TAFSIR SURAT FUSHILAAT AYAT 37 & 38

December 23, 2014 at 11:57 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat 37 & 38 dari surat Fushilaat, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (37) فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ (38)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

Para ulama telah bersepakat bahwa ayat diatas merupakan salah satu tempat sujud tilawah. Imam Qurthubi dalam Tafsirnya berkata :

هَذِهِ الْآيَةُ آيَةُ سَجْدَةٍ بِلَا خِلَافٍ، وَاخْتَلَفُوا فِي مَوْضِعِ السُّجُودِ مِنْهَا

Ayat diatas adalah ayat sajadah, tanpa ada perselisihan pendapat, namun mereka berselisih dimanakan tempat (persisnya dalam ayat tersebut-pent.) yang dijadikan sujud tilawah.

Kemudan Imam Qurthubi menyebutkan 2 pendapat tentang tempat sujudnya :

  1. Sujud ketika melewati kalimat إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (Jika Ialah yang kamu hendak sembah), alasannya karena ini terkait dengan perintah. Ini adalah pendapatnya Malik, dan diriwayatkan juga dari Ali, Ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhumaa dan selainnya.
  2. Sujud ketika melewati kalimat وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ (sedang mereka tidak jemu-jemu), alasannya karena sudah sempurna kalimatnya dan ini puncak ibadah dan penunaiannya. Ini adalah pendapatnya Ibnu Wahab, Syafi’i, Abu Hanfah dan diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar rodhiyallahu anhumaa, Masruuq, Ibnu Abdir Rokhman as-Sulamiy, Ibrohin an-Nakho’i, Abi Shoolih, Yahya bin Watsaab, Tholah, Zubaid al-Yaamiyyin, al-Hasan al-Bashri, Ibnu Siriin, Abu Wail, Qotadah dan Bakr bin Abdullah.

Kemudian yang manakah yang rajih dari kedua pendapat diatas?, asy-Syaikh DR. Abdullah al-Faqiih dalam Fatwanya (no. 43144 tanggal 25 Dzul Qo’dah 1424 H) ketika ditanya yang mana yang rajih dari kedua pendapat diatas, maka beliau menyebutkan bahwa Imam Ibnu Hazm merajihkan pendapat yang pertama dengan alasan-alasan yang disampaikannya (mirip dengan diatas), sedangkan Imam Ibnu Qudamah merajihkan pendapat yang kedua dengan alasan hampir mirip dengan yang diatas, kemudian asy-Syaikh menyimpulkan :

وعلى كل حال، فالأمر فيه سعة، فمن ترجح عنده أحد القولين، فلا حرج عليه في الأخذ به دون تعنيف على الآخر بالقول الآخر، لأن النص الثابت معدوم عن النبي صلى الله عليه وسلم، والعلتان اللتان ذكرهما ابن حزم وابن قدامة تكادان تكونان متساويتين.

Kesimpulannya, perkaranya luas, barangsiapa yang merajihkan salah satu pendapat, maka tidak masalah, tanpa perlu memaksakan orang lain yang berpendapat berbeda, karena nash yang tsabit tidak ada dari Nabi sholallahu alaihi wa salam. Kedua alasan yang disebutkan oleh Ibnu Hazm dan Ibnu Qudamah sama-sama kuat.

 

Tafsir ayat 37 & 38 surat Fushilaat

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

 

Makna ayat ini :

Yakni bahwa termasuk makhluk Allah adalah Matahari dan Bulan yang merupakan tanda yang dapat disaksikan oleh semua makhluk lainnya, namun keduanya adalah hamba Allah yang tunduk dibawah perintahnya, sebagaimana Firman-Nya :

يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al A’raaf : 54).

Bahkan Matahari dan Bulan tidak merasa enggan untuk sujud kepada Allah Rabb semesta alam, sebagaimana firman-Nya :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? (QS. Al Hajj : 18).

Oleh karenanya sungguh merupakan kesesatan jika ada sebuah kaum yang menyembah Matahari atau Bulan atau salah satu dari makhluk-makhluk Allah. Sebagaimana burung Hud-Hud yang sudah memahami tauhid yang benar dari Nabi Sulaiman alaihi salam, merasa keheranan dengan tindakan kaum Saba yang menyembah Matahari, kata Hud-Hud dalam Al Qur’an :

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar (QS. An Naml 22-26).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: