TAFSIR QS. AL INSYIQOOQ AYAT 21

December 28, 2014 at 4:43 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat 21 dari surat Al Insyiqooq, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ

dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.

Para ulama berselisih pendapat apakah ayat diatas merupakan tempat sujud tilawah atau bukan?, asy-Syaikh ‘Athiyyah Muhammad Saalim dalam Syarah Bulughul Maroom berkata :

هاتان السجدتان لم يقل بهما مالك ، ويرى أنه لا سجود في المفصل، والمفصل بعضهم يقول: إن أوله الحجرات، فيدخل تحته سورة النجم، والانشقاق، والعلق، فمالك يرى أنه لا سجود فيها

Kedua sujud ini (surat Al Insyiqooq dan surat Al ‘Alaq –nanti pembahasannya insya Allah-pent.) Imam Malik tidak berpendapat dengannya, beliau berpendapat tidak ada sujud pada surat al-Mufashol. Sebagian ulama mengatakan al-Mufashol adalah surat yang dimulai dengan surat Al Hujaroot (sampai surat An Naas), maka masuk didalamnya surat An Najm, surat Al Insyiqooq dan Al ‘Alaq. Imam Malik berpendapat tidak ada sujud padanya.

Ulama yang berpendapat tidak adanya sujud tilawah pada surat al-Mufashol berdalil dengan hadits berikut :

  • Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnus Sakan dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

لَمْ يَسْجُدْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ مِنْ الْمُفَصَّلِ مُنْذُ تَحَوَّلَ إلَى الْمَدِينَة

Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam tidak sujud sedikit pun pada surat Al Mufashol, semenjak Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam hijrah ke Madinah.

Imam Syaukani dalam Nailul Author setelah menyebutkan hadits ini berkata :

وَفِي إسْنَادِهِ أَبُو قُدَامَةَ الْحَارِثُ بْنُ عُبَيْدٍ وَمَطَرٌ الْوَرَّاقُ وَهُمَا ضَعِيفَانِ وَإِنْ كَانَا مِنْ رِجَالِ مُسْلِمٍ . قَالَ النَّوَوِيُّ : حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ ضَعِيفُ الْإِسْنَادِ لَا يَصِحُّ الِاحْتِجَاجُ بِهِ انْتَهَى .

Dalam sanadnya ada Abu Qudaamah al-Haarits bin ‘Ubaid dan Mathor al-Warrooq, keduanya perowi yang dhoif, sekalipun keduanya termasuk perowi Muslim. Nawawi berkata : ‘hadits Ibnu Abbas dhoif sanadnya, tidak sah digunakan untuk berhujjah’.

  • Atsar dari Abu Salamah yang diriwayatkan oleh Imam ibnul Mundzir dalam al-Ausath (no. 2792) :

أنه رأى أبا هريرة وهو يصلي ، يسجد في إذا السماء انشقت الآية . قال أبو سلمة : فقلت له حين انصرف : لقد سجدت في سورة ، ما رأيت الناس يسجدون فيها ؟ قال : إني لو لم أر رسول الله صلى الله عليه وسلم يسجد فيها لم أسجد

Bahwa beliau melihat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu sholat, lalu beliau sujud ketika membaca surat Al Insyiqooq. Abu Salamah berkata : ‘aku bertanya kepadanya setelah selesai sholat, engkau sujud ketika membaca sebuah surat yang aku lihat orang lain tidak sujud padanya?, maka Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “aku seandainya tidak melihat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam sujud padanya, niscaya aku tidak akan sujud”.

Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad menukil perkataan Imam az-Zurqooniy dalam Syarah Muwatho Malik, ketika mengomentari atsar ini  setelah beliau bawakan :

فدل هذا على أن الناس تركوه، وجرى العمل بتركه

Ini menunjukkan bahwa manusia meninggalkan sujud padanya dan tetap berlaku (sampai zaman Abu Salamah) orang-orang meninggalkan sujud Tilawah.

Sedangkan ulama yang berpendapat adanya sujud tilawah pada surat Al Insyiqooq, berdalil dengan hadits riwayat Bukhori-Muslim dari Abu Roofi’ :

صَلَّيْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ العَتَمَةَ، فَقَرَأَ: إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ فَسَجَدَ، فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ؟ قَالَ: «سَجَدْتُ بِهَا خَلْفَ أَبِي القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلاَ أَزَالُ أَسْجُدُ فِيهَا حَتَّى أَلْقَاهُ»

Ana sholat Isya bersama Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, lalu beliau Rodhiyallahu ‘anhu membaca : {Apabila langit terbelah} (QS. Al Insyiqooq : 1), aku bertanya : ‘apa ini?’, Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “aku pernah sujud dibelakan Abil Qoosim Sholallahu ‘alaihi wa salaam, maka aku senantiasa sujud, sampai aku bertemu dengan Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam”.

Barangkali pendapat kedua inilah yang rajih, karena didukung juga oleh para Khulafa’ur Rasyidin. Imam Az-Zurqooniy sebagaimana dalam nukilan diatas berkata :

وبالسجود قال الخلفاء الأربعة، والأئمة الثلاثة، وجماعة

Dan pendapat yang mengatakan adanya sujud adalah para kholifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Rodhiyallahu ‘anhum), Imam yang tiga (Abu Hanifah, Syafi’I dan Ahmad Rahimahumullah) serta sekelompok ulama lainnya.

Namun tidak semua ulama Malikiyyah sependapat dengan Imamnya yang mengatakan tidak adanya sujud tilawah pada surat Al Mufashol. Misalnya Imam Qurthubi dalam Tafsirnya menukil ucapan Imam ibnul ‘Arobiy ketika mengomentari hadits Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu diatas :

وَالصَّحِيحُ أَنَّهَا مِنْهُ، وَهِيَ رِوَايَةُ الْمَدَنِيِّينَ عَنْهُ، وَقَدِ اعْتَضَدَ فِيهَا الْقُرْآنُ وَالسُّنَّةُ

Yang rajih itulah pendapat yang benar, hadits tersebut riwayat dari orang-orang Madinah dan diperkuat dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

Hanya saja Imam Qurthubi memiliki kisah yang unik terkait curhat Imam Ibnul ‘Arobiy sebagai ulamanya Malikiyyah ketika harus mengimami orang-orang yang bermadzhab Malikiy, kata beliau :

لَمَّا أَمَمْتُ بِالنَّاسِ تَرَكْتُ قِرَاءَتَهَا، لِأَنِّي إِنْ سَجَدْتُ أَنْكَرُوهُ، وَإِنْ تَرَكْتُهَا كَانَ تَقْصِيرًا مِنِّي، فَاجْتَنَبْتُهَا إِلَّا إِذَا صَلَّيْتُ وَحْدِي

Ketika aku mengimami orang-orang, aku sengaja menghindari membaca surat tersebut, karena jika aku sujud, mereka akan mengingkarinya dan jika aku meninggalkannya, maka itu suatu kekurang sempurnaan pada diriku, maka saya sengaja menghindarinya, kecuali jika aku sholat sendiri.

 

Tafsir ayat 21 surat Al Insyiqooq

dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.

 

Makna ayat ini :

Imam as-Sa’diy dalam Tafsirnya  mengatakan maksud ayat diatas adalah :

لا يخضعون للقرآن، ولا ينقادون لأوامره ونواهيه

Mereka tidak tunduk (ketika dibacakan Al Qur’an), tidak berpedoman kepadanya baik perintah maupun larangannya.

Orang-orang Kafir dan Munafikin, mereka sangat jengah sekali ketika Al Qur’an dibacakan, mereka seolah-olah tidak ingin mendengarnya, bahkan sebagiannya berusaha menyumbat telinganya dari mendengarkan Al Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’alaa menceritakan kelakuan busuk mereka, sebagaimana Firman-Nya :

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آَيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih (QS. Lukman : 7).

Hal ini berkebalikan 180 derajat dengan kaum Mukminin, dimana Allah menyebutkan salah satu sifat mereka :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (QS. Al Anfaal : 2).

Kalau kita perhatikan bahwa ayat yang sedang kita bahas ini dalam bentuk ikhbar (pengabaran) bukan dalam bentuk ‘Amr (perintah), sehingga hal ini menguatkan juga pendapat yang mengatakan adanya sujud tilawah untuk ayat ini, Imam Ibnu Bathol dalam Syarah Bukhori berkata :

إخبار لا أمر، وسجود التلاوة إنما هو فى موضع الإخبار، وموضع الأمر إنما هو تعليم فلا سجود فيه، وهذا قول الطحاوى

Ini pengkabaran bukan perintah. Sujud tilawah hanyalah ada pada tempat pengkabaran, sedangan perintah menunjukkan pengajaran yang tidak ada sujud didalamnya, ini adalah ucapannya Imam Thohawiy.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: