MEMAKAI PECI DAN SEJENISNYA BAGI LAKI-LAKI

September 24, 2014 at 3:48 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MEMAKAI PECI DAN SEJENISNYA BAGI LAKI-LAKI

(Mufti : al-‘Alamah al-Muhaddits Rabii’ bin Hadi)

 

Soal : apa hukum memakai penutup kepala (peci dan semisalnya –pent.) bag laki-laki?

Jawab :

Menutup kepala ketika berhaji tidak boleh. Adapun diluar haji, maka muru’ah (kepantasan) menghendaki agar seseorang tidak berjalan dalam kondisi terbuka kepalanya, jika ia membuka kepalanya karena tasyabuh (ingin menyerupai) orang kafir, maka ini perkara lain lagi.

Aku yakin kebanyakan pemuda tidak melakukan hal tersebut (yakni membuka kepalanya-pent.) kecuali karena taqlid (mengikuti) orang kafir. Jika tidak, maka orang Arab diantara mereka memang ada yang membuka kepalanya, namun ketika rambutnya tebal / panjang. Kami tidak mengharamkan membuka kepala, namun kami katakan bahwa menutup kepala adalah muru’ah. Khususnya dalam sholat,  hendaknya seorang menutup kepalanya. Ibnu Umar rodhiyallahu anhu pernah mengingkari maulanya –aku kira itu adalah Naafi’ – beliau melihatnya membuka kepalanya, sehingga beliau rodhiyallahu anhu mengingkarinya, beliau berkata : ‘apakah seperti itu ketika engkau menghadap para pembesar (maksudnya tidak memakai penutup kepala –pent.)?, maulanya menjawab : ‘tidak’. Kata Ibnu Umar rodhiyallahu anhu : “maka Rabbmu lebih utama untuk diagungkan, Firman-Nya : {Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid} (QS. Al A’raaf : 31).

Menutup kepala termasuk keindahan tidak ragu lagi –Barakallahu Fiikum-, jika membuka kepala merupakan kebiasan (adat-istiadat) yang didalamnya tidak ada taqlid dan tasyabuh dengan orang kafir, maka kami tidak mampu untuk mengharamkannya, namun kami katakan yang lebih utama dan lebih mulia adalah menutup kepala, terlebih engkau berjalan di pasar dalam keadaan terbuka kepalanya, maka ini tidak layak!.

Ana ingat ketika kondisi ini muncul (yakni banyak kaum muslimin yang tidak memakai penutup kepala-pent.) di sebagian negeri, yakni di Yordan dan selainnya, maka Raja Abdullah yang pertama, raja Yordan, menulis sebuah risalah yang bagus, aku telah membacanya, – namun tulisan itu sekarang hilang dariku – yakni tentang membuka kepala, beliau berbicara tentangnya dan beliau menyimpulkan bahwa mereka melakukan hal tersebut karena taklid kepada orang kafir, kemudian beliau keras dalam masalah ini dan itu adalah kebenaran berkaitan dengan masalah ini.

Jika ia membuka kepala dan memakai kemeja serta celana pantolan atau pakaian wanita dan perhiasan yang biasanya dipakai wanita dalam rangka taklid kepada musuh Allah, ini demi Allah termasuk kehinaan dan aib atas kaum muslimin. Demi Allah, kaum muslimun paling sempurna akidahnya, kami tidak katakan Cuma sempurna, karena maknanya bukan mereka (kaum kufar) tidak memiliki keyakinan, tidak ada dalam diri mereka, kecuali kesyirikan, namun kami katakan bahwa kaum muslimun paling shahih akidahnya, akidahnya dan akhlaknya benar. Taklidnya kaum muslimun yangmana mereka mewarisi islam –sangat disayangkan sekali- . wajib bagi semua umat untuk berada dibelakang kaum muslimun supaya mereka dapat mengambil akhlak kaum muslimun dan kebiasaannya, karena kaum muslimun paling agung akhlaknya dan paling mulia kebiasaanya, yang diambil dari ajaran Islam. Akhlak bangsa arab yang disifati dengan arab jahiliyyah –diluar kesesatan mereka-, maka pakaian mereka adalah pakaian yang terbaik dan kecemburuan mereka terhadap wanita –ma Syaa Allah- ada bahkan lebih, sampai-sampai seorang menyembelih anak perempuannya, karena takut aib. Ini adalah ghuluw (melampaui batas) dalam kecemburuan, jika tidak asal cemburu adalah terpuji, Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda : “apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad?, demi Allah aku lebih cemburu darinya dan Allah lebih cemburu dariku, karenanya Allah mengharamkan perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi.

Perbuatan keji sekarang telah menyebar, wahai ikhwani ditengah-tengah kaum muslimin, karena taklid terhadap barat!, wanita telah terbuka, pakaian laki-laki sama dengan pakaian Yahudi dan Nashroni, hingga disebagian negeri engkau tidak mampu membedakan antara yahudi, nashroni, atheis dan muslim! Pakaian mereka semuanya sama, laki-laki dan wanita –yang sangat disesalkan sekali- (sama pakaiannya).

Seorang muslim wajib membedakan diri dalam masalah makan, minum, tidur, duduk, pakaian dan segala sesuatu, wajib untuk berbeda dengan orang kafir.  Sampai-sampai Umar rodhiyallahu anhu dan para sahabat ketika mengadakan perjanjian damai dengan ahlu dzimmah, mereka mempersyaratkan untuk mereka beberapa syarat, mempersyaratkan untuk mereka syarat yang banyak agar mereka berbeda dengan kaum muslimin dan agar kaum muslimin berbeda dengan mereka, sampai-sampai mereka dalam kondisi membayar jizyah wajib berbeda dengan kaum muslimin. Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “janganlah kalian dahului Yahudi dan jangan pula nashroni dengan salam, jika kalian bertemu dengan salah satu mereka di jalan, maka pepetlah mereka”.

Bagaimana? Yakni mereka membayar jizyah dalam kondisi mereka terhina, mereka dihinakan dengan kehinaan seperti ini untuk apa? Agar kita lebih unggul? Bukan, tapi tujuannya mencabut kemulian mereka agar mau masuk islam, oleh karenanya pada waktu itu banyak orang yahudi yang masuk ke negeri Arab dan banyak orang nashroni yang masuk islam. Sebab sebagian orang tidak akan kuat batang hidungnya terhina dalam kondisi keluar masuk disisi kaum muslimin, jalan kemulian, jalan keselamatan dan kemulian di dunia dan di akhirat adalah milik kaum muslimin, yakni karena akidah (ahlu dzimah) yang menyimpang dan kafir, mereka mendapatkan kehinaan? Ia berpikir dan berpikir terus, sampai ia mendapati bahwa Islam adalah agama yang hak  serta kaum muslimin (pada waktu itu) bermuamalah dengan muamalah ini sehingga keluar darinya kejelekan yang terus-menerus.a terhinar jizyah dalam kondisi angan pula nashroni dengan salam, jika kalian bertemu dengan salah satu mereka di jalan, mangkau tidak mampu mmerada dibelakang kaum muslimun supaya mereka dapat mengambil akhlak kaum muslimun dan kebiasaannya,

 

Teks Asli :

السؤال: ما حكم تغطية الرأس للرجال؟

الجواب: تغطية الرأس في الحج لا يجوز ,أما في غير الحج فالمروءة تقتضي أن لا يمشي المرء مكشوف الرأس ,وإذا كان كشفه للرأس تشبها بالكفار فهذا أمر سيء.

وأعتقد أن كثيرا من الشباب ما أتوا إلاّ من تقليد الكفار! وإلاّ فالعرب كان منهم من يكشف رأسه لكن عنده جمّة ,ولا نقول يحرم كشف الرأس ولكن نقول يغطي رأسه مروءةً ,وفي الصلاة خاصة ينبغي أن يغطي الإنسان رأسه ,وقد أنكر ابن عمر على مولاه رضي الله عنه ,أنكر عليه – وأظنه أنكر على نافع – رآه يصلي مكشوف الرأس فأنكر عليه ,قال له في معنى كلامه: هذه الهيأة تقابل بها العظماء؟ قال له: لا ,قال: فربّك أولى بالتعظيم (يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ).

وتغطية الرأس من الزينة لا شكّ بارك الله فيكم ,وإذا كان الكشف لأمر عادي ليس فيه تقليد ولا تشبه بالكفار فلا نستطيع أن نحرم ,ولكن نقول الأولى والأشرف أن تغطي رأسك ,خاصة إذا كان يمشي في الأسواق مكشوف الرأس! هذا لا يليق.

وأذكر لما بدأت هذه الظاهرة في بعض البلدان ,في الأردن وفي غيرها ,كتب الملك عبد الله الأول ملك الأردن رسالة جيدة ,أنا قرأتها لكن ضاعت مني في كشف الرؤوس؛ يعني تكلم فيها من ناحية أنهم قلدوا فيها الكفار وشدد فيها وله الحقّ في ذلك ,إذا كان كشف الرؤوس ولبس الكرافتات والبنطلونات ولباس النساء والزينات هذه التي تلبسها النساء تقليدا لأعداء الله؛ هذا والله من الخزي والعار على المسلمين!

والله المسلمون أكمل عقيدة لا نقول كمال ,لأن ليس معنى هذا أن أولئك عندهم عقيدة؛ ما عندهم إلا الشرك ,لكن نقول: المسلمون أصح عقيدة ,وعقيدتهم هي الحق وأخلاقهم وتقاليدهم التي ورثوها عن الإسلام والله مع الأسف يجب على الأمم كلها أن تركض وراء المسلمين ليتخلقوا بأخلاقهم ويأخذوا بعاداتهم فإنها أعظم الأخلاق وأشرف العادات لأنها منبثقة عن الإسلام ,والأخلاق العربية التي كان يتصف بها العرب في جاهليتهم على ما فيهم من الضلال ,فلباسهم خير لباس وغيرتهم على النساء – ما شاء الله – موجودة بل زائدة حتى إن الإنسان ليذبح ابنته خشية العار ,وهذا من الغلو في الغيرة وإلاّ فأصل الغيرة محمود فقد قال صلى الله عليه وسلم (أتعجبون من غيرة سعد؟ والله لأنا أغير منه والله أغير مني ومن أجل غيرة الله حرم الفواحش ما ظهر منها وما بطن).

الفواحش الآن تشيع يا إخواني في أوساط المسلمين تقليدا للغرب! تهتّك النّساء ,ولباس الرجال مثل لباس اليهود والنصارى حتى إنك في بعض البلدان لا تستطيع أن تميز بين اليهودي والنصراني والشيوعي والمسلم! لباس الجميع سواء ,رجالا ونساء مع الأسف الشديد ,والمسلم يجب أن يتميز في أكله ,في شربه ,في نومه ,في ركوبه ,في جلوسه ,في لباسه ,في كل شيء ,يجب أن يتميز عن الكافر ,حتى إنّ عمر ومعه الصحابة لما صالحوا أهل الذمّة واشترطوا عليهم شروطا ,اشترط عليهم شروطا كثيرة يتميزون بها عن المسلمين ويتميز بها المسلمون عليهم ,حتى وهم في ذمتنا يجب أن نتميز عنهم ,والرسول عليه الصلاة والسلام يقول: (لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقه) كيف؟ يعني يعطوا الجزية عن يد وهم صاغرون ويُهانوا مثل هذه الإهانة لماذا؟! للتعالي؟ لا ,لأن هذه الأمور تدفع من عنده الشرف منهم إلى أن يدخل في الإسلام ,ولهذا دخل أكثر اليهود في ذلك الوقت في بلاد العرب ,وأكثر النصارى دخلوا في الإسلام ,لأن بعض الناس قد تدفعه الأنفة أن يبقى على الذلّ فيلتمس مخرجا والمخرج عنده ,طريق العزّ ,طريق السعادة والكرامة والعزّة في الدنيا والآخرة عنده ,يعني من أجل عقيدة محرفة شوهاء كافرة يتحمل هذا الذلّ؟! يفكر ,يفكر حتى يدرك أن الإسلام هو الحق ,وللمسلمين أن يعاملوه هذه المعاملة فيخرج من هذه الدوامة السيّئة.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: