallahu alaihi wa salam Beliau bersabda : “dosa besar adalah syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan sumpah yang menenggelamkan (sumpah palsu)”.

Penjelasan kedudukan hadits :

‘Abdaah, perowi shoduq.

Ibnu Syumail adalah an-Nadhor, perowi Bukhori-Muslim.

Syu’bah adalah ibnu Hajjaaj, Imam yang masyhur.

Firoos adalah ibnu Yahya, perowi Bukhori-Muslim.

Asy-Sya’biy adalah ‘Aamir bin Syarohiil.

Hadits ini Shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Lafadz yang mirip dalam HR. Bukhori (no. 6675).

 

Imam Nasa’i berkata :

4012 – أَخْبَرَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هَانِئٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْبُ بْنُ شَدَّادٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ حَدِيثِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَبُوهُ، وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْكَبَائِرُ؟ قَالَ: «هُنَّ سَبْعٌ، أَعْظَمُهُنَّ إِشْرَاكٌ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ بِغَيْرِ حَقٍّ، وَفِرَارٌ يَوْمَ الزَّحْفِ» مُخْتَصَرٌ

47). Hadits no. 4012

Akhbaronaa al-‘Abbaas bin Abdil ‘Adzhiim ia berkata, haddatsanaa Mu’adz bin Haaniy ia berkata, haddatsanaa Harb bin Syadaad ia berkata, haddatsanaa Yahya bin Abi Katsiir dari Abdil Hamiid bin Sinaan dari haditsnya ‘Ubaid bin ‘Umair bahwa ia menceritakan dari bapaknya yang merupakan sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam bahwa seorang laki-laki bertanya : “wahai Rasulullah, apa itu dosa besar?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “itu adalah 7 buah yang paling besar syirik kepada Allah, lalu membunuh manusia tanpa hak, lari dari medan perang..”. secara ringkas.

Penjelasan kedudukan hadits :

Al-‘Abbaas, perowi Muslim.

Mu’adz, perowi Bukhori.

Harb dan Yahya, perowi Bukhori-Muslim.

Abdul Hamiid, perowi Maqbul.

Ubaidah bin Umair, perowi Bukhori-Muslim.

‘Umair bin Qotaadah rodhiyallahu anhu, bapaknya adalah seorang sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Hadits ini Hasan ligoirihi, dihasankan oleh Imam Al Albani. Sebenarnya sanad ini lemah karena kelemahan Abul Hamiid bin Sinaan, Imam Bukhori berkata tentangnya : “فى حديثه نظر” (dalam haditsnya perlu dipertimbangkan), ini menunjukkan jarh kepadanya. Kemudian kelemahan kedua adalah terjadi idhthirob dalam matan haditsnya, dalam riwayat Imam Abu Dawud (no. 2875) dengan sanad yang sama, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “هُنَّ تِسْعٌ” (ada 9 (sembilan)). Namun hadits dalam bab ini mendapatkan penguat dari riwayat Bukhori (no. 2766) dan Muslim (no. 89) dari haditsnya Abu Huroiroh rodhiyallahu anhudari Nabi sholallahu alaihi wa salam  beliau berkata :

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ»

Jauhi 7 dosa yang membinasakan, mereka berkata : “wahai Rasulullah apa saja itu?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “syirik kepada Allah, Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haknya, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh wanita mukminah yang baik-baik”.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Membunuh jiwa tanpa hak adalah termasuk top seven dari dosa-dosa besar yang wajib dijauh oleh seorang Muslim.
  2. Oleh karena ini adalah perkara yang besar, maka hendaknya seorang Muslim memandang hal tersebut sebagai suatu yang besar. Namun kita menyayang pada masa-masa ini, nyawa seolah-olah sudah tidak ada harganya, karena permasalahan yang sepele kaum muslimin melakukan upaya-upaya pembunuhan, baik perkelahian antar sesama mereka bahkan sampai tawuran antar kelompok. Dan inilah akhir zaman yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dengan menyebutnya sebagai al-Harju. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

«يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصُ العَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الهَرْجُ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّمَ هُوَ؟ قَالَ: «القَتْلُ القَتْلُ»

Zaman saling berdekatan, amal berkurang, kebakhilan merajalela, nampaknya fitnah dan banyak al-Harju. Mereka bertanya : “wahai Rasulullah apa itu?”, Nab sholallahu alaihi wa salam menjawab : “pembunuhan, pembunuhan”.berdekatan, amal berkurang, kebakhilan merajalela, nampaknya fitnah dan banyak pembunuhanpok. pele kaum muslimin mel

  1. Syariat sangat memuji dan menjanjikan pahala yang besar bagi pihak-pihak yang berusaha mendamaikan perselisihan yang terjadi dikalangan kaum Muslimin. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar (QS. An Nisaa’ : 114).

Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ»، قَالُوا: بَلَى، قَالَ: «صَلَاحُ ذَاتِ البَيْنِ، فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ البَيْنِ هِيَ الحَالِقَةُ

Maukah aku beritahukan kepada kalian yang lebih utama dari derajat puasa dan sholat?. Mereka mnjawab : “tentu mau”. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “mendamaikan pihak yang berselisih, karena kerusakan permusuhan adalah mencukur (agamanya)” (HR. Tirmidzi, dikatakan hasan Shahih oleh beliau dan dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: