BAB 4 ISTBAT ILMU ALLAH TA’AALAA

September 15, 2014 at 11:50 pm | Posted in Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhori | Leave a comment

بَابُ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {عَالِمُ الغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا} [الجن: 26]، وَ {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ  السَّاعَةِ} [لقمان: 34]، وَ {أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ} [النساء: 166]، {وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلاَ تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ} [فاطر: 11]، {إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ} [فصلت: 47]

Bab 4 Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa : {Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.} (QS. Al Jin : 26).

Firman-Nya : { Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat} (QS. Luqmaan : 34).

Firman-Nya : { Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya} (QS. An Nisaa’ : 166).

Firman-Nya : { Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya} (QS. Faathir : 11).

Firman-Nya : { Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat} (QS. Fushilat : 47).

 

Penjelasan Bab :

Imam Bukhori dalam bab ini menampilkan beberapa ayat yang intinya menunjukkan bahwa hanya Allah sajalah yang mengetahui perkara yang ghoib. Berikut penjelasannya :

  • Firman-Nya : {Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.} (QS. Al Jin : 26).

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya berkata :

وَقَوْلُهُ: {عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ} هَذِهِ كَقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ} [الْبَقَرَةِ: 255] وَهَكَذَا قَالَ هَاهُنَا: إِنَّهُ يَعْلَمُ الْغَيْبَ وَالشَّهَادَةَ، وَإِنَّهُ لَا يَطَّلِعُ أَحَدٌ مِنْ خَلْقِهِ عَلَى شَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا مِمَّا أَطْلَعَهُ تَعَالَى عَلَيْهِ؛ وَلِهَذَا قَالَ: {فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ} وَهَذَا يَعُمُّ الرَّسُولَ الْمَلَكِيَّ وَالْبَشَرِيَّ.

Firman-Nya : {Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.} (QS. Al Jin : 26).

Seperti Firman-Nya dalam ayat lain yaitu : {dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya} (QS. Al Baqoroh : 255).

Oleh karena itu Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman dalam ayat diatas bahwa hanya Dia yang mengetahui perkara yang ghoib dan yang nampak, tidak ada seorang makhluk pun yang dapat mengetahui sedikitpun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang telah Allah ajarkan kepadanya, oleh karanya Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : {Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya} (QS. Al Jin : 26-27).

Ayat ini umum mencakup para utusan dari kalangan Malaikat dan Manusia.

  • Firman-Nya : {Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat} (QS. Luqmaan : 34).

Imam ibnu Katsir dalam Tafsirnya berkata :

فَعِلْمُ وَقْتِ السَّاعَةِ لَا يَعْلَمُهُ نَبِيٌّ مُرْسَلٌ وَلَا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ، {لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ} [الْأَعْرَافِ: 187]

Ilmu tentang kapan terjadinya kiamat, para Nabi yang diutus dan para malaikat muqorrobin pun tidak tahu (kapan terjadinya). Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : {tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia} (QS. Al A’raaf : 187).

Sangat banyak ayat-ayat Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa yang menjelaskan bahwa ilmu tentang kapan terjadinya hari kiamat hanya Allah sajalah yang mengetahuinya, Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa tidak memberitahukan kepada satu pun dari makhluk-makhluknya. Allah hanya menjelaskan kepada Nabi kita sholallahu alaihi wa salam tanda-tanda kedatangan hari kiamat dan semua tanda tersebut sudah pernah kami sebutkan dalam syarah kitab Iman min Shahih Bukhori.

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa hanya memberitahukan kepada Nabi-Nya sholallahu alaihi wa salam bahwa hari terjadinya kiamat adalah pada hari Jum’at, sebagaimana terdapat dalam hadits-haditsnya :

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Sebaik-baik hari yang padanya terbit Matahari adalah hari Jum’at. Pada hari tersebut Nabi Adam alaihi salam diciptakan, pada hari itu Beliau dimasukkan kedalam jannah dan pada hari itu Beliau dikeluarkan dari jannah. Tidaklah terjadi kiamat kecuali pada hari Jum’at (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Seutama-utama hari kalian adalah pada hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam alaihi salam diciptakan, hari itu Beliau wafat, hari itu terjadinya tiupan Sangkakala yang pertama dan pada hari itu tejadinya tiupan yang kedua (hari kiamat), maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jum’at, karena sholawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa melalui lisan Nabi-Nya sholallahu alaihi wa salam memberitahukan kepada kita bahwa sebelum datangnya kiamat akan didahului oleh tanda-tandanya. Para ulama menyebutkan ada 2 tanda yaitu tanda kiamat kecil dan tanda kiamat besar. Tanda kiamat kecil telah dihitung oleh asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid dengan Murojaah dari Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alus Syaikh dalam kitabnya “Al Wajiz fii ‘Aqidatis Salafis Sholih” sebanyak 70-an tanda, sedangkan kiamat besar telah masyhur disebutkan oleh para ulama sebanyak 10 tanda. (untuk melihat perincian secara ringkas, dapat melihat tulisan kami dalam penjelasan kitab Imam dari Shahih Bukhori mulai dari halaman 252).

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa juga tidak menyebutkan kapan tahun terjadinya kiamat, namun Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa memberitahukan kepada kita lewat lisan Nabi-Nya sholallahu alaihi wa salam bahwa tahun terjadinya kiamat adalah pada masa manusia sudah sangat rusak kondisinya. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ، إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ

Tidaklah terjadi kiamat, kecuali terjadi pada sejelek-jeleknya manusia (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang disepakat oleh Bukhori-Muslim, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكْهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ

Termasuk manusia yang paling jelek adalah yang mengalami terjadinya kiamat sedangkan ia dalam keadaan hidup.

Dalam Shahih Muslim, Nabi sholallahu alaihi wa salam menggambarkan kondisinya adalah sebagai berikut :

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ، يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ، فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

Tinggalah sejelek-jeleknya manusia, mereka berhungan badan seperti keledai berhubungan badan ditengah jalan, maka pada kondisi masyarakat seperti itulah terjadinya hari kiamat.

  • Firman-Nya : { Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya} (QS. An Nisaa’ : 166).

Imam ibnu Katsiir dalam Tafsirnya berkata :

فِيهِ عِلْمُهُ الَّذِي أَرَادَ أَنْ يُطْلِعَ الْعِبَادَ عَلَيْهِ، مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى وَالْفَرْقَانِ وَمَا يُحِبُّهُ اللَّهُ وَيَرْضَاهُ، وَمَا يَكْرَهُهُ وَيَأْبَاهُ، وَمَا فِيهِ مِنَ الْعِلْمِ بِالْغُيُوبِ مِنَ الْمَاضِي وَالْمُسْتَقْبَلِ، وَمَا فِيهِ مِنْ ذِكْرِ صِفَاتِهِ تَعَالَى الْمُقَدَّسَةِ، الَّتِي لَا يَعْلَمُهَا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ وَلَا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ، إِلَّا أَنْ يُعْلِمَه اللَّهُ بِهِ، كَمَا قَالَ [تَعَالَى]  {وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ} [الْبَقَرَةِ: 255] ، وَقَالَ {وَلا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا} [طَهَ: 110]

Yakni ilmunya yangmana para hamba mencarinya berupa petunjuk, hidayah dan pembeda, berupa apa yang Allah cintai dan ridhoi dan apa yang Allah benci dan tidak disukai. Termasuk ilmunya tentang yang ghoib dari perkara yang lampau dan yang akan datang dan tentang penyebutan sifat-sifat-Nya yang suci yang tidak diketahui oleh oleh para Nabi yang diutus dan para Malaikat yang diutus, sebagaimana Firman-Nya Subhaanahu wa Ta’aalaa : {dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah } (QS. Al Baqoroh : 255) dan Firman-Nya : {sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya} (QS. Thoohaa : 110).

  • Firman-Nya : { Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya} (QS. Faathir : 11).

Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Aqidah Wasithiyyah berkata menjelaskan ayat ini :

وقوله: { من أنثى } : يشمل أي أنثى، سواء آدمية أو حيوانية أخرى الذي يحمل حيواناً واضح أنه داخل في الآية، كبقرة، وبعير، وشاة.. وما أشبه ذلك، ويدخل في ذلك الذي يحمل البيض، كالطيور، لأن البيض في جوف الطائر حمل.

{ ولا تضع إلا بعلمه } ، فابتداء الحمل بعلم الله، وانتهاؤه وخروج الجنين بعلم الله عز وجل

Firman-Nya : “seorang perempuan”, yakni mencakup seluruh betina, sama saja apakah manusia dan hewan lainnya yang mengandung, hal ini jelas masuk kedalam ayat ini seperti Sapi, Unta, Kambing dan semisalnya. Mencakup juga hewan yang bertelur seperti Burung, karena telur juga berasal dari perut burung yang hamil.

Firman-Nya : “dan tidak pula melahirkan, kecuali dengan pengetahuannya”, yakni mulai kehamilan dengan ilmi Allah dan keluarnya janin juga dengan ilmu Allah.

  • Firman-Nya : { Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat} (QS. Fushilat : 47).

Imam Ibnu Katsiir dalam Tafsirnya berkata :

لَا يَعْلَمُ ذَلِكَ أَحَدٌ سِوَاهُ، كَمَا قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ سَيِّدُ الْبَشَرِ لِجِبْرِيلَ وَهُوَ مِنْ سَادَاتِ الْمَلَائِكَةِ -حِينَ سَأَلَهُ عَنِ السَّاعَةِ، فَقَالَ: “مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ”، وَكَمَا  قَالَ تَعَالَى: {إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا} [النَّازِعَاتِ: 44] ، وَقَالَ {لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ} [الْأَعْرَافِ: 187] .

Tidak ada yang mengetahui seorang pun kecuali Dia, sebagaimana jawaban Nabi sholallahu alaihi wa salam yangmana Beliau adalah penghulunya manusia ketika ditanya Jibriil yangmana ia adalah penghulunya malaikat tentang hari kiamat, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya?”, sebagaimana Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa : {Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya)} (QS. An-Naazi’aat : 44) dan {tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia} (QS. Al A’raaf : 187).

 

 

 

Imam Bukhori berkata :

قَالَ يَحْيَى: {الظَّاهِرُ} [الحديد: 3]: «عَلَى كُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا»، {وَالبَاطِنُ} [الحديد: 3]: «عَلَى كُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا»

Yahya berkata : { Yang Zhahir } (QS. Al Hadiid : 3) adalah atas segala sesuatu (yang dhohir) Allah mengetahuinya dan {Yang Batin} (QS. Al Hadiid : 3) adalah atas segala (yang batin) Allah sesuatu mengetahuinya.

Penjelasan :

Yahya disini adalah ibnu Ziyaad al-Faroo’, Imam ahli nahwu yang masyhur, perkataan beliau ini termaktub dalam kitabnya Ma’aanil Qur’an, demikian keterangan Al Hafidz dalam al-Fath. Bunyi lengkap surat Al Hadiid ayat ketiga adalah :

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dalam riwayat Muslim Nabi sholallahu alaihi wa salam mengajarkan sebuah doa yang diantara isinya :

وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ

…. Engkau yang Maha Dhohir tidak ada sesuatupun ditasmu dan Engkau Maha Batin, tidak ada sesuatupun dibawah-Mu…

 

Imam Bukhori berkata :

7379 – حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” مَفَاتِيحُ الغَيْبِ خَمْسٌ، لاَ يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ: لاَ يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي المَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ “

9). Hadits no. 7379

Haddatsanaa Khoolid bin Makhlad, haddatsanaa Sulaimaan bin Bilaal, haddatsani Abdullah bin Diinar dari Ibni Umar rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau bersabda : “kunci-kunci ghoib ada lima, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah : tidak ada yang mengetahui apa yang terkandung didalam rahim kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi esok hari kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui dimanakan seorang akan mati kecuali Allah dan tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat kecuali Allah”.

 

 

Imam Bukhori berkata :

7380 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: «مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ، فَقَدْ كَذَبَ، وَهُوَ يَقُولُ»: {لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ} [الأنعام: 103]، «وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ يَعْلَمُ الغَيْبَ، فَقَدْ كَذَبَ، وَهُوَ يَقُولُ»: لاَ يَعْلَمُ الغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ “

10). Hadits no. 7380

Haddatsanaa Muhammad bin Yusuf, haddatsanaa Sufyaan dari Ismaail dari asy-Sya’biy dari Masruuq dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “siapa yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad sholallahu alaihi wa salam melihat Rabb-nya, maka ia telah berdusta karena Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : { Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata} (QS. Al An’aam : 103)”. Barangsiapa yang memberitahumu bahwa Beliau sholallahu alaihi wa salam mengetahui yang ghoib, maka ia telah berdusta, karena Beliau sholallahu alaihi wa salam mengatakan : “tidak ada yang mengetahui hal ghoib kecuali Allah”.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Imam ibnu Bathool dalam Syarah Shahih Bukhori berkata :

غرضه فى هذا الباب إثبات علم الله تعالى صفة لذاته

Tujuan dari bab ini adalah itsbat Ilmu Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa sebagai sifat untuk Dzat-Nya

  1. Perbendaharaan ilmu ghoib ada 5 yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa, kemudian dalam riwayat lain Nabi sholallahu alaihi wa salam membaca ayat berikut :

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Luqmaan : 34).

  1. Terkait masalah apakah Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa salam melihat Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa yang kemudian didustakan Aisyah rodhiyallahu anhu adalah terkait melihat pada waktu Beliau di mi’rajkan ke langit yang tujuh yang dikenal peristiwanya dengan nama Isra’ mi’raj. Memang terjadi perselisihan ulama terkait masalah ini dan barangkali akan saya nukilkan sebagian penjelasan asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Munajid dalam fatwanya (no. 12433) sebagai berikut :

الحمد لله

ذهب أغلب الصحابة إلى أن النبي صلى الله عليه وسلم لم ير الله عز وجل بعينه ليلة المعراج فقد ثبت عن

عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ وَهُوَ يَقُولُ لا

تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ … ) رواه البخاري( التوحيد/6832)

وعَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ رَأَيْتَ رَبَّكَ قَالَ نُورٌ أَنَّى أراه رواه مسلم (الإيمان/261)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى قَالَ رَآهُ بِفُؤَادِهِ مَرَّتَيْنِ رواه مسلم (الإيمان/258) ،

قال ابن القيم : وقد حكى عثمان بن سعيد الدارمي في كتاب الرؤية له إجماع الصحابة على أنه لم ير ربه ليلة المعراج ، وبعضهم استثنى ابن عباس فيمن قال ذلك ، وشيخنا يقول ليس ذلك بخلاف في الحقيقة ، فإن ابن عباس لم يقل رآه بعيني رأسه وعليه اعتمد أحمد في إحدى الروايتين حيث قال إنه رآه عز وجل ولم يقل بعيني رأسه ولفظ أحمد لفظ ابن عباس رضي الله عنهما ويدل على صحة ما قال شيخنا في معنى حديث أبي ذر رضي الله عنه قوله في الحديث الآخر حجابه النور فهذا النور هو والله أعلم النور المذكور في حديث أبي ذر رضي الله عنه رأيت نورا . اجتماع الجيوش الإسلامية ج: 1 ص: 12

مجموع الفتاوى ج: 6 ص: 509-510.

Kebanyakan shahabat berpendapat bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam tidak melihat Allah Azza wa Jalla dengan mata kepalanya ketika malam mi’raj. Telah shahih dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata : “barangsiapa yang mengabarkan kepadamu bahwa Muhammad sholallahu alaihi wa salam melihat Rabbnya maka ia telah berdusta, karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman : “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata”.

Dari Abu Dzar Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “aku bertanya kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam, apakah engkau melihat Rabbmu?, Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “cahaya yang aku lihat” (HR. Muslim).

Ibnul Qoyyim berkata : ‘Ustman bin Sa’id ad-Darimi telah menukilkan dalam kitabnya ar-Ru’ yah ijma shahabat bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam tidak melihat Rabbnya pada malam mi’ raj. Sebagian ulama mengecualikan Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu. Syaikhunaa mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada perselisihan, karena Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu tidak mengatakan bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melihat Allah dengan mara kepalanya, Imam Ahmad berpegang pada salah satu riwayat darinya yangmana beliau mengatakan bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melihat Allah azza wa Jalla dan beliau tidak mengatakan melihat dengan mata kepalanya, lafadznya Ahmad adalah lafadz Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu. Yang menunjukkan kebenaran apa yang dikatakan oleh syaikhunaa adalah makna hadits Abi Dzar Rodhiyallahu ‘anhu yang terdapat dalam hadits yang lain bahwa Allah menghijab Diri-Nya dengan cahaya, maka cahaya ini adalah –wallahu A’ lam cahaya yang disebutkan dalam hadits Abi Dzar Rodhiyallahu ‘anhu yangmana Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melihat cahaya tersebut. –ijtimaa’ul Juyuusy (1/12)….

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: