MUKMIN ITU GHIRRUN DAN DERMAWAN

September 11, 2014 at 12:03 am | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

Imam Abu Dawud berkata :

4790 – حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ فُرَافِصَةَ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، ح وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ الْعَسْقَلَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ رَافِعٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَفَعَاهُ جَمِيعًا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُؤْمِنُ غِرٌّ كَرِيمٌ، وَالْفَاجِرُ خِبٌّ لَئِيمٌ»

18). Hadits no. 4790

Haddatsanaa Nashr bin Ali ia berkata, akhbaroni Abu Ahmad, haddatsanaa Sufyan dari al-Hajjaaj bin Furoofishoh dari seorang laki-laki dari Abi Salamah dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu (ganti sanad)

Haddatsanaa Muhammad ibnul Mutawakkil al-‘Asqolaaniy, haddatsanaa Abdur Rozaq, akhbaronaa Bisyir bin Roofi’ dari Yahya bin Abi Katsiir dari Abi Salamah dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu, semuanya merofa’kannya, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “seorang mukmin itu ghirrun lagi dermawan, sedangkan orang yang Faajir itu khibbun lagi keji/tercela”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Sanad pertama Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim. Kecuali al-Hajjaaj, beliau perowi shoduq ahli ibadah yuhimu (memiliki kelemahan). Kemudian ada perowi yang mubham.

Sanad kedua, ibnul Mutawakkil perowi shoduq ‘Aarif memiliki kelemahan yang banyak.

Abdur Rozaq, Imam ahlus sunnah yang masyhur penulis kitab hadits.

Bisyir, perowi faqiih dhoiful hadits.

Yahya dan Abi Salamah bin Abdur Rokhman biin ‘Auf, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini Hasan, dihasankan oleh Imam Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth. Imam Tirmidzi (no. 1964) meriwayatkan yang mirip dengan sanad yang kedua, lalu beliau menilainya :

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الوَجْهِ

Hadits ini ghoriib kami tidak mengetahui kecuali dari jalan ini.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Makna ghirrun dikatakan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad dalam Syarah Sunan Abu Dawud yaitu :

أنه لا يشغل نفسه بتتبع الأمور التي يكون فيها مضرة، أو الأمور التي ليست حسنة فيشغل نفسه بها.

Yaitu ia tidak menyibukkan diri mengikuti perkara-perkara yang terdapat didalamnya kemudhorotan atau perkara-perkara yang tidak ada kebaikan didalamnya, ia tidak menyibukkan diri padanya.

Penafsiran Syaikh Abdul Muhsin seperti sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Termasuk baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

  1. Sementara Khibbun, menurut Syaikh Abdul Muhsin adalah :

أنه يجتهد في الشيء الذي فيه مضرة

Yakni bersungguh-sungguh terhadap perkara yang terdapat didalamnya kemudhorotan.

Ini adalah sifat yang menonjol pada diri orang non Islam, baik munafik, kafir dan musyrik. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menyinggung orang-orang munafik dalam Firman-Nya :

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu (QS. At Taubah : 107)

  1. Seorang Mukmin tersifati dengan dermawan dan akhlak yang baik, sehingga dirinya mulia baik dihadapan Allah maupun didepan manusia. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa menggandengkan antara sifat dermawan dengan memberikan sebagian hartanya di jalan Allah dengan ketakwaan kepada Allah, seperti dalam Firman-Nya :

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (QS. Al Lail : 5-7).

  1. Sedangkan orang faajir biasanya suka mencela dan tercela tingkah lakunya. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman tentang akhlak mereka :

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya (QS. Al Qolam : 10-13).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: