TAKHRIJ HADITS SYARAT NIKAH 2 ORANG SAKSI ADIL

February 22, 2015 at 10:27 am | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS TIDAK ADA PERNIKAHAN TANPA WALI

DAN 2 ORANG SAKSI

 

Dulu saya pernah mendapatkan pelajaran dari guru kami –yang tidak perlu disebutkan namanya- bahwa ada sebagian masyaikh kita yang berpendapat bahwa tambahan  2 saksi adil pada hadits “tidak ada pernikahan, kecuali dengan wali” adalah tambahan yang syadz (ganjil), sehingga sebagian ikhwah yang menganut pendapat tersebut, cukup menikahkan anak perempuannya dengan laki-laki yang meminangnya, tanpa menghadirkan 2 orang saksi. Jadi ustadz kami bercerita bahwa ada beberapa kejadian, ketika ada laki-laki ingin melamar anak perempuan salah seorang ikhwah, maka ikhwah tersebut yang merupakan bapaknya, malah meminta laki-laki yang datang untuk langsung menikahinya dan terjadilah akad, tanpa perlu menghadirkan 2 saksi sebagai syarat minimal pernikahannya, demikian kurang-lebih cerita dari ustadz kami, dan pada kesempatan ini, kami akan mentakhrij hadits yang dimaksud untuk menunjukkan apakah benar tambahan tersebut syadz atau tidak –biidznillah-.

Baiklah kita memulai mentakhrij haditsnya, pertamakali saya akan menampilkan hadits “tidak ada pernikahan, kecuali dengan wali” tanpa adanya penambahan lafadz 2 orang saksi. Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dari beberapa sahabat yaitu Aisyah, Abdullah bin Abbas dan Abu Musa rodhiyallahu anhum secara marfu’ kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Continue Reading TAKHRIJ HADITS SYARAT NIKAH 2 ORANG SAKSI ADIL…

BAB 11 TENTANG RAMPASAN PERANG

February 20, 2015 at 10:36 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي النَّفَلِ

Bab 11 Tentang Rampasan Perang

 

Penjelasan Bab :

Nafal jamaknya adalah Anfaal, secara bahasa adalah tambahan dari yang diminta, seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (QS. Al Israa’ : 79).

Sedangkan secara istilah az-Zamakhsyari dalam Tafsirnya mengatakan :

النفل : الغنيمة ، لأنها من فضل الله تعالى وعطائه . قال لبيد : إنَّ تَقْوَى رَبِّنَا خَيْرُ نَفَلْ …

An-Nafal adalah ghonimah karena itu adalah kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Labiid (salah seorang penyair mutaqodimin) berkata : ‘ sesungguhnya takwa kepada Rabbunaa adalah sebaik-baiknya harta rampasan…

2 jenis harta rampasan perang yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu ghonimah dan Fa’i. Perbedaannya adalah ghonimah harta rampasan perang yang diperoleh melalui pertempuran, sedangkan Fa’i harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa melalui pertempuran.

Tim penerjemah Depag RI dalam catatan kaki surat Al Hasyr ayat 6 berkata :

Fai-i ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Pembagiannya berlainan dengan pembagian ghanimah. Ghanimah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian fai-i sebagai yang tersebut pada ayat 7. Sedang pembagian ghanimah tersebut pada ayat 41 Al Anfal dan lihat no. [613] dan [614].

Continue Reading BAB 11 TENTANG RAMPASAN PERANG…

BAB 9 DIBENCINYA MEMUJJI SECARA BERLEBIHAN

February 19, 2015 at 11:29 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ التَّمَادُحِ

Bab 9 Dibencinya Memuji secara Berlebihan

 

Penjelasan Bab :

Ada sebuah pepatah arab yang populer yang berbunyi :

حب الظهور يقطع الظهور

Cinta popularitas akan mematahkan punggung.

Maknanya adalah terkadang seorang yang cinta popularits akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya, tidak peduli lagi apakah perbuatan itu diridhoi oleh Allah atau tidak, karena ridhonya ketika itu bergantung kepada mayoritas manusia yang membuatnya populer. Tentu sikap ini akan membinasakannya, apalagi jika ia seorang ulama, kebenaran yang seharusnya ia sampaikan akan ditutupi karena itu tidak populer dihadapan manusia, ia hanya akan mengeluarkan pendapat-pendapat yang membuat para pemujanya senang, sekalipun itu bertabrakan dengan syariat. Dalam sebuah hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَنِ التَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ، وَمَنِ التَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

Barangsiapa yang mencari ridho Allah (walaupun) manusia tidak suka, maka Allah akan mencukupkannya dari gangguan manusia. Sedangkan barangsiapa yang mencari ridho manusia (sekalipun membuat) Allah marah, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menyerahkannya kepada manusia (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Continue Reading BAB 9 DIBENCINYA MEMUJJI SECARA BERLEBIHAN…

BAB 8 DIBENCINYA MENGUNGGULKAN PERKARA DUNIA

February 19, 2015 at 12:29 am | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ الرِّفْعَةِ فِي الْأُمُورِ

Bab 8 Dibencinya Mengunggulkan Perkara Dunia

 

Penjelasan Bab :

Ibarat pepatah, dunia ini seperti roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah, sehingga tidak perlu ada yang dibanggakan atau disesali dalam urusan-urusan terkait harta dunia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An’aam : 32).

Imam as-Sa’di dalam Tafsirnya mengatakan :

هذه حقيقة الدنيا وحقيقة الآخرة، أما حقيقة الدنيا فإنها لعب ولهو، لعب في الأبدان ولهو في القلوب

Inilah hakikat dunia dan hakikat akhirat. Adapun hakikat dunia maka berupa main-main dan senda gurau, bermain-main dengan badannya dan senda gurau dalam hatinya.

Sehingga tidak layak perkara kedunian ini diunggul-unggulkan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (QS. At Takaatsur : 1).

Continue Reading BAB 8 DIBENCINYA MENGUNGGULKAN PERKARA DUNIA…

TAFSIR AL IKHLAS (MUKADIMAH)

February 15, 2015 at 4:17 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

سورة الإخلاص

Surat Al Ikhlas

 

  1. Penamaan Al Ikhlas

Dinamakan surat ini dengan surat Al Ikhlas, karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana dikatakan oleh tim penerjemah Depag RI.

Dalam sebuah hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam biasanya menyebutnya dengan “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” yakni ayat pertama dalam surat ini, seperti dalam riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 811) Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Qul huwallahu Ahad, sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.

Continue Reading TAFSIR AL IKHLAS (MUKADIMAH)…

KOMENTAR TERHADAP HASIL KAJIAN ASY-SYAIKH AL-MUHADDITS SYU’AIB ARNAUTH

February 15, 2015 at 12:19 am | Posted in Siroh | Leave a comment
Tags:

PENILAIAN ULAMA TERHADAP TAHQIQ ASY-SYAIKH SYU’AIB TERHADAP STATUS SUATU HADITS

 

Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth adalah salah satu ulama hadits kontemporer yang berkhidmat dalam melakukan penelitian terhadap status hadits-hadits yang terdapat didalam kitab-kitab induk hadits. Berikut komentar ulama terhadap hasil kajian beliau terhadap hadits-hadits nabawi :

  1. Al-‘Alamah al-Muhaddits asy-Syaikh Muqbil bin Hadi, beliau pernah ditanya tentang tahqiq beberapa orang, diantaranya adalah asy-Syaikh Syu’aib Arnauth, lalu beliau menjawab :

شعيب الأرناؤوط : يأخذ من كتب الشيخ ناصر ، وأيضاً الذي يظهر لي أنه يحارب الشيخ ناصر حفظه الله تعالى فقد ذكر في شرح < مشكل الآثار > قال : ومن العجيب أن الشيخ ناصر يضعف أبا حنيفة ، وكأنه ما ضعف عالم من العلماء أبا حنيفة إلا الشيخ ناصر حفظه الله تعالى ، وهكذا أيضاً فهو يأخذ من كتب الشيخ ، وما استفاد إلا بواسطة كتب الشيخ فننصح بالرجوع إلى كتب الشيخ ، نعم إنه أخرج كتباً للناس ولو أخرجها غير محققة ينبغي أن يُشكر عليها وهي محققة ينبغي أن يُشكر عليها ، لكن لا ينبغي أن يُعتمد على تحقيقه .

Syu’aib Arnauth mengambil (penelitian hadits) dari kitab-kitabnya asy-Syaikh Naashir (al-Albani), dan juga yang nampak bagiku bahwa Syu’aib Arnauth memerangi asy-Syaikh Naashir (al-Albani), ia berkata dalam “Syarah Musykilul Atsar : ‘yang menakjubkan asy-Syaikh Naashir mendhoifkan Imam Abu Hanifah’.

Seolah-olah syu’aib Arnauth mengesankan bahwa tidak ulama yang mendhoifkan Imam Abu Hanifah, selain asy-Syaikh Naashir al-Albani. Demikian juga beliau mengambil dari kitab-kitabnya al-Albani, tidaklah ia mengambil manfaat (dalam penelitian hadits), kecuali melalui perantaraan kitab-kitab al-Albani, maka kami nasehatkan untuk langsung merujuk kepada kitab-kitab al-Albani.

Na’am, memang syaikh Syu’aib merilis kitab-kitab yang seandainya tidak ditahqiq (akan kurang faedahnya-pent.), maka sudah selayaknya berterima kasih atas usaha beliau, namun tidak seharusny berpegang dengan pentahqiqannya.

Continue Reading KOMENTAR TERHADAP HASIL KAJIAN ASY-SYAIKH AL-MUHADDITS SYU’AIB ARNAUTH…

BAB 10 TIDAK BOLEH MELAMAR WANITA YANG TELAH DILAMAR ORANG LAIN

February 14, 2015 at 1:42 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابُ لَا يَخْطُبِ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ

Bab 10  Tidak Boleh Seeorang Melamar Wanita yang Sudah Dilamar Orang Lain

 

Penjelasan Bab :

Islam sangat mengutamakan persatuan, oleh karenanya sebab-sebab yang akan membuat permusuhan diantaranya pemeluknya sangat dilarang. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

Janganlah kalian saling membenci, saling hasad, dan saling membelakangi, (namun) jadilah hamba Allah yang bersaudara (muttafaqun ‘alaihi).

Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi memberikan Ta’liq terhadap hadits ini dalam Shahih Muslim, kata beliau :

أي تعاملوا وتعاشروا معاملة الإخوة ومعاشرتهم في المودة والرفق والشفقة والملاطفة والتعاون في الخير ونحو ذلك مع صفاء القلوب والنصيحة بكل حال

Yakni hendaknya kalian bermuamalah dan bergaul dengan muamalah persaudaraan dan bergaul dengan mereka dalam kasih sayang, kelembutan, ramah tamah dan saling tolong menolong dalam kebaikan serta yang semisalnya bersama kejernihan hati dan saling menasehati dalam semua kondisi.

Continue Reading BAB 10 TIDAK BOLEH MELAMAR WANITA YANG TELAH DILAMAR ORANG LAIN…

BAB 7 TENTANG MALU

February 12, 2015 at 8:10 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي الْحَيَاءِ

Bab 7 Tentang Malu

 

Penjelasan Bab :

Sifat malu adalah suatu sifat yang terpuji yang menjadi hiasan seorang Muslim. Bagaimana tidak Nabi sholallahu alaihi wa salam sendiri disifati sebagai seorang yang pemalu, tentu saja dalam makna yang benar yaitu malu kepada Allah dalam bermaksiat kepada-Nya. Abu Said al-Khudriy rodhiyallahu anhu pernah mensifati Nabi sholallahu alaihi wa salam dengan perkataannya :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا وَكَانَ إِذَا كَرِهَ شَيْئًا عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ»

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam lebih sangat pemalu dibandingkan seorang perawan yang dipingit didalam rumahnya. Beliau jika tidak menyukai sesuatu, kami mengenalinya dari perubahan wajahnya (Muttafaqun ‘alaih).

Kemudian malu ini adalah sebagai akhlak terbesar dari agama ini, sebagaimana sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا وَخُلُقُ الإِسْلاَمِ الْحَيَاءُ

Sesunggunya setiap agama terdapat akhlak dan akhlaknya Islam adalah malu (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Imam Al Albani).

Continue Reading BAB 7 TENTANG MALU…

ULAMA KIBAR : ASY-SYAIKH ABDULLAH BIN MUHAMMAD AL HUNAIN

February 12, 2015 at 12:02 am | Posted in Siroh | Leave a comment

BIOGRAFI RINGKAS FADHILATUS SYAIKH ABDULLAH BIN MUHAMMAD AL HUNAIN

 

Salah satu anggota Hai’ah kibarul Ulama sekarang ini, yang akan kami kupas biografinya adalah Fadhilatus Syaikh Abdullah bin Muhammad al-Hunain.

 

Kelahiran beliau :

Nama lengkap beliau Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad alu Hunain. Pada tahun 1376 H, beliau dilahirkan di sebuah daerah yang bernama Nu’jaan di pinggiran kota Riyadh, berjarak kurang lebih 6 Km dari pusat kota.

 

Riwayat belajar beliau :

Pendidikan dasar beliau ditempuh di kampungnya, kemudian untuk jenjang pendidikan menengahnya, yakni setingkat SLTP dan SMU, beliau tempuh di luar kota yaitu di Dalm. Setelah lulus SMU, dilanjutkan kuliah di Universitas Ibnu Sa’ud di Riyadh, mengambil jurusan syari’ah dan berhasil lulus disana pada tahun 1398 H dan berhak menyandang gelar LC.

Continue Reading ULAMA KIBAR : ASY-SYAIKH ABDULLAH BIN MUHAMMAD AL HUNAIN…

BAB 5 HUKUM BUNUH BAGI ORANG MURTAD

February 11, 2015 at 10:58 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | 1 Comment

قَتْلُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ، وَذِكْرُ الِاخْتِلَافِ عَلَى زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ، عَنْ عَرْفَجَةَ فِيهِ

Bab 5 Hukum Bunuh bagi Orang yang Memisahkan Diri dari Jamaah dan Penyebutan tentang Perbedaan Riwayat Ziyaad bin ‘Ilaaqoh dari ‘Arfajah tentang Hal tersebut

 

Penjelasan Bab :

Bab sebelumnya telah kita singgung terkait apa saja yang menyebabkan halalnya darah seorang. Pada bab kali ini akan dibahas dalil-dalil lain yang menguatkan bahwa seorang yang murtad dari Islam, layak mendapatkan hukuman yaitu halal darahnya alias dibunuh.

Para ulama juga memiliki perhatian yang serius dalam masalah ini, mereka memasukkannya dalam kitab-kitab fiqihnya dan memberikan pasal khusus yaitu hukum orang yang murtad. Misalnya Imam Syafi’i, beliau telah membahas masalah ini dalam kitab fiqihnya yang diberi judul al-Umm. Pada jilid 1 hal. 294 (cet. Daarul Ma’rifah, Beirut), Imam Syafi’i memberikan sebuah sub bab dengan judul “Murtad dari Islam”, lalu beliau berkata :

وَمَنْ انْتَقَلَ عَنْ الشِّرْكِ إلَى إيمَانٍ ثُمَّ انْتَقَلَ عَنْ الْإِيمَانِ إلَى الشِّرْكِ مِنْ بَالِغِي الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ اُسْتُتِيبَ فَإِنْ تَابَ قُبِلَ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَتُبْ قُتِلَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا} [البقرة: 217] إِلَى {هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ} [البقرة: 39]

Barangsiapa yang pindah dari kesyirikan kepada iman, lalu berpindah dari iman kepada kesyirikan dari kalangan laki-laki dan wanita yang baligh, maka diminta taubat, jika bertaubat diterima, namun jika tidak bertaubat, maka dibunuh. Allah Azza wa Jalla berfirman : {Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya} (QS. Al Baqoroh : 217).

Continue Reading BAB 5 HUKUM BUNUH BAGI ORANG MURTAD…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: