GROUP WA KAJIAN HADITS

October 31, 2014 at 3:21 pm | Posted in Tulisan Lainnya | 1 Comment
Tags: , , , ,

Bismillah,

bagi ikhwah yang memiliki aplikasi What’s App dan ingin bergabung dengan group WA “IKHWAHMEDIA”

yang rencananya akan berisi kajian ilmu hadits dan ilmu-ilmu lainnya, dapat mengirimkan nomor WA-nya

beserta nama ke nomor admin 0857 410 96 387.

kajian Insya Allah akan dimulai pada 10 November 2014.

Barokallahu Fiikum.

 

Akhuukum Fillah,

 

Abu Said Neno bin Abdul Kodir

Advertisements

Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?

October 31, 2014 at 3:11 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي أَهْلِ الذِّمَّةِ يَغْزُونَ مَعَ المُسْلِمِينَ هَلْ يُسْهَمُ لَهُمْ؟

Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?

 

Penjelasan Bab :

Ahlu Dzimmah adalah orang kafir yang hidup di negeri kaum muslim dengan membayar jizyah sebagai jaminan keamanan kepadanya. Bisa saja seorang pemimpin kaum Muslimin membuat peraturan bagi ahli Dzimmah, jika negara dalam situasi perang mereka wajib turut serta, sebagaimana dulu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah mengikat perjanjian dengan beberapa kabilah Yahudi agar mereka turut membantu kaum Muslimin ketika kota Madinah diserang oleh pihak lain.

Pada saat kondisinya seperti ini, dimana kaum kufar ahli dzimmah ikut serta berperang bersama kaum Muslimin, kemudian kaum Muslimin memperoleh kemenangan, apakah ahlu dzimmah mendapatkan saham ghonimah? Berikut penjelasannya :eroleh kemenangan, apakah ahlu dzimmah mendapatkan saham ghonimah?  berperang bersama kaum Muslimin, kemudian kaum Muslimin m

Imam Tirmidzi berkata :

1558 – حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ الفُضَيْلِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نِيَارٍ الأَسْلَمِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ،  عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى بَدْرٍ حَتَّى إِذَا كَانَ بِحَرَّةِ الوَبَرَةِ لَحِقَهُ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ يَذْكُرُ مِنْهُ جُرْأَةً وَنَجْدَةً، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ؟»، قَالَ: لَا، قَالَ: «ارْجِعْ، فَلَنْ أَسْتَعِينَ بِمُشْرِكٍ» وَفِي الحَدِيثِ كَلَامٌ أَكْثَرُ مِنْ هَذَا، هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ، قَالُوا: لَا يُسْهَمُ لِأَهْلِ الذِّمَّةِ، وَإِنْ قَاتَلُوا مَعَ المُسْلِمِينَ العَدُوَّ، وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: أَنْ يُسْهَمَ لَهُمْ إِذَا شَهِدُوا القِتَالَ مَعَ المُسْلِمِينَ

وَيُرْوَى عَنْ الزُّهْرِيِّ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْهَمَ لِقَوْمٍ مِنَ اليَهُودِ قَاتَلُوا مَعَهُ» حَدَّثَنَا بِذَلِكَ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَارِثِ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عَزْرَةَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ

11). Hadits no. 1558

Haddatsanaa al-Anshoriy ia berkata, haddatsanaa Ma’nun ia berkata, haddatsanaa Maalik bin Anas, dari al-Fudhoil bin Abi Abdillah, dari Abdillah bin Niyaar al-Aslamiy, ‘Urwah, dari ‘Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam keluar menuju Badr, hingga ketika Beliau sholallahu alaihi wa salam sampai di sumur al-Wabaroh, salah seorang Musyrikin yang disebut pemberaninya Najed ingin ikut perang, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata kepadanya : “engkau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya?”. Ia berkata : “tidak”. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “kembalilah! Aku tidak butuh bantuan orang Musyrik”. Continue Reading Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?…

Bab 8 Apakah Budak diberikan Saham Ghonimah?

October 31, 2014 at 3:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

بَابُ هَلْ يُسْهَمُ لِلْعَبْدِ

Bab 8 Apakah Budak diberikan Saham Ghonimah?

 

Penjelasan Bab :

Yakni apakah dalam syariat budak mendapatkan bagian dari ghonimah, jika mereka ikut dalam pertempuran? Berikut penjelasannya :

Imam Tirmidzi berkata :

1557 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ المُفَضَّلِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عُمَيْرٍ، مَوْلَى آبِي اللَّحْمِ قَالَ: ” شَهِدْتُ خَيْبَرَ مَعَ سَادَتِي، فَكَلَّمُوا فِيَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَلَّمُوهُ أَنِّي مَمْلُوكٌ، قَالَ: فَأَمَرَ بِي، فَقُلِّدْتُ السَّيْفَ، فَإِذَا أَنَا أَجُرُّهُ، فَأَمَرَ لِي بِشَيْءٍ مِنْ خُرْثِيِّ المَتَاعِ، وَعَرَضْتُ عَلَيْهِ رُقْيَةً كُنْتُ أَرْقِي بِهَا المَجَانِينَ، فَأَمَرَنِي بِطَرْحِ بَعْضِهَا، وَحَبْسِ بَعْضِهَا ” وَفِي البَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ، لَا يُسْهَمُ لِلْمَمْلُوكِ، وَلَكِنْ يُرْضَخُ لَهُ بِشَيْءٍ، وَهُوَ قَوْلُ الثَّوْرِيِّ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ

10). Hadits no. 1557

Haddatsanaa Qutaibah ia berkata, haddatsanaa Bisyir ibnul Mufadhdhol dari Muhammad bin Zaid dari Umair rodhiyallahu anhu –maula Abi lahm- ia berkata : “aku turut berperang di khoibar bersama dengan budak-budakku, mereka berbicara tentang hakku kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan mereka berbicara bahwa aku adalah seorang budak, lalu Beliau sholallahu alaihi wa salam memerintahkanku, aku dibawakan sebuah pedang, ketika aku sedang menyerat pedang tersebut, lalu diperintahkan agar aku diberi peralatan pertanian. Kemudian aku menunjukan kepadanya ruqyah yang mana aku biasa meruqyah orang gila, maka Beliau memerintahkanku untuk membuang sebagian ruqyah tersebut dan memakai sebagian lainnya”.

Dalam bab ini ada hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu. Hadits ini sendiri adalah Hasan Shahih, dan telah diamalkan oleh sebagian ulama, bahwa budak tidak diberikan bagian ghonimah, namun ia diberikan sesuatu sebagai pemberian saja. Ini adalah pendapatnya ats-Tsauriy, asy-Syafi’i, Ahmad dan Ishaq. Continue Reading Bab 8 Apakah Budak diberikan Saham Ghonimah?…

BOLEHKAH RUKU’ SAMBIL BERJALAN DI BELAKANG SHOF?

October 28, 2014 at 11:02 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

BOLEHKAH RUKU’ SAMBIL BERJALAN DI BELAKANG SHOF

KETIKA MELIHAT IMAM SHOLAT SUDAH RUKU’

 

Beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang sholat berjamaah di Masjid, pada saat kami sedang ruku’ tiba-tiba dari belakang saya ada seorang ikhwah yang berjalan dalam posisi ruku’, sehingga akhirnya beliau sampai disamping kanan saya persis. Barangkali ikhwah tersebut khawatir jika ia melakukan ruku’ setelah berada di posisi shof, ia akan ketinggalan ruku’ bersama Imam, sehingga ia tidak mendapatkan rakaat sholat. Terlintas dalam benak saya pembahasan tentang masalah ini dari guru-guru kita, namun terlupakan bagi saya qoul yang rajih berkaitan apakah masih diperbolehkan bagi seorang makmum berjalan sambil ruku’ agar mendapatkan ruku’ bersama Imam sholat?. Oleh karenanya untuk “melawan lupa”, saya mencoba menuliskan artikel untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Continue Reading BOLEHKAH RUKU’ SAMBIL BERJALAN DI BELAKANG SHOF?…

WAJIBKAH ZAKAT PERDAGANGAN?

October 19, 2014 at 3:40 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM ZAKAT PERDAGANGAN

 

Pada tulisan kali ini, kami biidznillah akan membahas tentang apakah usaha perdagangan diwajibkan zakat atau tidak?, demikian kira-kira inti dari tulisan ini, sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut.

Sebelum masuk kedalam pembahasan, maka kami ingin sampaikan beberapa point berikut :

  1. Ketika seorang telah mengikrarkan dirinya sebagai seorang Muslim dengan bersyahadat bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah, maka ia telah diharamkan harta dan darahnya oleh kaum Muslimin dimanapun berada, kecuali yang diizinkan oleh syariat. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan barangsiapa yang telah mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka telah terjaga harta dan dirinya. Kecuali haknya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah (Muttafaqun ‘alaih).

Bahkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam memperkuat keharaman harta seorang Muslim dalam khutbahnya pada waktu haji Wada’ pada penghujung umur Beliau yang disaksikan dan didengarkan oleh puluhan ribu kaum Muslimin pada waktu itu dan senantiasa dinukil oleh ulama kita sampai zaman ini. Beliau sholallahu alaihi wa salam bersabda :

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ

…Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah haram sesama kalian…(Muttafaqun ‘Alaih).

Oleh karena bukan suatu perkara yang gampang untuk mewajibkan mengambil harta seorang Muslim, kecuali dengan alasan yang jelas dan tepat dari pembuat syariat.

  1. Syariat telah memberikan peringatan yang keras bagi umatnya untuk tidak mengambil harta orang lain, tanpa alasan yang diterima. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :

Continue Reading WAJIBKAH ZAKAT PERDAGANGAN?…

HUKUM SEPUTAR KEGUGURAN JANIN

October 19, 2014 at 6:46 am | Posted in fiqih | 19 Comments

HUKUM SEPUTAR KEGUGURAN JANIN

 

Pada tulisan ini kami akan membahas hal-hal apa yang dilakukan terkait prosesi syar’i ketika terjadi keguguran pada seorang wanita. Secara umum kondisi janin ketika keguguran / meninggal dunia ada 2 kondisi yaitu sebelum ditiupkannya ruh dan sesudah ditiupkannya ruh. Para ulama menyebutkan batas usia janin dalam perut Ibu yang sudah ditiupkan ruh adalah 4 bulan. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang dikenal dengan sebutan hadits Shodiqul Masduq dari sahabat ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu beliau berkata :

حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوقُ، «إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَيُكْتَبُ عَمَلُهُ، وَأَجَلُهُ، وَرِزْقُهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ

Haddatsanaa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam –Beliau adalah yang jujur dan dibenarkan-, Beliau sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sesungguhnya kalian berada didalam perut ibumu selama 40 hari, lalu menjadi segumpal darah selama itu (40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu (40 hari). Kemudian Allah mengutus kepadanya seorang malaikat yang akan mencatatkan kepadanya 4 hal yaitu : ditulis amalnya, ajalnya, rizqinya, ia celaka atau bahagia, kemudian ditiupkan ruh padanya. (HR. Bukhori-Muslim, ini lafadz Bukhori).

Continue Reading HUKUM SEPUTAR KEGUGURAN JANIN…

BEBERAPA HAL YANG DIANGGAP ULAMA ADA PERBEDAAN TATA CARA SHOLATNYA WANITA

October 15, 2014 at 2:03 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

BEBERAPA HAL YANG DIANGGAP ULAMA ADA PERBEDAAN TATA CARA SHOLATNYA WANITA

 

Ada beberapa fatwa dari ulama kita yang kami dapatkan yang menjelaskan ada beberapa perbedaan tata cara sholat wanita dengan laki-laki. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Soal : apakah ada perbeedaan takbirotul ihrom antara wanita dan laki-laki? Karena aku membaca di salah satu website bahwa takbirotulnya laki-laki wajib sampai ke daun telinga, sedangkan wanita, maka lebih rendah (mengangkat tangannya) cukup sampai setentang bahu. Jazakallah khoir.

Jawab :

Para ulama membedakan sholat antara laki-laki dan wanita melihat kepada perkara bahwa wanita diperintahkan untuk menutupi dirinya, yang demikian itu ada dibeberapa tempat, diantaranya : Takbirotul ihrom dan sujud.

Abdur Rozaq meriwayatkan dari Ibnu Juraij bahwa ia berkata : ‘aku pernah bertanya kepada ‘Athoo’, apkah wanita mengangkat kedua tangannya ketika takbir sama seperti laki-laki?’, beliau menjawab : ‘tidak diangkat tangannya seperti laki-laki, namun mereka mengangkatnya lebih rendah dan ditempelkan ke tubuh’, kata beliau : ‘sesungguhnya wanita memiliki gerakan yang tidak sama dengan laki-laki.

Diriwayatkan dari Ibnu Juraij dari ‘Athoo’ beliau berkata : ‘wanita mengumpulkan kedua tangannya pada saat berdiri, semampunya.

Diriwayatkan dari Ma’mar dari al-Hasan dan Qotaadah bahwa mereka berdua berkata : ‘jika wanita sujud, maka mereka merapat semampunya, jangan melebar, agar tidak nampak pantatnya’.

Imam Syafi’i berkata : ‘Allah telah mengajari wanita untuk menutup dirinya, demikian juga Rasulullah sholallahu alaihi wa salam telah mengajari mereka. Saya suka bagi wanita pada saat sujud untuk merapat sebagian kepada sebagian lainnya, kemudian menempelkan perutnya ke pahanya, mereka sujud seperti apa yang bisa mereka tutupi. Demikian juga aku suka ketika mereka rukuk’, duduk dan semua gerakan sholat untuk menutup sebisa mereka. Saya suka mereka melebarkan jilbabnya dan merenggangkannya ketika ruku’ dan sujud agar tidak tersingkap pakaiannya.

Mufti : asy-Syaikh Abdur Rokhman Suhaimi

Continue Reading BEBERAPA HAL YANG DIANGGAP ULAMA ADA PERBEDAAN TATA CARA SHOLATNYA WANITA…

IMAM SAID BIN MUSAYIB MENGINGATKAN FITNAH WANITA

October 15, 2014 at 1:01 pm | Posted in Siroh | Leave a comment

IMAM SAID BIN MUSAYIB MENGINGATKAN FITNAH WANITA

 

Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya Shifatus Shofwah menukilkan kepada kita nasehat yang mengagumkan dari Imamut Tabi’in Said bin Musayyib, berikut ini :

وعن علي بن زيد عن سعيد بن المسيّب قال: ما يئس الشيطان من شيء إلا أتاه من قِبل النساء وقال لنا سعيد وهو ابن أربع وثمانين سنة وقد ذهبت إحدى عينيه وهو يعشو بالأخرى: ما من شيء أخوف عندي من النساء.

Dari Ali bin Zaid dari Sa’id bin al-Musayyib, beliau berkata : ‘tidaklah syathon berputus asa dari suatu hal, kecuali ia akan mendatangi dari sisi (fitnah) wanita’.

Sa’id pernah berkata kami –waktu itu umur beliau 84 tahun dan telah kehilangan salah satu penglihatannya, sedangkan mata yang satunya lagi sudah kabur- : ‘tidak ada yang aku lebih aku takutkan menimpa diriku, kecuali fitnah wanita’.

KEMATIAN MALAIKAT

October 14, 2014 at 4:24 pm | Posted in Aqidah | 2 Comments

KEMATIAN MALAIKAT

 

Asy-Syaikh Muhammad Sholih al-Munajid pernah menjawab pertanyaan berkaitan dengan riwayat tentang wafatnya para malaikat, berikut jawaban beliau :

Malaikat adalah termasuk hal ghoib yang kita diperintahkan Allah untuk mengimaninya dan meneliti hakikatnya. Allah mewajibkan bagi kita untuk menerima apa yang datang berupa wahyu terkait hal tersebut dan melarang kita untuk berpaling dalam masalah ini tanpa dalil dan petunjuk. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS. Al Israa’ : 36).

Barangsiapa yang berbicara tentang Malaikat tanpa hujjah yang shahih, maka sungguh ia telah melapai batas dan menyeleweng ketika ditanya tentang ilmu ghoib.

Berkaitan kematian malaikat, para ulama terbagi menjadi 2 pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa malaikat akan mati juga, ini adalah ucapannya kebanyakan ulama, sampai-sampai al-Munawiy menukil adanya ijma (kesepakatan) tentang hal ini dalam Faidhul Qodiir (3/561). Lalu jika mereka mati, Allah akan menghidupkannya sebelum manusia dihidupkan. Mereka berdalil dengan dalil-dalil sebagai berikut : Continue Reading KEMATIAN MALAIKAT…

TAFSIR AL BAQOROH AYAT 189

October 13, 2014 at 2:20 pm | Posted in Syarah Kitab Tafsir min Shahih Muslim | Leave a comment

Imam Muslim berkata :

23 – (3026) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، عَنْ شُعْبَةَ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ بَشَّارٍ – وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى – قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ: سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، يَقُولَ: ” كَانَتِ الْأَنْصَارُ إِذَا حَجُّوا فَرَجَعُوا، لَمْ يَدْخُلُوا الْبُيُوتَ إِلَّا مِنْ ظُهُورِهَا، قَالَ: فَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ فَدَخَلَ مِنْ بَابِهِ، فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ “، فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةَ: {وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا} [البقرة: 189]

23). Hadits no. 3026

Haddatsana Abu Bakar bin Abi Syaibah, haddatsanaa Ghundar dari Syu’bah (ganti sanad)

Haddatsanaa Muhammad ibnul Mutsanaa dan Ibnu Basysyaar –lafadz milik ibnul Mutsanaa- mereka berdua berkata, haddatsanaa Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari Abi Ishaaq ia berkata, aku mendengar al-Barooa berkata : “adalah orang Anshor jika mereka berhaji lalu kembali pulang, mereka tidak masuk rumah kecuali dari belakang rumah. Lalu ada salah seorang Anshor yang masuk rumah lewat pintu depan, maka dikomentari perbuatannya tersebut, sehingga turunlah ayat : {bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya} (QS. Al Baqoroh : 189).

Bukhori no. 1083.

  Continue Reading TAFSIR AL BAQOROH AYAT 189…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: