BAB 10 TIDAK BOLEH MELAMAR WANITA YANG TELAH DILAMAR ORANG LAIN

February 14, 2015 at 1:42 pm | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابُ لَا يَخْطُبِ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ

Bab 10  Tidak Boleh Seeorang Melamar Wanita yang Sudah Dilamar Orang Lain

 

Penjelasan Bab :

Islam sangat mengutamakan persatuan, oleh karenanya sebab-sebab yang akan membuat permusuhan diantaranya pemeluknya sangat dilarang. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

Janganlah kalian saling membenci, saling hasad, dan saling membelakangi, (namun) jadilah hamba Allah yang bersaudara (muttafaqun ‘alaihi).

Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi memberikan Ta’liq terhadap hadits ini dalam Shahih Muslim, kata beliau :

أي تعاملوا وتعاشروا معاملة الإخوة ومعاشرتهم في المودة والرفق والشفقة والملاطفة والتعاون في الخير ونحو ذلك مع صفاء القلوب والنصيحة بكل حال

Yakni hendaknya kalian bermuamalah dan bergaul dengan muamalah persaudaraan dan bergaul dengan mereka dalam kasih sayang, kelembutan, ramah tamah dan saling tolong menolong dalam kebaikan serta yang semisalnya bersama kejernihan hati dan saling menasehati dalam semua kondisi.

Salah satu hal yang berpotensi menyebabkan saling bermusuhan dalam pergaulan sesama muslim adalah melamar wanita yang sudah dilamar oleh orang lain, karena permasalahan terkait wanita sangat sensitif, betapa banyak dan sering terjadi perselisihan bahkan pertumpahan darah akibat memperebutkan seorang wanita, sampai-sampai Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pun takjub dengan wanita, dimana mereka dengan segala sifat lemah yang ada pada wanita, namun dapat membuat seorang laki-laki yang perkasa hilang akalnya ketika berhadapan dengan fitnah wanita, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ، أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ، مِنْ إِحْدَاكُنَّ، يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ

Saya belum pernah melihat seorang yang kurang akal dan agamanya, namun mampu menghilangkan akal (sehat) laki-laki yang perkasa, dibandingkan kalian wahai para wanita (muttafaqun ‘alaih, ini lafadz Bukhori).

 

Imam Ibnu Majah berkata :

1867 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، وَسَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَخْطُبِ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ»

23). Hadits no. 1867

Haddatsanaa Hisyaam bin ‘Ammaar dan Sahl bin Abi Sahl keduanya berkata, haddatsanaa Sufyan bin ‘Uyainah dari az-Zuhriy dari Sa’id ibnul Musayyib dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “janganlah seorang melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya”.

 

1868 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَخْطُبِ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ»

24). Hadits no. 1868

Haddatsanaa Yahya bin Hakiim ia berkata, haddatsanaa Yahya bin Sa’id dari ‘Ubaidillah bin Umar dari Naafi’ dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “janganlah seorang melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya adalah perowi Bukhori Muslim, kecuali Hisyam bin ‘Ammaar hanya dipakai oleh Bukhori; lalu Sahl bin Abi Sahl hanya perowi shoduq dan Yahya bin Hakiim seorang perowi yang tsiqoh, hafidz, ahli ibadah dan memiliki karya tulis dalam bidang hadits, dijadikan hujah oleh ashabus Sunnan.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Sunan Ibni Majah. Lafadz yang mirip diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori (no. 5142) dan Imam Muslim (no. 1408).

 

Imam Ibnu Majah berkata :

1869 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ بْنِ صُخَيْرٍ الْعَدَوِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ، تَقُولُ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي» ، فَآذَنَتْهُ، فَخَطَبَهَا مُعَاوِيَةُ، وَأَبُو الْجَهْمِ بْنُ صُخَيْرٍ، وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَرَجُلٌ تَرِبٌ لَا مَالَ لَهُ، وَأَمَّا أَبُو الْجَهْمِ فَرَجُلٌ ضَرَّابٌ لِلنِّسَاءِ، وَلَكِنْ أُسَامَةُ» ، فَقَالَتْ بِيَدِهَا هَكَذَا: أُسَامَةُ، أُسَامَةُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَاعَةُ اللَّهِ وَطَاعَةُ رَسُولِهِ خَيْرٌ لَكِ» ، قَالَتْ: فَتَزَوَّجْتُهُ فَاغْتَبَطْتُ بِهِ “

25). Hadits no. 1869

Haddatsanaa Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Ali bin Muhammad mereka berdua berkata, haddatsanaa Wakii’ ia berkata, haddatsanaa Sufyan dari Abi Bakr bin Abil Jahm bin Shukhoiroh al-‘Adawiy ia berkata, aku mendengar Fatimah binti Qois rodhiyallahu anha berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata kepadaku : “jika engkau sudah halal (sudah habis masa iddahnya) beritahu aku”. (lalu setelah aku halal) aku memberitahu Nabi sholallahu alaihi wa salam…(Fatimah) telah dilamar oleh Mu’awiyyah, Abul Jahm bin Shukhoiroh dan Usamah bin Zaid, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam memberikan pendapat : “adapun Mu’awiyyah adalah laki-laki yang miskin tidak punya harta, sedangkan Abul Jahm laki-laki yang senang memukul wanita, oleh karenanya pilih Usamah”. Maka Fatimah berkata : “yakin demikian, Usamah..Usamah…”. maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata kepada Fatimah : “taatilah Allah dan taati Rasul-Nya, itu lebih baik bagimu”. Fatimah melanjutkan : “lalu aku pun menikah dengan Usamah , maka aku mendapatkan sesuatu yang diinginkan orang lain”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya adalah perowi Bukhori Muslim, kecuali Ali bin Abdullah ath-Thonaafasiy perowi tsiqoh dan Abi Bakar bin Abil Jahm hanya dipakai oleh Imam Muslim. Sufyaan adalah ats-Tsauriy.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq Sunan Ibni Majah. Lafadz yang mirip diriwayatkan juga oleh Imam Muslim (no. 1480).

 

Penjelasan Hadits :

  1. Kaitannya hadits ini dengan judul bab adalah bahwa yang tidak diperbolehkan bagi seorang melamar wanita yang sudah dilamar oleh saudanya, yaitu jika wanita tersebut sudah memberikan jawaban kepada si pelamar, namun jika masih belum ada keputusan dari si wanita, maka laki-laki yang berkeinginan untuk menikahinya dapat mengajukan lamaran, sekalipun saudaranya ada juga yang melamarnya. Asy-Syaikh DR. Muhammad bin Sulaiman (dosen Univ. Ummul Quro’) dalam fatwanya tertanggal 25/4/1423 H berkata :

إذا علم الرجل أن المرأة مخطوبة لرجل آخر لم يجز له أن يتقدم لخطبتها؛ لحديث أبي هريرة في مسلم (1408):”لا يخطب الرجل على خطبة أخيه ولا يسوم على سومه”، لكن إن علم الرجل أن أهل المرأة قد ردوا الخاطب أو لم يقبلوا به جاز له خطبتها

Jika seorang laki-laki mengetahui bahwa si wanita telah dilamar oleh orang lain, maka tidak boleh dirinya melamar si wanita tersebut, berdasarkan hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dalam riwayat Muslim : “tidak boleh seorang melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya dan tidak boleh menawar harga yang telah ditawar orang lain”.

Namun jika orang tersebut mengetahui bahwa keluarga wanita menolak lamaran orang lain atau belum menerimanya, maka boleh baginya untuk melamar wanita tersebut.

  1. Fatimah rodhiyallahu anha awalnya enggan menikah dengan Usamah bin Zaid rodhiyallahu anhumaa yang penampilan fisiknya hitam, namun karena menaati perintah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam maka beliau pun berkenan menikah dengannya dan ternyata benar ia mendapatkan kebahagian, karena keberkahan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya sholallahu alaihi wa salam.
  2. Hadits ini dalil penafsiran bahwa yang dimaksud dengan sifat Abu Jahm yang dikatakan dalam riwayat lain :

أَمَّا أَبُو جَهْمٍ، فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ

Adapun Abu Jahm, maka ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya (HR. Muslim).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: