BAB 8 DIBENCINYA MENGUNGGULKAN PERKARA DUNIA

February 19, 2015 at 12:29 am | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ الرِّفْعَةِ فِي الْأُمُورِ

Bab 8 Dibencinya Mengunggulkan Perkara Dunia

 

Penjelasan Bab :

Ibarat pepatah, dunia ini seperti roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah, sehingga tidak perlu ada yang dibanggakan atau disesali dalam urusan-urusan terkait harta dunia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An’aam : 32).

Imam as-Sa’di dalam Tafsirnya mengatakan :

هذه حقيقة الدنيا وحقيقة الآخرة، أما حقيقة الدنيا فإنها لعب ولهو، لعب في الأبدان ولهو في القلوب

Inilah hakikat dunia dan hakikat akhirat. Adapun hakikat dunia maka berupa main-main dan senda gurau, bermain-main dengan badannya dan senda gurau dalam hatinya.

Sehingga tidak layak perkara kedunian ini diunggul-unggulkan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (QS. At Takaatsur : 1).

Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dengan jalannya dari Muthorif dari Bapaknya yaitu Abdullah ibnus Sakhiir rodhiyallahu anhu beliau berkata :

أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يَقْرَأُ (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) قَالَ « يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ »

Saya mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam yang sedang membaca : {Bermegah-megahan telah melalaikan kamu }, lalu Beliau sholallahu alaihi wa salam bersabda : “anak Adam berkata : “hartaku..hartaku.., apa yang engkau miliki wahai anak Adam berupa hartamu, tidaklah yang engkau makan kecuali akan sirna, atau yang engkau pakai, tentu akan rusak atau apa yang engkau sedekahkan, itulah yang akan tetap ada”.

Nabi sholallahu alaihi wa salam juga telah memberikan tips kepada kita dalam melihat perkara dunia ini, Beliau sholallahu alaihi wa salam bersabda :

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Lihatlah (dalam perkara dunia) orang yang lebih rendah darimu dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi darimu, maka itu akan membuatmu lebih menghargai untuk tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu (HR. Muslim).

 

Imam Abu Dawud berkata :

4802 – حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: كَانَتِ الْعَضْبَاءُ لَا تُسْبَقُ، فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ عَلَى قَعُودٍ لَهُ فَسَابَقَهَا، فَسَبَقَهَا الْأَعْرَابِيُّ فَكَأَنَّ ذَلِكَ شَقَّ عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يَرْفَعَ شَيْئًا مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا وَضَعَهُ»

30). Hadits no. 4802

Haddatsanaa Musa bin Ismail, haddatsanaa Hammaad dari Tsaabit dari Anas rodhiyallahu anhu beliau berkata : “Unta ‘Adhbaa’ tidak terkalahkan, lalu datang seorang arab dusun yang mengendarai Unta muda yang menantangnya untuk lomba lari, kemudian ternyata Untanya arab dusun mampu mengalahkan Unta ‘Adhbaa’, sehingga hal ini membuat para sahabat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam terpukul, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “hak Allah Azza wa Jalla untuk tidak meninggikan sesuatu dari perkara dunia, kecuali dalam kesempatan lain akan merendahkannya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim. Hammad adalah ibnu Salamah.

Hadits ini shahih, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth.

 

Imam Abu Dawud berkata :

4803 – حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسٍ، بِهَذِهِ الْقِصَّةِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ حَقًّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يَرْتَفِعَ شَيْءٌ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا وَضَعَهُ»

31). Hadits no. 4803

Haddatsanaa  an-Nufailiy, haddatsanaa Zuhair, haddatsanaa Humaid dari Anas rodhiyallahu anhu sama dengan kisah diatas, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “sesungguhnya hak Allah Azza wa Jalla untuk tidak meninggikan sesuatu dari perkara dunia, kecuali dalam kesempatan lain akan merendahkannya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim. Kecuali an-Nufailiy yang nama aslinya Abdullah bin Muhammad, hanya dipakai oleh Bukhori.

Hadits ini shahih, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth.

Lafadz yang mirip diriwayatkan oleh HR. Bukhori (no. 2872) dan HR. Nasa’i (no. 3588).

 

Penjelasan Hadits :

  1. Dalam riwayat Imam Bukhori dan Nasa’i, Anas rodhiyallahu anhu berkata :

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةٌ تُسَمَّى العَضْبَاءَ، لاَ تُسْبَقُ

Nabi sholallahu alaihi wa salam memiliki Unta yang bernama al-‘Adhbaa’, yang tidak terkalahkan (dalam lomba lari-pent.)

  1. Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth menukil penjelasan ulama tentang makna ‘Adhbaa’ :

قال ابن الأثير في “النهاية”: هو علم لها منقول من قولهم: ناقة عضباء، أي: مشقوقة الأذن، ولم تكن مشقوقة الأذن. وقال الزمخشري: هو منقول من قولهم: ناقة عضباء، وهي القصيرة اليد.

Ibnul Atsiir berkata : ‘diketahui dari yang ternukil dalam ucapan mereka bahwa Unta ‘Adhbaa’ adalah yang robek telingannya, sekalipun tidak sampai terpotong telinganya’. Az-Zamakhsyariy berkata : ‘yang ternukil dari ucapan mereka, artinya Unta yang pendek tangannya’.

  1. Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mengajarkan kepada para sahabatnya agar tidak terlalu kecewa dalam urusan dunia, ketika sesuatu yang kita jago-kan atau kita unggulkan dari perkara-perkara dunia, ternyata ada yang bisa mengalahkannya, karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (QS. Al Qashshas : 60).

Imam as-Sa’di dalam Tafsirnya berkata :

هذا حض من الله لعباده على الزهد في الدنيا وعدم الاغترار بها، وعلى الرغبة في الأخرى، وجعلها مقصود العبد ومطلوبه، ويخبرهم أن جميع ما أوتيه الخلق، من الذهب، والفضة، والحيوانات والأمتعة، والنساء، والبنين، والمآكل، والمشارب، واللذات، كلها متاع الحياة [الدنيا] وزينتها

Ini adalah anjuran Allah kepada para hamba-Nya untuk zuhud terhadap dunia dan tidak tertipu dengannya serta agar mereka mengharapkan akhirat sebagai maksud dan tujuan seorang hamba. Allah mengabarkan kepada mereka bahwa semua yang diberikan kepada makhluknya berupa emas, perak, hewan, harta, wanita, anak, makanan, minuman dan seluruh kelezatan semuanya adalah kenikmatan dan perhiasan dunia (yang sementara –pent.).

  1. Diperbolehkannya memberi nama hewan atau benda yang kita miliki.
  2. Diperbolehkannya mengadalan perlombaan pacuan kuda dan Unta.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: