MENYIMPAN DAGING KURBAN LEBIH DARI 3 HARI

October 7, 2014 at 4:28 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MENYIMPAN DAGING KURBAN LEBIH DARI 3 HARI

 

Ketika ada permasalahan terkait hukum menyimpan daging kurban lebih dari 3 hari, maka saya langsung teringat dengan pelajaran ilmu Ushul Fiqih yang dulu pernah diajarkan oleh Ustadz kami al-Fadhil yaitu Ust. Sholeh Su’aidi. Dulu beliau mengajari kami pembahasan ilmu ushul fiqih yang mengambil referensi utama dari kitab karya asy-Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai yang berjudul Taisiru Ilmi Ushul Fiqih. Kitab ini sangat bagus karena berisi pembahasan ilmu ushul Fiqih yang tidak terlalu rumit dan panjang dan ditampilkan beberapa contoh-contoh penerapannya untuk lebih memudahkan pembaca memahami ilmu ushul Fiqih.

Kembali kepada permasalahan diatas, maka saya langsung ingat bahwa hal tersebut ada riwayat/hadits yang menjelaskan tentang permasalahan ini dan itu dalam kitab Syaikh al-Judai’ ada di pembahasan Naasikh-Mansukh. Langsung saja saya buka kitab tersebut dan hal ini ada di halaman 365 (cet. Mu’asasah ar-Royaan, Beirut) dalam pembahasan “tatacara mengetahui Naasikh”. Kata Syaikh al-Judai’ ada 3 cara untuk mengetahui bahwa suatu riwayat itu adalah Naasikh (yang menghapus hukum) yaitu dengan : (a) lafadznya tegas menunjukkan hal tersebut, (b) indikasi dari konteks nash dan yang terakhir (c) mengetahui sejarah mana riwayat yang dulu dan mana yang terakhir.

Adapun masalah dilarangnya menyimpanan daging kurban lebih dari 3 hari adalah masalah yang telah dihapus (mansuukh) hukumnya. Naasikhnya ini, sebagaimana dicontohkan oleh Syaikh al-Judai’ adalah jenis yang pertama yaitu yang lafadznya jelas menunjukkan bahwa hukum pelarangan telah dimansuukh/dihapus. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda :

وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الْأَضَاحِيِّ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَأَمْسِكُوا مَا بَدَا لَكُمْ

Dulu aku melarang kalian menyimpan daging kurban lebih dari 3 hari, maka sekarang simpanlah sekehendak kalian (HR. Muslim).

Namun kami berpendapat bahwa hukum pelarangan menyimpan daging kurban lebih dari 3 hari dapat diberlakukan kembali, jika pada tahun tersebut terjadi wabah kelaparan, sehingga daging-daging tersebut segera didistribusikan kepada orang-orang Fakir, setelah dilakukan pemotongan hewan kurban. Alasannya adalah dalam Shahih Bukhori diriwayatkan bahwa ‘Aabis bertanya :

قُلْتُ لِعَائِشَةَ: أَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الأَضَاحِيِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ؟ قَالَتْ: «مَا فَعَلَهُ إِلَّا فِي عَامٍ جَاعَ النَّاسُ فِيهِ، فَأَرَادَ أَنْ يُطْعِمَ الغَنِيُّ الفَقِيرَ

Ana bertanya kepada Aisyah Rodhiyallahu ‘anha : ‘apakah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam melarang untuk makan daging sembelihan lebih dari 3 hari?’, Aisyah Rodhiyallahu ‘anha menjawab : “Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam tidak melarangnya, kecuali pada waktu manusia tertimpa wabah kelaparan, maka dikehendaki agar orang kaya memberi makan kepada orang faqir.

Dari hadits diatas illat (alasan) Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melarang menyimpang daging, karena pada waktu itu terjadi wabah kelaparan, sehingga dibutuhkan distribusi daging yang segera kepada saudara Muslim lainnya yang sedang kelaparan. Sehingga berdasarkan kaedah Fiqih al-hukmu taduru ma’a illatihi (hukum itu berkisar diantara alasannya).  Jika didapati adanya alasan yang mendasari suatu hukum itu diterapkan, maka hukum tersebut diberlakukan pada kondisi tersebut. Wallahu A’lam.

Kemudian saya mendapatkan faedah dari fatwa asy-Syaikh bahwa hendaknya daging yang disimpan tersebut adalah daging yang merupakan jatah dari kurban yang hendak kita konsumsi sendiri, bukan daging yang nanti akan disedekahkan atau dihadiahkan, berikut fatwanya :

فيجوز ادخار لحم الأضحية من غير تحديد زمن معين، قال الإمام النووي في المجموع: يجوز أن يدخر من لحم الأضحية، وكان ادخارها فوق ثلاثة أيام منهيا عنه ثم أذن رسول الله صلى الله عليه وسلم فيه، وذلك ثابت في الأحاديث الصحيحة المشهورة….إلى أن قال: والصواب المعروف أنه لايحرم الادخار اليوم بحال، وإذا أراد الادخار فالمستحب أن يكون من نصيب الأكل لا من نصيب الصدقة والهدية. انتهى.

Boleh untuk menyimpan daging kurban tanpa ada batasan waktu tertentu. Imam Nawawi dalam al-Majmu’ berkata : ‘boleh untuk menyimpan daging sembelihan. Disimpan lebih dari 3 hari –yang dulu dilarang-, lalu diizinkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam, hal ini terdapat dalam hadits yang shahih yang masyhur (sebagaimana diatas-pent.)…yang benar dan termasuk perbuatan ma’ruf bahwa tidak diharamkan menyimpan daging beberapa hari pun. Jika ia ingin menyimpan daging, maka disukai adalah yang merupakan bagian yang akan dikonsumsinya, bukan bagian shodaqoh atau hadiah’.

Sumber : http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&lang=A&Id=58920

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: