TAFSIR SURAT AN NISAA’ AYAT 94

September 16, 2014 at 2:14 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

Imam Muslim berkata :

22 – (3025) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ – وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا، وقَالَ الْآخَرَانِ: أَخْبَرَنَا – سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: ” لَقِيَ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ رَجُلًا فِي غُنَيْمَةٍ لَهُ، فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، فَأَخَذُوهُ فَقَتَلُوهُ وَأَخَذُوا تِلْكَ الْغُنَيْمَةَ، فَنَزَلَتْ: (وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا) ” وَقَرَأَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ: {السَّلَامَ} [النساء: 94]

22). Hadits no. 3025

Haddatsana Abu Bakar bin Abi Syaibah, Ishaaq bin Ibrohiim dan Ahmad bin ‘Abdah adh-Dhobiy –lafadz milik Ibnu Abi Syaibah- ia berkata, haddatsanaa sedangkan yang lainnya berkata, akhbaronaa Sufyaan dari ‘Amr dari Athoo’ dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu beliau berkata : “ada seorang Muslim yang bertemu dengan laki-laki yang memiliki ghonimah, lalu laki-laki tadi berkata : as-Salaamu ‘Alaikum. Namun si muslim malah membawanya lalu membunuhnya, kemudian mengambil ghonimah tersebut, maka turunlah ayat : { dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu[338]: “Kamu bukan seorang mukmin”} (QS. An Nisaa’ : 94). Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu membacanya : “As-Salaam”.

Bukhori no. 4591.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Bunyi lengkap ayat diatas adalah sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu : “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  1. Dalam riwayat Imam Ahmad (no. 2462-cet. Ar Risaalah) dengan sanad yang dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Arnauth, Hasan lighoirih, Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu berkata :

مَرَّ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسُوقُ غَنَمًا لَهُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ، فَقَالُوا: مَا سَلَّمَ عَلَيْكُمِ إِلَّا لِيَتَعَوَّذَ مِنْكُمْ، فَعَمَدُوا إِلَيْهِ فَقَتَلُوهُ، وَأَخَذُوا غَنَمَهُ، فَأَتَوْا بِهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا} [النساء: 94] إِلَى آخِرِ الْآيَةَ

Seorang laki-laki dari Bani Sulaim bertemu dengan beberapa sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam, ia membawa harta, lalu ia mengucapkan salam kepada para sahabat, namun para sahabat berkata : “tidaklah ia mengucapkan salam kepada kalian (maksudnya kita-pent.), kecuali agar terlindung dari kita, maka mereka pun memegangnya dan membunuhnya, lalu diambil hartanya. Kemudian mereka mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat : {Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu : “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan}.

  1. Dari riwayat Ahmad ini dapat diambil faedah bahwa asbabun nuzul ayat 94 surat An Nisaa’ diriwayatkan secara mauquf dan marfu kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam.
  2. Imam as-Sa’diy dalam Tafsirnya memberikan penjelasan yang bagus tentang ayat ini, kata beliau :

يأمر تعالى عباده المؤمنين إذا خرجوا جهادًا في سبيله وابتغاء مرضاته أن يتبينوا ويتثبتوا في جميع أمورهم المشتبهة. فإن الأمور قسمان: واضحة وغير واضحة. فالواضحة البيِّنة لا تحتاج إلى تثبت وتبين، لأن ذلك تحصيل حاصل. وأما الأمور المشكلة غير الواضحة فإن الإنسان يحتاج إلى التثبت فيها والتبين، ليعرف هل يقدم عليها أم لا؟

فإن التثبت في هذه الأمور يحصل فيه من الفوائد الكثيرة، والكف لشرور عظيمة، ما به يعرف دين العبد وعقله ورزانته، بخلاف المستعجل للأمور في بدايتها قبل أن يتبين له حكمها، فإن ذلك يؤدي إلى ما لا ينبغي، كما جرى لهؤلاء الذين عاتبهم الله في الآية لمَّا لم يتثبتوا وقتلوا من سلم عليهم، وكان معه غنيمة له أو مال غيره، ظنًّا أنه يستكفي بذلك قتلَهم، وكان هذا خطأ في نفس الأمر، فلهذا عاتبهم بقوله: { وَلا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ } أي: فلا يحملنكم العرض الفاني القليل على ارتكاب ما لا ينبغي فيفوتكم ما عند الله من الثواب الجزيل الباقي، فما عند الله خير وأبقى.

وفي هذا إشارة إلى أن العبد ينبغي له إذا رأى دواعي نفسه مائلة إلى حالة له فيها هوى وهي مضرة له، أن يُذَكِّرها ما أعد الله لمن نهى نفسه عن هواها، وقدَّم مرضاة الله على رضا نفسه، فإن في ذلك ترغيبًا للنفس في امتثال أمر الله، وإن شق ذلك عليها.

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa memerintahkan kepada hambanya yang mukmin, jika mereka keluar berperang di jalan Allah demi mengharapkan ridho-Nya, hendaknya untuk mengklarifikasi pada seluruh perkara yang masih samar. Karena perkara itu ada 2 jenis, yang jelas dan yang tidak jelas.

Adapun perkara yang jelas, maka itu gamblang tidak butuh klarifikasi lagi, karena langsung dapat diketahui hasilnya. Sedangkan perkara yang masih samar dan tidak jelas, maka seorang butuh untuk klarifikasi terhadapnya, untuk mengetahui apakah perlu dilakukan atau tidak?

Sebab klarifikasi dalam hal ini akan menghasilkan faedah yang sangat banyak dan mencegah dari kejelekan yang besar, sesuatu yang seorang akan diketahui dengannya kualitas agama, akal dan pertimbangan seorang hamba. Berbeda dengan orang yang terburu-buru dalam perkara ini sebelum jelas duduk perkaranya, hal ini akan berakibat kepada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, sebagaimana yang terjadi pada mereka yang dicela Allah dalam ayat ini, tatkala mereka tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu, mereka membunuh orang yang mengucapkan salam kepadanya, karena orang tersebut membawa ghonimah atau harta lainnya, dengan sangkaan bahwa orang tersebut (mengucapkan salam) agar tidak dibunuh.

Ini adalah kesalahan dalam perkara tersebut, oleh karenanya Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : {dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak} yakni janganlah kalian mengharapkan tujuan yang fana yang sedikit dengan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, sehingga kalian terluput dari mendapatkan pahala yang banyak dan kekal, apa yang ada pada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

Dalam hal ini terdapat isyarat kepada hamba agar selayaknya jika melihat hal yang hawa nafsu condong kepadanya, maka itu adalah kemudhorotan. Hendaknya ia mengingat apa yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang mampu menahan hawa nafsunya. Ia seharunya lebih mendahulukan ridho Allah dibandingkan ridho dirinya, karena hal tersebut terdapat dorongan jiwa untuk berlatih mentaati Allah, sekalipun dalam kondisi yang berat.

  1. Bacaa as-Salam ada dua qiroat, Imam Ibnul Jauzi dalam Tafsirnya menukil bahwa yang membaca as-Salaam yang bermakna Tasliim (keselamatan) yaitu : Naafi’, Hamzah dan Kholaf. Sedangkan yang membaca as-Salaam yang maknanya Istislaam (ketundukkan) yaitu : Ibnu Katsiir, Abu ‘Amr, Abu Bakr, Hafsh, Aashim dan al-Kasaa’i.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: