BAB 11 TENTANG RAMPASAN PERANG

February 20, 2015 at 10:36 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي النَّفَلِ

Bab 11 Tentang Rampasan Perang

 

Penjelasan Bab :

Nafal jamaknya adalah Anfaal, secara bahasa adalah tambahan dari yang diminta, seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (QS. Al Israa’ : 79).

Sedangkan secara istilah az-Zamakhsyari dalam Tafsirnya mengatakan :

النفل : الغنيمة ، لأنها من فضل الله تعالى وعطائه . قال لبيد : إنَّ تَقْوَى رَبِّنَا خَيْرُ نَفَلْ …

An-Nafal adalah ghonimah karena itu adalah kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Labiid (salah seorang penyair mutaqodimin) berkata : ‘ sesungguhnya takwa kepada Rabbunaa adalah sebaik-baiknya harta rampasan…

2 jenis harta rampasan perang yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu ghonimah dan Fa’i. Perbedaannya adalah ghonimah harta rampasan perang yang diperoleh melalui pertempuran, sedangkan Fa’i harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa melalui pertempuran.

Tim penerjemah Depag RI dalam catatan kaki surat Al Hasyr ayat 6 berkata :

Fai-i ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Pembagiannya berlainan dengan pembagian ghanimah. Ghanimah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian fai-i sebagai yang tersebut pada ayat 7. Sedang pembagian ghanimah tersebut pada ayat 41 Al Anfal dan lihat no. [613] dan [614].

Ayat 7 surat Al Hasyr yang menjadi dasar pembagian Fa’i bunyinya adalah :

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(7)

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”.

Asy-Syaikh Abdul Kariim Yusuf dalam kitabnya Tafsirul Qur’an lil Qur’an :

الفيء لغة: ما نسخته الشمس من الظل.. والأصل فيه الرجوع إلى الشيء المتروك، ومنه قوله تعالى: «فَإِنْ فاؤُ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ» (226: البقرة) ..

والفيء: شرعا ما أفاء الله على المجاهدين من أموال الكافرين من غير قتال.. وفى هذا إشارة إلى أن ما فى أيدى الكافرين من أموال، هى فى حقيقتها أموال المؤمنين، إذ كانوا هم أولى بها، وأعرف بحق الله والعباد فيها..

فلما أخذها المؤمنون من أيدى الكافرين، أصبحت وكأنها فاءت، أي عادت إلى أهلها الذين هم أحق بها..

al lil Qurur-Fa’i secara bahasa adalah apa yang dihapus oleh matahari dari kegelapan..akar katanya adalah kembalinya sesuatu yang telah ditinggalkan, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : {Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang} (QS. Al Baqoroh : 226).

Adapun secara istilah adalah apa yang diberikan Allah kepada mujahidin berupa hartanya orang kafir tanpa melalui peperangan..dalam hal ini ada isyarat bahwa harta yang ada di tangan orang kafir, pada hakikatnya adalah milik kaum mukminin, yang mana mereka berhak memilikinya dan lebih mengetahui hak Allah dan para hambanya dalam menggunakan harta tersebut.

Maka ketika kaum mukminin mengambilnya dari orang kafir, maka ini artinya harta itu kembali kepada orang yang berhak menerimanya.

Adapun bunyi ayat 41 dari surat Al Anfaal yang menyebutkan pembagian ghonimah, sebagai berikut :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آَمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tim penerjemah Depag RI berkata :

Maksudnya: seperlima dari ghanimah itu dibagikan kepada: a. Allah dan RasulNya. b. Kerabat Rasul (Banu Hasyim dan Muthalib). c. Anak Yatim. d. Fakir miskin. e. Ibnussabil. Sedang empat-perlima dari ghanimah itu dibagikan kepada yang ikut bertempurbagian  melalui pertempuran.puran

 

Imam Tirmidzi berkata :

1561 – حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الحَارِثِ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ أَبِي سَلَّامٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُنَفِّلُ فِي البَدْأَةِ الرُّبُعَ، وَفِي القُفُولِ الثُّلُثَ» وَفِي البَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَحَبِيبِ بْنِ مَسْلَمَةَ، وَمَعْنِ بْنِ يَزِيدَ، وَابْنِ عُمَرَ، وَسَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ: وَحَدِيثُ عُبَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الحَدِيثُ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَنَفَّلَ سَيْفَهُ ذَا الفَقَارِ يَوْمَ بَدْرٍ، وَهُوَ الَّذِي رَأَى فِيهِ الرُّؤْيَا يَوْمَ أُحُدٍ»: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ، إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ هَذَا الوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي الزِّنَادِ وَقَدْ اخْتَلَفَ أَهْلُ العِلْمِ فِي النَّفَلِ مِنَ الخُمُسِ فَقَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ: لَمْ يَبْلُغْنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَّلَ فِي مَغَازِيهِ كُلِّهَا،  وَقَدْ بَلَغَنِي أَنَّهُ نَفَّلَ فِي بَعْضِهَا، وَإِنَّمَا ذَلِكَ عَلَى وَجْهِ الِاجْتِهَادِ مِنَ الإِمَامِ فِي أَوَّلِ المَغْنَمِ وَآخِرِهِ قَالَ ابْنُ مَنْصُورٍ: قُلْتُ لِأَحْمَدَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَّلَ إِذَا فَصَلَ بِالرُّبُعِ بَعْدَ الخُمُسِ، وَإِذَا قَفَلَ بِالثُّلُثِ بَعْدَ الخُمُسِ، فَقَالَ: يُخْرِجُ الخُمُسَ ثُمَّ يُنَفِّلُ مِمَّا بَقِيَ وَلَا يُجَاوِزُ هَذَا: وَهَذَا الحَدِيثُ عَلَى مَا قَالَ ابْنُ المُسَيِّبِ النَّفَلُ مِنَ الخُمُسِ، قَالَ إِسْحَاقُ كَمَا قَالَ

14). Hadits no. 1561

Haddatsani Muhammad bin Basyaar ia berkata, haddatsanaa Abdur Rokhman bin Mahdiy ia berkata, haddatsanaa Sufyaan dari Abdur Rokhman ibnul Harits dari Sulaiman bin Musa dari Makhuul dari Abi Salaam dari Abi Umaamah dari ‘ Ubaadah bin Shomit Rodhiyallahu ‘anhu : “ bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam membagi harta rampasan perang jika pertempuran yang pertama adalah seperempat dan jika kembali menjumpai pertempuran yang kedua sepertiga ghonimah”.

Dalam bab ini diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Habiib bin Maslamah, Ma’na bin Yaziid, Ibnu Umar, dan Salamah ibnul Akwa’ Rodhiyallahu ‘anhum ajma’iin. Haditsnya ‘ Ubaadah Rodhiyallahu ‘anhu adalah hadits hasan, diriwayatkan hadits ini dari Abi Salaam dari seorang sahabat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam.

Haddatsanaa Hannaad ia berkata, haddatsanaa ibnu Abiz Zinnaad dari Bapaknya dari ‘Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu : “bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam membagi harta rampasan kepada pembawa pedang Dzul Fiqoor pada perang Badar, dia adalah orang yang dilihat dalam mimpi pada waktu perang Uhud”.

Ini adalah hadits hasan ghorib, kami hanya mengetahuinya dari jalan ini dari haditsnya Abiz Zinnaad.

Para ulama berselisih pendapat tentang pembagian harta sebanyak seperlima : Malik bin Anas berpendapat tidaklah sampai hadits kepada kami bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam membagi seluruh harta rampasan perangnya, yang sampai kepada kami bahwa Beliau hanya membagi sebagian harta rampasan, hanyalah itu dari sisi ijtihad pemimpin pada awal pembagian dan pada akhirnya.

Ibnu Manshuur berkata, aku bertanya kepada Ahmad bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam membagi seperempat harta setelah ditunaikan seperlimanya, jika pada pertempuran kedua maka dibagi sepertiga setelah disisihkan seperlimanya?, maka beliau berkomentar : ‘dikeluarkan seperlimanya lalu dibagi sisanya, tidak boleh lebih dari itu’.

Hadits diatas sesuai dengan ucapan Ibnul Musayyib pembagian harta seperlima, Ishaq juga mengatakan yang seperti itu.

 

Penjelasan kedudukan hadits :

Sanad yang pertama, semua perowinya adalah perowi Bukhori-Muslim, kecuali Sulaiman, Makhuul dan Abu Salaam, mereka semua hanya dipakai Muslim, kemudian Abdur Rokhman bin al-Haarits dinilai shoduq lahu auham, tidak dipakai Bukhori, maupun Muslim.

Oleh karena itu sanad hadits ini hasan, sebagaimana dihasankan sendiri oleh Imam Tirmidzi. Imam Al Albani dalam Ta’liqnya menilai hadits ini dhoif sanadnya.

Kemudian Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits sejenis diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat yaitu :

  1. Dari Abdullah bin Abbas haditsnya disebutkan oleh Imam Tirmidzi pada sanad yang kedua, diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Majah dan dihasankan sanadnya oleh Imam Tirmidzi sendiri dan juga Imam Al Albani serta Syaikh Syu’aib Arnauth.
  2. Dari Habiib bin Maslamah Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

كَانَ يُنَفِّلُ الرُّبْعَ بَعْدَ الْخُمُسِ وَالثُّلُثَ بَعْدَ الْخُمُسِ إِذَا قَفَلَ

Bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam membagi seperempat harta rampasaan setelah disisihkan seperlima dan sepertiga jika dalam pertempuran yang kedua (HR. Abu Dawud, dishahihkan Imam Al Albani).

  1. Dari Ma’na bin Yaziid Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا نَفْلَ إِلَّا بَعْدَ الْخُمُسِ»

aku mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “tidak ada pembagian harta rampasan kecuali setelah dibagi yang seperlima).

  1. Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قد كان ينفل بعض من يبعث من السرايا لأنفسهم خاصة النفل سوى قسم عامة الجيش و الخمس في ذلك واجب كله

Bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam terkadang membagi harta rampasan sebagiannya kepada orang khusus yang diutus dari pasukan dengan pembagian (tambahan) tertentu dari yang umumnya biasa diberikan kepada anggota pasukan lainnya, setelah disisihkan seperlima pembagian yang wajib (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Dari Salamah bin Akwa’ Rodhiyallahu ‘anhu, kata Imam Mubarokfuriy haditsnya diriwayatkan oleh Imam Muslim.

 

 

Adapun sanad yang kedua, Hannaad perowi tsiqoh dipakai oleh Muslim dan Abdur Rokhman bin Abiz Zinnaad adalah perowi Muslim yang shoduq, sedangkan sisanya perowi Bukhori-Muslim. Oleh karena itu hadits ini hasan.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Imam Mubarokfuriy dalam Syarah Tirmidzi menukil ucapan Imam al-Khothoobiy :

قَالَ الْخَطَّابِيُّ : الْبَدْأَةُ اِبْتِدَاءُ السَّفَرِ لِلْغَزْوِ ، وَإِذَا نَهَضَتْ سَرِيَّةٌ مِنْ جُمْلَةِ الْعَسْكَرِ فَإِذَا وَقَعَتْ بِطَائِفَةٍ مِنْ الْعَدُوِّ فَمَا غَنِمُوا كَانَ لَهُمْ فِيهِ الرُّبُعُ وَيُشْرِكُهُمْ سَائِرُ الْعَسْكَرِ فِي ثَلَاثَةِ أَرْبَاعِهِ ، فَإِنْ قَفَلُوا مِنْ الْغَزْوَةِ ثُمَّ رَجَعُوا فَأَوْقَعُوا بِالْعَدُوِّ ثَانِيَةً كَانَ لَهُمْ مِمَّا غَنِمُوا الثُّلُثُ لِأَنَّ نُهُوضَهُمْ بَعْدَ الْقَفْلِ أَشَقُّ لِكَوْنِ الْعَدُوِّ عَلَى حَذَرٍ وَحَزْمٍ اِنْتَهَى

Al-Bada’ah adalah mulai pertamakali safar untuk berperang, jika pasukan khusus dari detasemen tentara melakukan survey duluan untuk berperang, lalu bertemu dengan sekelompok musuh, maka dari hasil ghonimah yang didapatkan, mereka mendapatkan seperempat diluar tigaperempat yang didapatkan tentara lainnya (yang mereka juga berhak mendapatkannya-pent.).

Kemudian jika mereka pulang dari pertempuran, lalu kembali dan mendapatkan musuh yang kedua, apa dari harta ghonimah yang didapatkan, mereka mendapatkan sepertiganya (diluar jatah yang didapatkan juga bersama pasukan lainnya-pent.). karena misi yang dilakukan setelah kembali dari misi yang pertama, lebih berar, karena musuh telah waspada dan telah mempersiapkan diri.

  1. Pembagian yang disebutkan diatas, setelah disisihkan seperlima bagian, sebagaimana ditetapkan oleh hadits lainnya dan pendapat para ulama.
  2. Keadilan Islam yang mengatur pembagian harta berdasarkan kontribusi tentara dalam medan peperangan.
  3. Dzul Faqoor atau Dzul Fiqoor adalah nama pedang Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam yang digunakan oleh Kholid bin Sa’ad ibnul Ash Rodhiyallahu ‘anhu pada perang Badar. Kata Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’aad, pedang ini terbuat dari besi panjangnya 7 hasta dan pada akhir wafatnya Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam, pedang ini digadaikan dengan gandum untuk memenuhi kebutuhan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam kepada seorang Yahudi yang bernama Abi Sakhm.
  4. Imam Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonaf meriwayatkan dengan sanad yang hasan –Insya Allah- sampai kepada Abdullah bin Hasan al-Asadiy, beliau berkata :

رَأَيْتُ عَلِيًّا يَوْمَ صِفِّينَ وَمَعَهُ سَيْفُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذُو الْفِقَارِ

aku# usadiya Abdullah bin Hasan as-n Hasan as-Sanadiy, beliau berkata :

 melihat Ali rodhiyallahu anhu pada perang Shifin membawa pedang Rasulullah sholallahu alaihi wa salam yang bernama Dzul Fiqoor.

  1. Bolehnya memberikan nama pada benda-benda untuk mengenali satu dengan lainnya.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: