BACAAN KETIKA MENDENGAR SURAT TERTENTU DALAM AL QUR’AN

September 18, 2014 at 1:52 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

SUNAH MENGUCAPKAN SUBHAANAKA ALLAHUMMA FABALAA

KETIKA MENDENGARKAN AKHIR SURAT AL QIYAMAH

 

Soal : kami mendengar bahwa sunnah ketika membaca Firman Allah di akhir surat At Tiin “أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ”, bagi yang membaca dan yang mendengarnya mengucapkan “بلى” (balaa). Lalu ketika membaca akhir surat Al Qiyaamah “أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى”, mengucapkan “سبحانك اللهم فبلى” (subhaanaka Allahumma fabalaa). Ketika membaca akhir surat Al Mursalaat “فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ”, yang membaca dan yang mendengar mengucapkan “آمنا بالله” (Amannaa billah), apakah hal ini shahih?

Jawab :

Terdapat hadits dari Musa bin Abi Aisyah rodhiyallahu anhu dari yang lainnya bahwa beliau memanjngkan bacaan dan meninggikan suaranya ketika membaca “أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى” lalu beliau berkata “سبحانك اللهم فبلى”. Kemudian beliau ditanya tentang hal ini, maka beliau menjawab :

سمعت رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله سلم – يقول ذلك

Ana mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mengatakan seperti itu.

Hadits ini sanadnya shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (1/233-234 no. 884), Abdur Rozaq dalam Tafsirnya (2/335), dan Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya (10/3389 no. 19073). Hadits ini telah dishahihkan oleh Syaikhunaa Al Albani dalam Tamaamul Minnah (h. 186).

Adapun hadits yang mengumpulkan surat seluruhnya, telah diriwayatkan oleh al-Humaidiy (2/437 no. 995) dari hadits Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata, Abul Qoosim sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إذا قرأ أحدكم :  لا أقسم بيوم القيامة  فأتى على آخرها : أليس ذلك بقادر على أن يحيي الموتى  فليقل : بلى , وإذا قرأ : والمرسلات عرفا  فأتى على آخرها:  فبأي حديث بعده يؤمنون  فليقل : آمنا بالله , وإذا قرأ  والتين والزيتون  فأتى على آخرها :  أليس الله بأحكم الحاكمين  فليقل : بلى ” وزاد بعضهم : ” بلى وأنا على ذلك من الشاهدين

Jika kalian membaca “Aku bersumpah demi hari kiamat” lalu sampai pada akhir surat “Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?”, maka ucapkanlah “tentu”. Jika membaca “Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan” lalu sampai pada akhir surat “Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?”, maka ucapkan “kami beriman kepada Allah”. Jika kalian membaca “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun”, lalu sampai pada akhirnya “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”, maka ucapkanlah “tentu”.

Sebagian menambahkan : “tentu dan saya atas hal tersebut diantara saksinya”.

Sanad ini dhoif karena ucapan Ismail bin Umayyah, haddatsani A’robiy penduduk Baduwi ia berkata, aku mendengar Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu …idem. ilat (cacat) sanad ini adalah mubhamnya perowi tersebut. Dari jalan lain yang dikeluarkan Abu Dawud (no. 887) dari jalan orang Arab tersebut.

Ibnu Katsiir dalam Tafsirnya (4/582) menguatkan akhir surat Al Qiyaamah kepada riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari jalan A’robiy juga. Hadits didhoifkan Syaikhunaa Al Albani dalam Tamaamul Minnah (h. 186). Berdasarkan hal ini maka hadits yaang shahih adalah hadits tentang surat Al Qiyaamah, bukan surat lainnya sebagaimana yang disebutkan diatas. Wallahu A’lam.

 

Mufti : Asy-Syaikh Abul Hasal as-Sulaymani.

Sumber : http://sulaymani.net/index.php?option=com_content&view=article&id=305:2009-07-17-20-51-27&catid=8&Itemid=36

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: