TAFSIR QS. AL ‘ALAQ AYAT 19

December 29, 2014 at 3:15 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR AYAT-AYAT SUJUD TILAWAH

 

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat 19 dari surat Al ‘Alaq, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan suju.dlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Telah kami singgung sebelumnya perselisihan pendapat ulama terkait ayat diatas sebagai tempat sujud tilaawah dan kami memandang pendapat yang rajih, ayat diatas termasuk sujud tilaawah berdasarkan hadits-hadits berikut :

  • Hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dan ashabus Sunnah, bahwa Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata :

سَجَدْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ

Kami sujud bersama Nabi sholallahu alaihi wa salam pada surat Al Insyiqooq dan surat Al ‘Alaq.

Imam Abu Dawud setelah meriwayatkan hadits ini berkomentar :

أَسْلَمَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَنَةَ سِتٍّ عَامَ خَيْبَرَ، وَهَذَا السُّجُودُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخِرُ فِعْلِهِ

Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu masuk Islam pada tahun ke-enam hijrah pada saat perang Khaibar. Sujud ini termasuk perbuatan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam yang paling belakangan.

Sementara itu, Imam Tirmidzi juga mengomentari hadits ini, kata beliau :

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ: يَرَوْنَ السُّجُودَ فِي: إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ وَفِي الحَدِيثِ أَرْبَعَةٌ مِنَ التَّابِعِينَ بَعْضُهُمْ عَنْ بَعْضٍ،

Hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu haditsnya Hasan Shahih. Kebanyakan ulama beramal dengan hadits ini, mereka berpendapat adanya sujud pada surat Al Insyiqooq dan surat Al ‘Alaq. Hadits diatas diriwayatkan dari 4 tabi’in yang saling menguatkan satu sama lainnya.

  • Hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu anhu secara mauquf, diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Sunannya, bahwa Ali rodhiyallahu anhu berkata :

عَزَائِمُ السُّجُودِ أَرْبَعٌ { ألم تَنْزِيلُ السَّجْدَةُ } ، و { حم السَّجْدَةُ } ، {وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّك } ، {وَالنَّجْمِ}

Sujud yang sangat ditekankan ada 4 yaitu : surat As Sajdah, surat Fushilaat, surat Al ‘Alaq dan surat An Najm (sanadnya shahih).

Imam Muslim dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan perbedaan pendapat Imam madzhab terhadap tempat-tempat sujud tilawah. Berdasarkan apa yang beliau sebutkan disana, maka 3 Imam madzhab telah menetapkan bahwa surat ini adalah termasuk tempat sujud tilawah, berbeda dengan Imam Malik dan yang mengikutinya yang tidak menetapkan untuk surat-surat al-Mufashol yaitu surat An Najm, surat Al Insyiqooq dan surat Al ‘Alaq, sebagai tempat sujud tilawah.

 

Tafsir ayat 19 surat Al ‘Alaq

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

 

Makna ayat ini :

Ayat diatas merupakan satu rangkaian dengan 2 ayat sebelumnya terkait sebab turunnya (asbabun nuzulnya) yaitu firman-Nya :

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ (17) سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ (18) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ (19)

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Imam Tirmidzi dalam Sunannya meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu sebab turunya ayat diatas, kata beliau rodhiyallahu anhu :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فَجَاءَ أَبُو جَهْلٍ فَقَالَ: أَلَمْ أَنْهَكَ عَنْ هَذَا؟ أَلَمْ أَنْهَكَ عَنْ هَذَا؟ أَلَمْ أَنْهَكَ عَنْ هَذَا؟ «فَانْصَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزَبَرَهُ»، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ: إِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا بِهَا نَادٍ أَكْثَرُ مِنِّي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ} [العلق: 18] فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «وَاللَّهِ لَوْ دَعَا نَادِيَهُ لَأَخَذَتْهُ زَبَانِيَةُ اللَّهِ»

ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam  sedang shalat, datanglah Abu Jahal berkata: “Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?”, “Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?” , “Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?”  Ia pun dibentak oleh Nabi sholallahu alaihi wa salam. Abu Jahal berkata: “Bukankah engkau tahu bahwa di sini tidak ada yang lebih banyak pengikutnya daripadaku?”, maka Allah menurunkan ayat diatas.

Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu berkata : “demi Allah, seandainya ia memangil teman-temannya, niscaya Allah akan mengutus malaikat Zabaaniyah”.

Imam Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan makna untuk ayat sujud tilawah diatas sebagai berikut :kan mengutus malaikat Zabaaniyah

(كَلَّا) أَيْ لَيْسَ الْأَمْرُ عَلَى مَا يَظُنُّهُ أَبُو جَهْلٍ. (لَا تُطِعْهُ) أَيْ فِيمَا دَعَاكَ إِلَيْهِ مِنْ تَرْكِ الصَّلَاةِ. (وَاسْجُدْ) أَيْ صَلِّ لِلَّهِ (وَاقْتَرِبْ) أَيْ تَقَرَّبْ إِلَى اللَّهِ جَلَّ ثَنَاؤُهُ بِالطَّاعَةِ وَالْعِبَادَةِ

{sekali-kali jangan} yakni perkaranya tidak sebagaimana yang disangka oleh Abu Jahl. {janganlah kamu patuh kepadanya} yaitu terhadap ocehannya agar kamu meninggalkan sholat. {dan sujudlah} yakni sholatlah karena Allah dan {dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)} yaitu mendekat kepada Allah dengan ketaatan dan ibadah.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: